Senin, 10 Desember 2018 | 19:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Formula 1

Sean harus kerja keras di F2 Austria

Sabtu, 30 Juni 2018 - 15:23 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Tim Pertamina Prema Theodore Racing, Sean Gelael. Sumber Foto: https://bit.ly/2MztH7D
Tim Pertamina Prema Theodore Racing, Sean Gelael. Sumber Foto: https://bit.ly/2MztH7D

Elshinta.com - Pebalap Indonesia yang memperkuat tim Pertamina Prema Theodore Racing, Sean Gelael, harus bekerja keras pada balapan feature Formula 2 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Sabtu (30/6), setelah harus mengawali balapan dari posisi 15.

Menurut laman resmi Formula 2, dia dalam kualifikasi di tempat yang sama pada Jumat (29/6) hanya membukukan catatan waktu satu menit 14.363 detik.

Posisi terdepan ditempati oleh pebalap tim ART Grand Prix George Russel setelah mengukir waktu terbaik satu menit 13.541 detik. Rekan satu tim Sean lebih beruntung karena bakal start posisi sembilan dengan hasil kualifikasi satu menit 14.171 detik. "Tentu kami harus berjuang keras untuk kembali meraih poin. Kami menjalani sesi kualifikasi yang sulit dan hasilnya kurang menguntungkan. Walau demikian kami akan tetap berusaha dan fokus untuk bisa menembus posisi sepuluh besar," kata Sean dalam siaran persnya.

"Seperti biasa kami akan berjuang pada balapan sesungguhnya. Kita akan lihat dimana posisi kita pada akhir balapan nanti," kata Nyck de Vries, pebalab asal Belanda yang berada dalam satu tim dengan Sean, seperti dikutip Antara.

Pebalap Tim Pertamina Prema Racing masih konsisten menyumbang poin di setiap balap, baik melalui Sean atau pun De Vries. Pekan lalu, tim Pertamina Prema mendapatkan hasil terbaik dengan menempatkan De Vries di podium utama pada balapan sprint di Sirkuit Paul Ricard, Perancis.

Sebelumnya, Sean menempati posisi kedua pada balapan jalan raya di Monaco. Pebalap berusia 21 tahun ini finis kedua sekaligus mendapatkan podium pertamanya musim ini. 

Untuk balapan di Red Bull Ring, kedua pebalap sudah sama-sama mengenal karaker sirkuit yang memiliki panjang lintasan sepanjang 4,318 kilometer. Sean juga pernah naik podium di sirkuit ini pada musim balap 2016 dengan finis di posisi kedua. Sirkuit ini memiliki tantangan yang cukup kuat dengan sepuluh tikungan dan kontur sirkuit yang bervariasi menanjak dan menurun. Untuk balapan feature, pebalap harus menempuh jarak sekitar 172,594 kilometer. Sementara untuk balapan sprint jaraknya sekitar 120,778 kilometer.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - Pebalap Indonesia yang memperkuat tim Pertamina Prema Theodore Racing, Sean Gelael, harus bekerja keras pada balapan feature Formula 2 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Sabtu (30/6), setelah harus mengawali balapan dari posisi 15.

Menurut laman resmi Formula 2, dia dalam kualifikasi di tempat yang sama pada Jumat (29/6) hanya membukukan catatan waktu satu menit 14.363 detik.

Posisi terdepan ditempati oleh pebalap tim ART Grand Prix George Russel setelah mengukir waktu terbaik satu menit 13.541 detik. Rekan satu tim Sean lebih beruntung karena bakal start posisi sembilan dengan hasil kualifikasi satu menit 14.171 detik. "Tentu kami harus berjuang keras untuk kembali meraih poin. Kami menjalani sesi kualifikasi yang sulit dan hasilnya kurang menguntungkan. Walau demikian kami akan tetap berusaha dan fokus untuk bisa menembus posisi sepuluh besar," kata Sean dalam siaran persnya.

"Seperti biasa kami akan berjuang pada balapan sesungguhnya. Kita akan lihat dimana posisi kita pada akhir balapan nanti," kata Nyck de Vries, pebalab asal Belanda yang berada dalam satu tim dengan Sean, seperti dikutip Antara.

Pebalap Tim Pertamina Prema Racing masih konsisten menyumbang poin di setiap balap, baik melalui Sean atau pun De Vries. Pekan lalu, tim Pertamina Prema mendapatkan hasil terbaik dengan menempatkan De Vries di podium utama pada balapan sprint di Sirkuit Paul Ricard, Perancis.

Sebelumnya, Sean menempati posisi kedua pada balapan jalan raya di Monaco. Pebalap berusia 21 tahun ini finis kedua sekaligus mendapatkan podium pertamanya musim ini. 

Untuk balapan di Red Bull Ring, kedua pebalap sudah sama-sama mengenal karaker sirkuit yang memiliki panjang lintasan sepanjang 4,318 kilometer. Sean juga pernah naik podium di sirkuit ini pada musim balap 2016 dengan finis di posisi kedua. Sirkuit ini memiliki tantangan yang cukup kuat dengan sepuluh tikungan dan kontur sirkuit yang bervariasi menanjak dan menurun. Untuk balapan feature, pebalap harus menempuh jarak sekitar 172,594 kilometer. Sementara untuk balapan sprint jaraknya sekitar 120,778 kilometer.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 16:49 WIB

Cari bibit atlet berbakat, Lumajang perlu perhatian

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:12 WIB

Inasgoc menghemat Rp2,8 triliun

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:29 WIB

Bulls pecat pelatih kepala Fred Hoiberg

Minggu, 02 Desember 2018 - 20:46 WIB

Azzahra pecahkan rekor nasional di IOAC 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com