Selasa, 11 Desember 2018 | 10:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Harga minyak berakhir lebih tinggi

Rabu, 04 Juli 2018 - 07:59 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2tT0ttK
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2tT0ttK

Elshinta.com - Harga minyak mentah berakhir sedikit lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), dalam sesi perdagangan yang volatil di mana harga patokan AS melewati 75 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, sebelum berbalik negatif dan kemudian menutup turun.

Mengutip dari Antara, harga minyak menguat di awal sesi akibat kekhawatiran pasokan, kemudian turun karena para pedagang mengambil keuntungan menjelang liburan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli, dan berpendapat bahwa kekurangan pasokan global tidak akan bertahan lama seperti yang diperkirakan.

Minyak mentah memangkas kerugiannya di akhir sesi, berbalik positif karena sentimen pasar bahwa gangguan pasokan tidak akan berakhir lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Harga patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus meningkat 0,20 dolar AS, menjadi menetap di 74,14 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah AS "rebound" dari terendah sesi di 72,73 dolar AS per barel. Pada awal perdagangan, kontrak WTI naik menjadi 75,27 dolar AS per barel, tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir. Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 0,46 dolar AS, menjadi ditutup pada 77,76 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, setelah diperdagangkan di terendah 76,67 dolar AS dan tertinggi 78,85 dolar AS per barel.

Dalam perdagangan pasca-penyelesaian perdagangan, harga minyak memperpanjang kenaikannya setelah American Petroleum Institute (API) mengatakan stok minyak mentah turun lebih besar dari yang diperkirakan pekan lalu. Data persediaan minyak dari Badan Informasi Energi AS (EIA) diperkirakan dirilis pada Kamis (5/7) setelah penundaan karena liburan 4 Juli, Demikian Reuters.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com - Harga minyak mentah berakhir sedikit lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), dalam sesi perdagangan yang volatil di mana harga patokan AS melewati 75 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, sebelum berbalik negatif dan kemudian menutup turun.

Mengutip dari Antara, harga minyak menguat di awal sesi akibat kekhawatiran pasokan, kemudian turun karena para pedagang mengambil keuntungan menjelang liburan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli, dan berpendapat bahwa kekurangan pasokan global tidak akan bertahan lama seperti yang diperkirakan.

Minyak mentah memangkas kerugiannya di akhir sesi, berbalik positif karena sentimen pasar bahwa gangguan pasokan tidak akan berakhir lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Harga patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus meningkat 0,20 dolar AS, menjadi menetap di 74,14 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah AS "rebound" dari terendah sesi di 72,73 dolar AS per barel. Pada awal perdagangan, kontrak WTI naik menjadi 75,27 dolar AS per barel, tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir. Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 0,46 dolar AS, menjadi ditutup pada 77,76 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, setelah diperdagangkan di terendah 76,67 dolar AS dan tertinggi 78,85 dolar AS per barel.

Dalam perdagangan pasca-penyelesaian perdagangan, harga minyak memperpanjang kenaikannya setelah American Petroleum Institute (API) mengatakan stok minyak mentah turun lebih besar dari yang diperkirakan pekan lalu. Data persediaan minyak dari Badan Informasi Energi AS (EIA) diperkirakan dirilis pada Kamis (5/7) setelah penundaan karena liburan 4 Juli, Demikian Reuters.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

Harga minyak kembali jatuh

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:17 WIB

Dolar AS menguat di tengah ketidakpastian Brexit

Senin, 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com