Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Menteri PPPA minta anak diberi ruang partisipasi

Kamis, 05 Juli 2018 - 12:16 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise. Sumber foto: https://bit.ly/2tTACli
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise. Sumber foto: https://bit.ly/2tTACli

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise mengatakan, anak-anak Indonesia harus diberi kesempatan dan ruang seluas-luasnya untuk berpartisipasi dalam upaya pengembangan diri dan menggali potensi yang ada pada dirinya.

"Menjadi tanggung jawab pemerintah, lembaga dan masyarakat untuk memfasilitasi itu," kata Yohana melalui siaran pers dari Kementerian PPPA yang dilansir Antara di Jakarta, Kamis (5/7).

Menurut Yohana, waktu efektif anak untuk belajar, bermain dan bergaul banyak teralihkan oleh perkembangan teknologi yang dikhawatirkan memicu anak menjadi egois, tidak peka terhadap lingkungan dan terpapar informasi yang tidak layak. Untuk mencegah hal tersebut, Yohana mengajak anak-anak mengembangkan aktivitas lain yang dapat memacu kreativitas.

Karena itu, Yohana memuji peserta dan pengurus Pelayanan Anak Remaja (PAR) Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang menyelenggarakan Jambore V PAR GMIT 2018 di Jemaat Alfa Omega Labat, Klasis Kota Kupang. Yohana mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan dari upaya memenuhi hak anak atas pemanfaatan waktu luang, kreatifitas dan budaya.

"Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat Kota Kupang untuk menjadi Kota Layak Anak," tuturnya.

Yohana mendorong lembaga keagamaan berperan mengusung kegiatan yang dapat membantu anak mengembangkan potensi, berorganisasi dan berperilaku positif.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Hukum | 14 Desember 2018 - 20:58 WIB

Belum berizin, Mapolres Kudus baru digugat ke pengadilan

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise mengatakan, anak-anak Indonesia harus diberi kesempatan dan ruang seluas-luasnya untuk berpartisipasi dalam upaya pengembangan diri dan menggali potensi yang ada pada dirinya.

"Menjadi tanggung jawab pemerintah, lembaga dan masyarakat untuk memfasilitasi itu," kata Yohana melalui siaran pers dari Kementerian PPPA yang dilansir Antara di Jakarta, Kamis (5/7).

Menurut Yohana, waktu efektif anak untuk belajar, bermain dan bergaul banyak teralihkan oleh perkembangan teknologi yang dikhawatirkan memicu anak menjadi egois, tidak peka terhadap lingkungan dan terpapar informasi yang tidak layak. Untuk mencegah hal tersebut, Yohana mengajak anak-anak mengembangkan aktivitas lain yang dapat memacu kreativitas.

Karena itu, Yohana memuji peserta dan pengurus Pelayanan Anak Remaja (PAR) Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang menyelenggarakan Jambore V PAR GMIT 2018 di Jemaat Alfa Omega Labat, Klasis Kota Kupang. Yohana mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan dari upaya memenuhi hak anak atas pemanfaatan waktu luang, kreatifitas dan budaya.

"Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat Kota Kupang untuk menjadi Kota Layak Anak," tuturnya.

Yohana mendorong lembaga keagamaan berperan mengusung kegiatan yang dapat membantu anak mengembangkan potensi, berorganisasi dan berperilaku positif.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com