Rabu, 26 September 2018 | 14:47 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Ekonomi

Amien Rais sebut konsep ekonomi Jokowi gagal

Rabu, 04 Juli 2018 - 14:57 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Foto: Dody Handoko/Elshinta.com
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengatakan konsep ekonomi pemerintahan Presiden Jokowi atau Jokowinomics gagal. 

"Menurut saya Jokowinomics itu memang belum berhasil. Kalau saya katakan gagal, masih ada 8 bulan lagi sampai Pilpres, siapa tahu ada keajaiban, sukses," ujarnya di kantor Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/7), seperti dilaporkan Reporter Elshinta. Dody Handoko.

Menurutnya, kinerja pemerintahan Jokowi masih diskriminatif. “Jadi saya melihat pangkal permasalahan bangsa ini adalah beberapa pucuk pimpinan itu menerapkan demokrasi tapi isinya diskriminasi," paparnya.

Dikatakannya, contoh bentuk diskriminasi adalah dalam penegakan hukum, masih tebang pilih. "Lihat apa yang tidak tebang pilih di negeri kita ini? Lihat hukum yang kecil dikejar-kejar, yang gede mana mungkin," ucapnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 14:42 WIB

Penarik bentor siap wujudkan Pemilu damai

Kriminalitas | 26 September 2018 - 14:34 WIB

Tahun 2018, kasus narkoba di Kudus meningkat

Pemilihan Presiden 2019 | 26 September 2018 - 14:25 WIB

Sandiaga tegaskan fokus pada isu ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 14:03 WIB

Presiden ingatkan Pemilu tidak jadi alasan perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 13:54 WIB

Mendagri temui Ombudsman klarifikasi persoalan Ibu Kota Maybrat

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com