Selasa, 11 Desember 2018 | 17:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Aturan DP KPR 0 persen bisa dorong pertumbuhan properti

Minggu, 01 Juli 2018 - 11:49 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2yY2JVq
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2yY2JVq

Elshinta.com - Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni menyatakan bahwa aturan uang muka (Down Payment/DP) 0 persen untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), khususnya rumah pertama, akan menggairahkan dan mendorong pertumbuhan sektor properti.

"Dengan adanya relaksasi aturan DP 0 persen untuk rumah pertama yang diberikan oleh Bank Indonesia, tentunya bisa mendongkrak masyarakat untuk dapat memiliki rumah, sekaligus mendorong pertimbuhan sektor properti," kata Achmad di Jakarta, Sabtu (30/6) malam.

Achmad menjelaskan, pihaknya siap menerapkan kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia tersebut. Dengan diterapkan kebijakan ini berarti BI memberikan kebebasan kepada perbankan menetapkan besaran DP kredit KPR untuk pembelian rumah pertama, dikutip dari Infopublik.id.

Meski demikian, lanjutnya, BNI akan tetap melakukan penyesuaian dengan kondisi likuiditas yang ada dalam menerapkan aturan itu.

"Pasti kita akan lakukan adjusmen ke atas, pasti. Tapi besarannya liat kondisi likuiditas kita lebih dulu. Kita berani untuk kenakan KPR tanpa DP untuk rumah pertama, tapi ya lihat dulu kondisi nya seperti apa. Case by case. Tapi kalau rumah pertama sih rasanya saya berani ya," tegasnya.

Untuk diketahui, Bank Indonesia kembali memberi kelonggaran uang muka untuk kredit pemilikan rumah dan pembiayaan pembangunan properti. Dengan kebijakan tersebut, masyarakat yang ingin membeli rumah pertamanya bisa memulai cicilan tanpa uang muka (down payment), sesuai dengan kebijakan masing-masing perbankan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 11 Desember 2018 - 17:14 WIB

Dinas PUPR Depok: 85 persen anggaran 2018 terserap

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 17:08 WIB

Oknum Rutan Cipinang bantu pelarian napi diminta dihukum berat

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:54 WIB

Pemerintah apresiasi pemda siapkan data untuk kebijakan satu peta

Hukum | 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Pembangunan | 11 Desember 2018 - 16:36 WIB

Presiden sebut proyek infrastruktur antre untuk diresmikan

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

Elshinta.com - Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni menyatakan bahwa aturan uang muka (Down Payment/DP) 0 persen untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), khususnya rumah pertama, akan menggairahkan dan mendorong pertumbuhan sektor properti.

"Dengan adanya relaksasi aturan DP 0 persen untuk rumah pertama yang diberikan oleh Bank Indonesia, tentunya bisa mendongkrak masyarakat untuk dapat memiliki rumah, sekaligus mendorong pertimbuhan sektor properti," kata Achmad di Jakarta, Sabtu (30/6) malam.

Achmad menjelaskan, pihaknya siap menerapkan kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia tersebut. Dengan diterapkan kebijakan ini berarti BI memberikan kebebasan kepada perbankan menetapkan besaran DP kredit KPR untuk pembelian rumah pertama, dikutip dari Infopublik.id.

Meski demikian, lanjutnya, BNI akan tetap melakukan penyesuaian dengan kondisi likuiditas yang ada dalam menerapkan aturan itu.

"Pasti kita akan lakukan adjusmen ke atas, pasti. Tapi besarannya liat kondisi likuiditas kita lebih dulu. Kita berani untuk kenakan KPR tanpa DP untuk rumah pertama, tapi ya lihat dulu kondisi nya seperti apa. Case by case. Tapi kalau rumah pertama sih rasanya saya berani ya," tegasnya.

Untuk diketahui, Bank Indonesia kembali memberi kelonggaran uang muka untuk kredit pemilikan rumah dan pembiayaan pembangunan properti. Dengan kebijakan tersebut, masyarakat yang ingin membeli rumah pertamanya bisa memulai cicilan tanpa uang muka (down payment), sesuai dengan kebijakan masing-masing perbankan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com