Selasa, 17 Juli 2018 | 13:10 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

Gaya Hidup / Kesehatan

Batasan konsumsi popcorn

Selasa, 03 Juli 2018 - 08:55 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
ilustrasi. Foto:  https://bit.ly/2MIZdjS
ilustrasi. Foto: https://bit.ly/2MIZdjS

Elshinta.com - Apakah Anda suka mengonsumsi popcorn setiap hari? Jika iya, sebaiknya perhatikan kalori dari popcorn yang disajikan terutama jika Anda membelinya di suatu tempat. 

Popcorn tanpa mentega yang dijual di pasaran dilaporkan mengandung 200 hingga lebih dari 1.000 kalori, tergantung ukurannya. Tiga cangkir popcorn dianggap takaran yang idel. Ukuran porsi ini mengandung 1 gram lemak, 3,5 gram serat, 2 miligram sodium, di bawah 100 kalori. Namun, perlu diingat bahwa angka-angka ini dapat meningkat secara signifikan ketika rasa yang kuat ditambahkan ke popcorn.

Apa lagi yang harus Anda ketahui tentang rasa popcorn?

Topping rasa mentega mengandung sejumlah lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Rasa kuat lainnya juga harus dikonsumsi dalam batasan, menurut ahli diet Dr. Laura Jeffers dari Cleveland Clinic. "Gula yang terbakar di microwave, jadi popcorn manis berasal dari pemanis buatan. Varietas pra-paket seperti karamel lebih merupakan camilan dan kurang disebut camilan sehat. Hal-hal seperti minyak truffle dan bubuk keju biasanya tidak terbuat dari truffle atau keju, tetapi dari bahan kimia dan bumbu buatan," imbuh dia. 

Sedikit bahan seperti paprika, keju parmesan, lada lemon, dan bubuk jahe adalah beberapa contoh bahan sehat yang bisa Anda tambahkan ke dalam popcorn. Demikian seperti dilansir Antara dari Medical Daily.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 13:07 WIB

Wapres: KPK banyak pasien, BPKP tidak efektif

Politik | 17 Juli 2018 - 12:58 WIB

PWNU Jambi dukung Said Aqil jadi cawapres Jokowi

Politik | 17 Juli 2018 - 12:36 WIB

Gerindra-PKS-PAN susun rancangan kabinet sejak dini

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 12:12 WIB

Menhub: Kendaraan bermuatan lebih akibatkan ekonomi biaya tinggi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com