Rabu, 26 September 2018 | 14:49 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Harga minyak berakhir lebih tinggi

Rabu, 04 Juli 2018 - 07:59 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2tT0ttK
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2tT0ttK

Elshinta.com - Harga minyak mentah berakhir sedikit lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), dalam sesi perdagangan yang volatil di mana harga patokan AS melewati 75 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, sebelum berbalik negatif dan kemudian menutup turun.

Mengutip dari Antara, harga minyak menguat di awal sesi akibat kekhawatiran pasokan, kemudian turun karena para pedagang mengambil keuntungan menjelang liburan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli, dan berpendapat bahwa kekurangan pasokan global tidak akan bertahan lama seperti yang diperkirakan.

Minyak mentah memangkas kerugiannya di akhir sesi, berbalik positif karena sentimen pasar bahwa gangguan pasokan tidak akan berakhir lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Harga patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus meningkat 0,20 dolar AS, menjadi menetap di 74,14 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah AS "rebound" dari terendah sesi di 72,73 dolar AS per barel. Pada awal perdagangan, kontrak WTI naik menjadi 75,27 dolar AS per barel, tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir. Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 0,46 dolar AS, menjadi ditutup pada 77,76 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, setelah diperdagangkan di terendah 76,67 dolar AS dan tertinggi 78,85 dolar AS per barel.

Dalam perdagangan pasca-penyelesaian perdagangan, harga minyak memperpanjang kenaikannya setelah American Petroleum Institute (API) mengatakan stok minyak mentah turun lebih besar dari yang diperkirakan pekan lalu. Data persediaan minyak dari Badan Informasi Energi AS (EIA) diperkirakan dirilis pada Kamis (5/7) setelah penundaan karena liburan 4 Juli, Demikian Reuters.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 14:42 WIB

Penarik bentor siap wujudkan Pemilu damai

Kriminalitas | 26 September 2018 - 14:34 WIB

Tahun 2018, kasus narkoba di Kudus meningkat

Pemilihan Presiden 2019 | 26 September 2018 - 14:25 WIB

Sandiaga tegaskan fokus pada isu ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 14:03 WIB

Presiden ingatkan Pemilu tidak jadi alasan perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 13:54 WIB

Mendagri temui Ombudsman klarifikasi persoalan Ibu Kota Maybrat

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 26 September 2018 - 09:43 WIB

Pemrotes Palestina tewas dalam bentrokan di Gaza

Rabu, 26 September 2018 - 07:19 WIB

Wapres JK ungkap `kondisi` Trump di Sidang Umum PBB

Senin, 24 September 2018 - 07:18 WIB

Wapres JK di New York hadiri Sidang Majelis Umum PBB

Minggu, 23 September 2018 - 18:48 WIB

Komnas HAM Malaysia tolak perkawinan sejenis

Minggu, 23 September 2018 - 16:38 WIB

Ratusan ribu orang terjebak tanpa listrik di Ottawa

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com