Selasa, 11 Desember 2018 | 17:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Tim Vipers Polres Tangsel tangkap pelaku pembunuh buruh pabrik

Kamis, 05 Juli 2018 - 15:23 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Istimewa. Foto: Selly Loamena/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Selly Loamena/Radio Elshinta

Elshinta.com - Setelah dilakukan pengejaran selama tiga hari, akhirnya Tim Viper Polres Tangerang Selatan berhasil menangkap pelaku pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya korban bernama Iwan Wahyuda (36). Korban meninggal setelah mendapat serangan dari para pelaku enggan cara menyabetkan parang keseluruh tubuh korban, hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Menurut keterangan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdi Irawan mengatakan kalau korban meninggal ditempat kejadian, yaitu di sebuah bengkel tepatnya di Jalan Raya Pagedangan, Kampung Kelapa Rt 01/05, Desa Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. “Korban bersimbah arah dengan banyak luka menganga disekujur tubuhnya. Menurut keterangan saksi, korban saat masuk kedalam bengkel diikuti oleh pelaku dan langsung melakukan penyerangan secara membabi buta dengan menggunakan parang,” katanya kepada wartawan termasuk Kontributor Elshinta, Selly Loamena, Kamis (5/7).

Dijelaskan Kapolres, setelah dilakukan pengejaran pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Jalan Raya Situ Terate Kampung Patikus, Desa Situ Terate, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. “Kami mendapatkan infomasi dimana lokasi tersebut terindetifikasi bahwa pelaku berada disekitaran Cikande-Serang, dan Tim Viper segera menuju kelokasi. Benar, ternyata para pelaku sedang berada dilokasi kemudian berhasil membekuk pelaku,” jelasnya.
 
Diketahui pelaku berinisial ST alias Bula dan ANW alias Bebek menurut pengakuannya kepada petugas, ST adalah teman korban bekerja disebuah pabrik dikawasan Tangerang Selatan. Namun karena korban sering mengancam, maka timbulah dendam kemudian pelaku berniat untuk memberikan pelajaran.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yuriko mengatakan kalau para pelaku mempunyai peran masing-masing. “Untuk pelaku ST sebagai eksekutor, sedangkan pelaku ANW membantu ST dalam melakukan tindakan kejahatan,” katanya. 

Ditambahkan AKP Alexander Yuriko para pelaku ini terpaksa dilakukan tindakan tegas karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat dilakukan penangkapan. “Dengan mengedepankan asas Nesesitas dan Proporsionalitas, personel Team Vipers kemudian melakukan tindakan tegas terukur dengan meletuskan senjata api Dinas dan mengenai kedua kaki para tersangka,” ujarnya kembali. 

Tersangka kini mendakam di tahanan Polres Tangerang Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu penganiayaan dan pembunuhan dengan perencanaan (pasal 340) dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara atau maksimal mati.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 17:08 WIB

Oknum Rutan Cipinang bantu pelarian napi diminta dihukum berat

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:54 WIB

Pemerintah apresiasi pemda siapkan data untuk kebijakan satu peta

Hukum | 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Pembangunan | 11 Desember 2018 - 16:36 WIB

Presiden sebut proyek infrastruktur antre untuk diresmikan

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

Startup | 11 Desember 2018 - 16:06 WIB

Manfaat kompetisi bagi perkembangan startup

Elshinta.com - Setelah dilakukan pengejaran selama tiga hari, akhirnya Tim Viper Polres Tangerang Selatan berhasil menangkap pelaku pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya korban bernama Iwan Wahyuda (36). Korban meninggal setelah mendapat serangan dari para pelaku enggan cara menyabetkan parang keseluruh tubuh korban, hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Menurut keterangan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdi Irawan mengatakan kalau korban meninggal ditempat kejadian, yaitu di sebuah bengkel tepatnya di Jalan Raya Pagedangan, Kampung Kelapa Rt 01/05, Desa Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. “Korban bersimbah arah dengan banyak luka menganga disekujur tubuhnya. Menurut keterangan saksi, korban saat masuk kedalam bengkel diikuti oleh pelaku dan langsung melakukan penyerangan secara membabi buta dengan menggunakan parang,” katanya kepada wartawan termasuk Kontributor Elshinta, Selly Loamena, Kamis (5/7).

Dijelaskan Kapolres, setelah dilakukan pengejaran pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Jalan Raya Situ Terate Kampung Patikus, Desa Situ Terate, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. “Kami mendapatkan infomasi dimana lokasi tersebut terindetifikasi bahwa pelaku berada disekitaran Cikande-Serang, dan Tim Viper segera menuju kelokasi. Benar, ternyata para pelaku sedang berada dilokasi kemudian berhasil membekuk pelaku,” jelasnya.
 
Diketahui pelaku berinisial ST alias Bula dan ANW alias Bebek menurut pengakuannya kepada petugas, ST adalah teman korban bekerja disebuah pabrik dikawasan Tangerang Selatan. Namun karena korban sering mengancam, maka timbulah dendam kemudian pelaku berniat untuk memberikan pelajaran.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yuriko mengatakan kalau para pelaku mempunyai peran masing-masing. “Untuk pelaku ST sebagai eksekutor, sedangkan pelaku ANW membantu ST dalam melakukan tindakan kejahatan,” katanya. 

Ditambahkan AKP Alexander Yuriko para pelaku ini terpaksa dilakukan tindakan tegas karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat dilakukan penangkapan. “Dengan mengedepankan asas Nesesitas dan Proporsionalitas, personel Team Vipers kemudian melakukan tindakan tegas terukur dengan meletuskan senjata api Dinas dan mengenai kedua kaki para tersangka,” ujarnya kembali. 

Tersangka kini mendakam di tahanan Polres Tangerang Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu penganiayaan dan pembunuhan dengan perencanaan (pasal 340) dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara atau maksimal mati.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:45 WIB

Mobil tangki LPG terguling di Kebumen

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:10 WIB

Banjir bandang terjang Tiris, Probolinggo

Selasa, 11 Desember 2018 - 13:16 WIB

Longsor di Agam terjadi di 21 lokasi

Selasa, 11 Desember 2018 - 12:57 WIB

Anggota TNI tertabrak KRL tewas akibat lawan arus

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com