Senin, 10 Desember 2018 | 19:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pilkada Serentak 2018

Demokrat sarankan Risma laporkan kecurangan Pilkada Jatim

Minggu, 01 Juli 2018 - 08:38 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Arsip: Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi perolehan suara Pilgub Jatim dan Pilkada Malang di Malang, Jawa Timur, Jumat (29/6). Sumber foto: https://bit.ly/2KuQSTt
Arsip: Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi perolehan suara Pilgub Jatim dan Pilkada Malang di Malang, Jawa Timur, Jumat (29/6). Sumber foto: https://bit.ly/2KuQSTt

Elshinta.com - DPC Partai Demokrat Kota Surabaya menyarankan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini jika menemukan adanya indikasi kecurangan dalam Pilkada Jatim segera melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu.

"Kalau memang ada indikasi kecurangan di Pilkada Jatim 2018 tentunya harus bisa dibuktikan dengan fakta maupun data di lapangan," kata Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Junaedi kepada Antara di Surabaya.

Menurut dia, pihaknya akan mengapreasi Wali Kota Risma jika menindaklanjuti adanya kecurangan pilkada dengan mengambil langkah-langkah melaporkan ke Badan Penagwas Pemilu (Bawaslu) Jatim maupun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Surabaya, dari pada berbicara ke publik tanpa adanya data yang membuat situasi semula kondusif menjadi tidak kondusif.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Surabaya ini meminta Risma lebih bisa obyektif sekaligus menghormati proses perhitungan suara, baik versi hitungan cepat seperti "quick count" dan "real count", maupun rekapitulasi hitungan manual di tingkat kecamatan yang kini masih berjalan.

Junaedi mengatakan kemenangan Cagub dan Cawagub Jatim Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 2018 yang diusung Partai Demokrat dan koalisi partai lain merupakan bukti bahwa warga Surabaya dan Jawa Timur melihat sosok Khofifah-Emil bisa memimpin Jatim ke depan lebih baik. "Untuk itu, saya berterima kasih kepada warga Jawa Timur khususnya Surabaya telah memberikan amanah kepada khofifah-Emil kedepan untuk mengabdi selama lima tahun menjadi Gubenur dan Wakil Guberenur Jatim," katanya.

Hal sama juga dikatakan Sekretaris DPC Partai Demokrat Surabaya Dedy Prasetiyo. Ia mengatakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merupakan bagian dari Pemerintah Kota yang merupakan bagiang pendukung suksesnya Pilkada Jatim di Surabaya. "Mestinya Bu Risma ikut mensuport, jangan mala menambah situasi yang sebetulnya sudah fair menjadi tidak nyaman dengan menyebut ada kecurangan pilkada ke publik," katanya, dikutip Antara.

Sebaiknya, lanjut dia, berharap wali kota menghormati proses penghitangan suara Pilkada Jatim yang saat ini masih sedang berlangsung. "Kita menunggu hasil resmi KPU. Kalau memang nantinya hasil resmi Khofifah-Emil menang, kami berharap bu Risma legowo, jangan dipanas-panasi. Apalagi dalam deklarasi, tiap pasangan calon siap kalah siap menang," ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya melaporkan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Risma mengatakan ada sejumlah kecurangan yang membuat pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno kalah. Hanya saja, Risma enggan menyampaikan bentuk kecurangan tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - DPC Partai Demokrat Kota Surabaya menyarankan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini jika menemukan adanya indikasi kecurangan dalam Pilkada Jatim segera melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu.

"Kalau memang ada indikasi kecurangan di Pilkada Jatim 2018 tentunya harus bisa dibuktikan dengan fakta maupun data di lapangan," kata Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Junaedi kepada Antara di Surabaya.

Menurut dia, pihaknya akan mengapreasi Wali Kota Risma jika menindaklanjuti adanya kecurangan pilkada dengan mengambil langkah-langkah melaporkan ke Badan Penagwas Pemilu (Bawaslu) Jatim maupun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Surabaya, dari pada berbicara ke publik tanpa adanya data yang membuat situasi semula kondusif menjadi tidak kondusif.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Surabaya ini meminta Risma lebih bisa obyektif sekaligus menghormati proses perhitungan suara, baik versi hitungan cepat seperti "quick count" dan "real count", maupun rekapitulasi hitungan manual di tingkat kecamatan yang kini masih berjalan.

Junaedi mengatakan kemenangan Cagub dan Cawagub Jatim Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 2018 yang diusung Partai Demokrat dan koalisi partai lain merupakan bukti bahwa warga Surabaya dan Jawa Timur melihat sosok Khofifah-Emil bisa memimpin Jatim ke depan lebih baik. "Untuk itu, saya berterima kasih kepada warga Jawa Timur khususnya Surabaya telah memberikan amanah kepada khofifah-Emil kedepan untuk mengabdi selama lima tahun menjadi Gubenur dan Wakil Guberenur Jatim," katanya.

Hal sama juga dikatakan Sekretaris DPC Partai Demokrat Surabaya Dedy Prasetiyo. Ia mengatakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merupakan bagian dari Pemerintah Kota yang merupakan bagiang pendukung suksesnya Pilkada Jatim di Surabaya. "Mestinya Bu Risma ikut mensuport, jangan mala menambah situasi yang sebetulnya sudah fair menjadi tidak nyaman dengan menyebut ada kecurangan pilkada ke publik," katanya, dikutip Antara.

Sebaiknya, lanjut dia, berharap wali kota menghormati proses penghitangan suara Pilkada Jatim yang saat ini masih sedang berlangsung. "Kita menunggu hasil resmi KPU. Kalau memang nantinya hasil resmi Khofifah-Emil menang, kami berharap bu Risma legowo, jangan dipanas-panasi. Apalagi dalam deklarasi, tiap pasangan calon siap kalah siap menang," ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya melaporkan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Risma mengatakan ada sejumlah kecurangan yang membuat pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno kalah. Hanya saja, Risma enggan menyampaikan bentuk kecurangan tersebut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Senin, 10 Desember 2018 - 14:24 WIB

Ketua DPR usulkan Pemilu gunakan e-Voting

Senin, 10 Desember 2018 - 12:02 WIB

Bawaslu gelar Rakornas perkuat pengawasan Pemilu 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com