Presiden Sudan Selatan umumkan gencatan senjata permanen
Elshinta
Jumat, 29 Juni 2018 - 20:43 WIB |
Presiden Sudan Selatan umumkan gencatan senjata permanen
Presiden Sudan Selatan Salva Kiir. Sumber Foto: https://bit.ly/2tOkBfO

Elshinta.com - Presiden Sudan Selatan Salva Kiir telah memerintah pelaksanaan gencatan senjata permanen yang ditandatangani baru-baru ini dengan pemimpin gerilyawan Riek Machar di Ibu Kota Sudan, Khartoum.

Instruksi Presiden Kiir, yang disiarkan melalui Radio Negara pada Kamis malam (28/6), menyeru pasukan pemerintah agar tetap siaga di posisi mereka dan hanya berperang untuk mempertahankan diri dan juga mengizinkan akses kemanusiaan tanpa hambatan.

"Saya, Salva Kiir, dengan ini mengeluarkan instruksi republik buat pengumuman gencatan senjata permanen yang berlaku mulai 30 Juni 2018 dan akan berlangsung terus secara penuh dan secara permanen sampai ada kejadian sebaliknya. Pasukan SPLA mesti tetap siaga di posisi mereka dan hanya berperang untuk mempertahankan diri," kata Kiir di Juba, sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat (29/6).

Presiden Kiir dan Machar, pemimpin kelompok perlawanan utama Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan/Tentara Oposisi (SPLM/A-IO), menyepakati gencatan senjata permanen pada Rabu di Khartoum dalam pembicaraan langsung pertama, yang diperantarai oleh Presiden Sudan Omar Al-Bashir.

Tentara Sudan Selatan (SPLA) dan gerilyawan SPLA/A-IO pada masa lalu telah melanggar beberapa kesepakatan gencatan senjata terutama Kesepakatan mengenai Dihentikannya Permusuhan (ACOH) yang ditandatangani pada 21 Desember 2017 di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa.

Satu kesepakatan perdamaian 2015 goyah ketika pihak yang berperang kembali terlibat pertempuran pada Juli 2016 di Ibu Kota Sudan Selatan, dan memaksa pemimpin gerilyawan Riek Machar mengungsi dan hidup di pengasingan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penjaga perdamaian PBB tewas akibat serangan di Republik Afrika Tengah
Selasa, 14 Juli 2020 - 09:49 WIB
Milisi menewaskan salah satu penjaga perdamaian PBB asal Rwanda dan melukai dua personel lainnya dal...
Kelompok bersenjata culik petugas medis di Libya
Kamis, 23 April 2020 - 18:15 WIB
Dua dokter, satu perawat dan satu pembantu administrasi rumah sakit di Kota Sirte, Libya, diculik ol...
Gaji presiden dan menteri Malawi dipotong 10 persen karena corona
Minggu, 05 April 2020 - 16:50 WIB
Presiden dan para menteri anggota kabinet Malawi akan mengalami pemotongan gaji sebesar 10 persen da...
Tekan penularan COVID-19, Aljazair perpanjang jam malam
Minggu, 05 April 2020 - 16:16 WIB
Aljazair mulai Minggu akan memperpanjang aturan jam malam demi menekan penularan COVID-19, kata Perd...
Afrika Selatan konfirmasi penularan lokal COVID-19 pertama
Kamis, 12 Maret 2020 - 19:35 WIB
Afrika Selatan mengonfirmasi laporan kasus pertama penularan lokal virus corona (COVID-19), pada Kam...
Pesawat latih militer Aljazair jatuh, 2 pilot tewas
Selasa, 28 Januari 2020 - 09:10 WIB
Dua pilot militer Aljazair tewas dalam kecelakaan pesawat militer di Provinsi Oum El Bouaghi, Aljaza...
28 orang tewas akibat serangan kamp militer Tripoli
Minggu, 05 Januari 2020 - 10:40 WIB
Sedikitnya 28 orang tewas akibat serangan terhadap kamp militer di ibu kota Libya pada Sabtu sore, m...
Somalia tuduh negara asing di balik ledakan dahsyat Mogadishu
Selasa, 31 Desember 2019 - 16:36 WIB
Somalia menuduh bahwa ada negara asing yang membantu merencanakan ledakan bom pada Sabtu di Mogadish...
Batu jatuh tewaskan empat pekerja tambang emas di Afsel
Senin, 09 Desember 2019 - 07:26 WIB
Empat pekerja tambang tewas dan satu orang lagi menderita cedera berat, setelah sebuah batu terjatuh...
Kapal tenggelam di Mauritania tewaskan hingga 57 migran
Kamis, 05 Desember 2019 - 10:29 WIB
Sebanyak 57 orang tewas setelah kapal yang membawa sekitar 150 migran dari Gambia tenggelam di lepas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV