Rabu, 21 November 2018 | 09:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

BKF nilai inflasi perioden Ramadan-Lebaran 2018 terendah

Senin, 02 Juli 2018 - 16:35 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KntVSJ
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KntVSJ

Elshinta.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan laju inflasi Juni 2018 yang merupakan periode Ramadan dan Idul Fitri termasuk salah satu yang terendah dibandingkan beberapa tahun terakhir.

"Menjaga inflasi yang stabil di tingkat yang rendah itu penting karena komponen penting di dalam PDB adalah konsumsi," kata Suahasil ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/7).

Ia mengatakan pertumbuhan konsumsi itu bisa dicapai kalau pendapatan masyarakat naik dan inflasinya rendah sehingga daya beli masyarakat tidak termakan oleh inflasi yang tinggi.

"Kalau PDB mau tumbuh secara lebih tinggi, katakanlah menuju ke 5,2 persen, maka konsumsi tidak bisa tumbuh di 5,0 persen. Dia harus tumbuh di angka 5,1 persen," ungkapnya, dikutip Antara.

Oleh karena itu, Suahasil menilai upaya menjaga inflasi penting. Kebijakan pemerintah seperti membuat harga BBM bersubsidi dan listrik bersubsidi tetap merupakan upaya untuk menjaga inflasi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juni 2018 sebesar 0,59 persen, lebih rendah dari periode Juli 2016 dan Juni 2017 masing-masing sebesar 0,69 persen. Dengan demikian, laju inflasi pada tahun kalender Januari-Juni 2018 tercatat sebesar 1,90 persen.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan laju inflasi Juni 2018 yang merupakan periode Ramadan dan Idul Fitri termasuk salah satu yang terendah dibandingkan beberapa tahun terakhir.

"Menjaga inflasi yang stabil di tingkat yang rendah itu penting karena komponen penting di dalam PDB adalah konsumsi," kata Suahasil ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/7).

Ia mengatakan pertumbuhan konsumsi itu bisa dicapai kalau pendapatan masyarakat naik dan inflasinya rendah sehingga daya beli masyarakat tidak termakan oleh inflasi yang tinggi.

"Kalau PDB mau tumbuh secara lebih tinggi, katakanlah menuju ke 5,2 persen, maka konsumsi tidak bisa tumbuh di 5,0 persen. Dia harus tumbuh di angka 5,1 persen," ungkapnya, dikutip Antara.

Oleh karena itu, Suahasil menilai upaya menjaga inflasi penting. Kebijakan pemerintah seperti membuat harga BBM bersubsidi dan listrik bersubsidi tetap merupakan upaya untuk menjaga inflasi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juni 2018 sebesar 0,59 persen, lebih rendah dari periode Juli 2016 dan Juni 2017 masing-masing sebesar 0,69 persen. Dengan demikian, laju inflasi pada tahun kalender Januari-Juni 2018 tercatat sebesar 1,90 persen.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com