Rabu, 21 November 2018 | 01:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Lawan radikalisme di medsos, kiai dan nyai gelar halaqah

Jumat, 29 Juni 2018 - 08:46 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kiai dan nyai gelar halaqah. Foto: Istimewa/Elshinta.
Kiai dan nyai gelar halaqah. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Pusat Studi Pesantren (PSP) kembali menggelar halaqah bersama para kiai dan nyai pengelola pesantren di Jawa dalam sebuah kegiatan bertema Pesantren dan Sosial Media: Jihad Melawan Radikalisme dan Terorisme yang berlangsung dari Kamis (28/6) hingga Minggu (1/7) di Hotel Citra Cikopo, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Dijelaskan oleh pendiri PSP, Achmad Ubaidillah saat membuka halaqah, kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antar sesama pengelola pesantren sekaligus untuk menguatkan barisan dalam menjaga NKRI dari bahaya radikalisme dan terorisme.

“Terlaksananya kegiatan ini berangkat dari visi besar PSP, yakni membangun dan merawat silaturahmi antar sesama kiai, nyai serta pengelola pesantren,” jelasnya dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (29/6).

Secara lebih spesifik, salah seorang keturunan KH Tubagus Muhammad Falak Pagentongan ini menyebut bahwa halaqah dimaksudkan untuk menambah pengetahuan terkait radikalisme dan terorisme sekaligus skill untuk secara bersama-sama melakukan perlawanan yang efektif guna meredam, atau bahkan menghilangkan, radikalisme dan terorisme.

Salah satu peserta halaqah, Hj Ruf’ah, Bu nyai dari pesantren Darul Hikmah di Pandeglang, Banten, menyebut gelaran ini sangat penting untuk dilakukan, terlebih, pesantren kerap dicurigai sebagian pihak sebagai ladang persemaian radikalisme dan terorisme.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
| 20 November 2018 - 21:31 WIB

157 CPNS Situbondo lulus SKD

Aktual Dalam Negeri | 20 November 2018 - 21:09 WIB

Serikat petani nilai serapan beras Bulog belum maksimal

Aktual Dalam Negeri | 20 November 2018 - 20:48 WIB

Besok, pihak UNPRI dipanggil Polrestabes Medan

Elshinta.com - Pusat Studi Pesantren (PSP) kembali menggelar halaqah bersama para kiai dan nyai pengelola pesantren di Jawa dalam sebuah kegiatan bertema Pesantren dan Sosial Media: Jihad Melawan Radikalisme dan Terorisme yang berlangsung dari Kamis (28/6) hingga Minggu (1/7) di Hotel Citra Cikopo, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Dijelaskan oleh pendiri PSP, Achmad Ubaidillah saat membuka halaqah, kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antar sesama pengelola pesantren sekaligus untuk menguatkan barisan dalam menjaga NKRI dari bahaya radikalisme dan terorisme.

“Terlaksananya kegiatan ini berangkat dari visi besar PSP, yakni membangun dan merawat silaturahmi antar sesama kiai, nyai serta pengelola pesantren,” jelasnya dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (29/6).

Secara lebih spesifik, salah seorang keturunan KH Tubagus Muhammad Falak Pagentongan ini menyebut bahwa halaqah dimaksudkan untuk menambah pengetahuan terkait radikalisme dan terorisme sekaligus skill untuk secara bersama-sama melakukan perlawanan yang efektif guna meredam, atau bahkan menghilangkan, radikalisme dan terorisme.

Salah satu peserta halaqah, Hj Ruf’ah, Bu nyai dari pesantren Darul Hikmah di Pandeglang, Banten, menyebut gelaran ini sangat penting untuk dilakukan, terlebih, pesantren kerap dicurigai sebagian pihak sebagai ladang persemaian radikalisme dan terorisme.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com