Selasa, 11 Desember 2018 | 10:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aplikasi

Aplikasi `Lapor Bantul` diluncurkan dukung penerapan Smart City

Senin, 02 Juli 2018 - 16:06 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Tampilan Lapor Bantul. Sumber foto: https://bit.ly/2tVPi2I
Tampilan Lapor Bantul. Sumber foto: https://bit.ly/2tVPi2I

Elshinta.com - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan aplikasi layanan aduan berbasis android bernama Lapor Bantul untuk penerapan konsep "Smart City" di lingkungan pemerintah setempat.

"Lapor Bantul merupakan aplikasi 'mobile apps' berbasis android dan iOS, sebagai sarana pengaduan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Bantul," kata Kepala Dinas Kominikasi dan Informatika (Kominfo) Bantul Nugroho Eko Setyanto saat peluncuran Lapor Bantul di Bantul, Senin (2/7).

Menurut dia, peluncuran Lapor Bantul ini menandai dimulainya penerapan konsep Smart City di Bantul atau pengelolaan semua sumberdaya daerah secara efektif dan efisian dalam menyelesaikan tantangan melalui dukungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Ia menjelaskan, pada tahap awal, dengan berbekal telepon seluler android, Lapor Bantul sudah dapat diunduh melalui google play, sedangkan untuk iOS masih dalam proses verifikasi oleh pihak penyedia aplikasi.

"Lapor Bantul ini dibangun dengan maksud memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan kepada Pemkab Bantul serta mewujudkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui mekanisme 'bottom up' yang efektif," katanya.

Pihaknya berharap, dengan aplikasi ini permasalahan tentang pelayanan publik dapat segera diberikan solusi terbaik, serta dapat digunakan sebagai sebuah masukan dalam perencanaan pembangunan yang berdasar pada kebutuhan riil di masyarakat.

"Melakukan pembangunan menggunakan pendekatan Smart City dalam dunia yang semakin dinamis saat ini bukan lagi pilihan, melainkan menjadi kebutuhan, khususnya bagi pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang cepet dan efisien," katanya, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan aplikasi layanan aduan berbasis android bernama Lapor Bantul untuk penerapan konsep "Smart City" di lingkungan pemerintah setempat.

"Lapor Bantul merupakan aplikasi 'mobile apps' berbasis android dan iOS, sebagai sarana pengaduan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Bantul," kata Kepala Dinas Kominikasi dan Informatika (Kominfo) Bantul Nugroho Eko Setyanto saat peluncuran Lapor Bantul di Bantul, Senin (2/7).

Menurut dia, peluncuran Lapor Bantul ini menandai dimulainya penerapan konsep Smart City di Bantul atau pengelolaan semua sumberdaya daerah secara efektif dan efisian dalam menyelesaikan tantangan melalui dukungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Ia menjelaskan, pada tahap awal, dengan berbekal telepon seluler android, Lapor Bantul sudah dapat diunduh melalui google play, sedangkan untuk iOS masih dalam proses verifikasi oleh pihak penyedia aplikasi.

"Lapor Bantul ini dibangun dengan maksud memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan kepada Pemkab Bantul serta mewujudkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui mekanisme 'bottom up' yang efektif," katanya.

Pihaknya berharap, dengan aplikasi ini permasalahan tentang pelayanan publik dapat segera diberikan solusi terbaik, serta dapat digunakan sebagai sebuah masukan dalam perencanaan pembangunan yang berdasar pada kebutuhan riil di masyarakat.

"Melakukan pembangunan menggunakan pendekatan Smart City dalam dunia yang semakin dinamis saat ini bukan lagi pilihan, melainkan menjadi kebutuhan, khususnya bagi pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang cepet dan efisien," katanya, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com