Rabu, 21 November 2018 | 01:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Pemerintah berkomitmen terus kembangkan EBT

Senin, 02 Juli 2018 - 19:55 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Presiden Indonesia Joko Widodo saat berada di PLTB Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Senin (2/7). Sumber foto: https://bit.ly/2KEiiTz
Presiden Indonesia Joko Widodo saat berada di PLTB Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Senin (2/7). Sumber foto: https://bit.ly/2KEiiTz

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah berkomitmen mengembangkan pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan (EBT) seperti tenaga angin atau bayu di Tanah Air.

"Tidak hanya di Kabupaten Sidrap, tetapi juga telah dikerjakan dan selesai 80 persen PLTB di Kabupaten Jeneponto. Selain itu juga sudah dikerjakan di Kabupaten Tanah Laut, kita harapkan pembangunan PLTB juga dilakukan segera di Jawa Barat yaitu Kabupaten Sukabumi," kata Presiden Jokowi seperti disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangannya yang diterima Antara di Jakarta, Senin (2/7).

Banyaknya kincir angin ini pun sempat membuat Presiden berseloroh bahwa dirinya merasa sedang berada di Negeri Kincir Angin, Belanda. "Saya lihat baling-balingnya 'muter' semuanya, artinya angin di sini lebih dari cukup. Tadi saya merasa ini seperti ini (kincir), di mana? Ya di Belanda. Kok serasa di Belanda gitu. Kayak di Eropa, tapi kita di Sidrap," ujar Presiden yang membuat tertawa mereka yang hadir.

Selain tenaga angin, Presiden menuturkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi baru terbarukan lainnya, baik panas bumi (geotermal), energi matahari, hingga energi air.

"Panas bumi atau geotermal yang kita memiliki potensi sebanyak 29.000 MW dan baru dikerjakan kurang lebih 2.000 MW. Artinya, 10 persennya pun belum. Kemudian kita memiliki pembangkit listrik tenaga matahari, pembangkit listrik tenaga air yang saya kira potensinya juga sangat besar," lanjutnya.

Dengan diresmikannya PLTB di Sidrap ini, Presiden berharap target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 bisa diselesaikan. Di samping itu, peresmian proyek-proyek infrastruktur ketenagalistrikan juga bertujuan untuk memenuhi rasio elektrifikasi di Indonesia.

"Artinya, sekali lagi, dengan peresmian pembangkit listrik tenaga bayu di Kabupaten Sidrap ini kita ingin memberikan sebuah komitmen bahwa 23 persen di tahun 2025 itu akan bisa tercapai," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
| 20 November 2018 - 21:31 WIB

157 CPNS Situbondo lulus SKD

Aktual Dalam Negeri | 20 November 2018 - 21:09 WIB

Serikat petani nilai serapan beras Bulog belum maksimal

Aktual Dalam Negeri | 20 November 2018 - 20:48 WIB

Besok, pihak UNPRI dipanggil Polrestabes Medan

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah berkomitmen mengembangkan pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan (EBT) seperti tenaga angin atau bayu di Tanah Air.

"Tidak hanya di Kabupaten Sidrap, tetapi juga telah dikerjakan dan selesai 80 persen PLTB di Kabupaten Jeneponto. Selain itu juga sudah dikerjakan di Kabupaten Tanah Laut, kita harapkan pembangunan PLTB juga dilakukan segera di Jawa Barat yaitu Kabupaten Sukabumi," kata Presiden Jokowi seperti disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangannya yang diterima Antara di Jakarta, Senin (2/7).

Banyaknya kincir angin ini pun sempat membuat Presiden berseloroh bahwa dirinya merasa sedang berada di Negeri Kincir Angin, Belanda. "Saya lihat baling-balingnya 'muter' semuanya, artinya angin di sini lebih dari cukup. Tadi saya merasa ini seperti ini (kincir), di mana? Ya di Belanda. Kok serasa di Belanda gitu. Kayak di Eropa, tapi kita di Sidrap," ujar Presiden yang membuat tertawa mereka yang hadir.

Selain tenaga angin, Presiden menuturkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi baru terbarukan lainnya, baik panas bumi (geotermal), energi matahari, hingga energi air.

"Panas bumi atau geotermal yang kita memiliki potensi sebanyak 29.000 MW dan baru dikerjakan kurang lebih 2.000 MW. Artinya, 10 persennya pun belum. Kemudian kita memiliki pembangkit listrik tenaga matahari, pembangkit listrik tenaga air yang saya kira potensinya juga sangat besar," lanjutnya.

Dengan diresmikannya PLTB di Sidrap ini, Presiden berharap target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 bisa diselesaikan. Di samping itu, peresmian proyek-proyek infrastruktur ketenagalistrikan juga bertujuan untuk memenuhi rasio elektrifikasi di Indonesia.

"Artinya, sekali lagi, dengan peresmian pembangkit listrik tenaga bayu di Kabupaten Sidrap ini kita ingin memberikan sebuah komitmen bahwa 23 persen di tahun 2025 itu akan bisa tercapai," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com