Jumat, 16 November 2018 | 15:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Hiburan / Aktual Hiburan

Dinas Pariwisata gelar Sleman Night Cooking Festival

Jumat, 06 Juli 2018 - 09:06 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Candi Prambanan. Sumber foto: https://bit.ly/2KxChYd
Candi Prambanan. Sumber foto: https://bit.ly/2KxChYd

Elshinta.com - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan "Sleman Night Cooking Festival" di pelataran situs Candi Banyunibo, Prambanan, 28 Juli 2018.

"Ini merupakan kompetisi masak malam hari yang pertama di Indonesia dengan hadiah yang paling besar," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Jumat (6/7).

Dihimpun dari Antara, menurut dia, dalam lomba memasak dengan tagline "Rasakan Sensasi Memasak di Bawah Taburan Bintang-bintang" ini memperebutkan total hadiah Rp50 juta. Di mana juara pertama akan mendapatkan hadiah Rp20 juta, juara dua Rp10 juta dan juara tiga Rp5 juta, serta ada juga juara favorit yang akan mendapat Rp3 juta.

Ia mengatakan, event lomba memasak ini juga sebagai pendukung dan untuk memeriahkan event "Sleman Temple Run 2018" yang digelar pada 29 Juli 2018 pukul 06.00 WIB dengan start dan finish di Kawasan Candi Banyunibo Prambanan, sehingga semua peserta akan menikmati sensasi lomba memasak malam hari.

"Masing-masing tim maksimal lima orang yang akan dibagi dalam kategori umum, pelajar dan untuk kelas hotel, restoran dan kafe (horeka)," katanya.

Ia mengatakan, konsep yang diusung memang beda dengan lomba masak konvensional, yaitu lebih mengutamakan kualitas dan rasa masakan serta kemasan dari masakan tersebut agar memiliki nilai ekonomis.

"Apa gunanya bisa masak enak kalau tidak diketahui publik dan bisa dijual. Maka kami juga mengangkat bagaimana kemasan yang sehat, dan menarik. Jago masak kalau tidak dikemas dan dijual tidak asik," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 15:15 WIB

Komnas HAM beri masukan ke Presiden soal KSAD baru

Lingkungan | 16 November 2018 - 15:06 WIB

Banyak program restorasi gambut gagal, ini penyebabnya

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Elshinta.com - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan "Sleman Night Cooking Festival" di pelataran situs Candi Banyunibo, Prambanan, 28 Juli 2018.

"Ini merupakan kompetisi masak malam hari yang pertama di Indonesia dengan hadiah yang paling besar," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Jumat (6/7).

Dihimpun dari Antara, menurut dia, dalam lomba memasak dengan tagline "Rasakan Sensasi Memasak di Bawah Taburan Bintang-bintang" ini memperebutkan total hadiah Rp50 juta. Di mana juara pertama akan mendapatkan hadiah Rp20 juta, juara dua Rp10 juta dan juara tiga Rp5 juta, serta ada juga juara favorit yang akan mendapat Rp3 juta.

Ia mengatakan, event lomba memasak ini juga sebagai pendukung dan untuk memeriahkan event "Sleman Temple Run 2018" yang digelar pada 29 Juli 2018 pukul 06.00 WIB dengan start dan finish di Kawasan Candi Banyunibo Prambanan, sehingga semua peserta akan menikmati sensasi lomba memasak malam hari.

"Masing-masing tim maksimal lima orang yang akan dibagi dalam kategori umum, pelajar dan untuk kelas hotel, restoran dan kafe (horeka)," katanya.

Ia mengatakan, konsep yang diusung memang beda dengan lomba masak konvensional, yaitu lebih mengutamakan kualitas dan rasa masakan serta kemasan dari masakan tersebut agar memiliki nilai ekonomis.

"Apa gunanya bisa masak enak kalau tidak diketahui publik dan bisa dijual. Maka kami juga mengangkat bagaimana kemasan yang sehat, dan menarik. Jago masak kalau tidak dikemas dan dijual tidak asik," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 13:15 WIB

Anang sesalkan karya film jadi obyek politisasi

Selasa, 13 November 2018 - 07:55 WIB

Jennie: Debut solo saya bagian dari musik BLACKPINK

Selasa, 13 November 2018 - 07:47 WIB

Zayn Malik ungkap dirinya bukan seorang Muslim

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com