Kurangi risiko lakalantas, mahasiswa Unej temuan alat deteksi kelelahan
Jumat, 06 Juli 2018 - 14:16 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Penemuan alat deteksi kelelahan oleh Mahasiswa fakultas Teknik Elektronik universitas Jember (Unej) yang dapat mengurangi angka kecelakaan berlalulintas. Alat yang diberi nama Hepinar tersebut terhubung antara kerja otak, denyut nadi ke mesin motor bagian kabulator kendaraan yang sudah diberi alat fibrasi sebagai penangkap akhir dalam kinerja alat deteksi kelelahan.

Kepada Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Jumat (5/7), mahasiwa jurusan Teknik Elektronik Unej Malikul Fanani mengatakan, alat itu dikemas dalam helm standar tersambung kabel ke rangakaian alat yang terpandang di sepeda motor dan kerjanya bisa aktif manakala gelombang teta mengirim pesan. 

"Denyut nadi orang lelah rata-rata di bawah 80 kali per menit menjadi penunjang aktifnya radio frekuensi yang akan mengaktifkan kerja alat untuk memperlambat laju kendaraan dan menyalakan lampu sen bagian kiri kendaraan, dengan laju yang terus turun dan lampu sen kiri menyala maka kendaraan yang di belakang untuk mendahului," kata Malikul Fanani yang didampingi teman se trik yaitu Kukuh Priambodo dan Iklil Sulaiman.

Dalam kesempatan yang sama Iklil Sulaiman Mahasiswa asal kabupaten Probolinggo menjelaskan keunggulan lain rakitan alat yang dilakukan tiga mahasiswa Unej itu dapat mengirim pesan kepada keluarganya atau aparat kepolisian bilamana pengguna kendaraan memerlukan bantuan emergency melalui tombol yang harus ditekan. Sedangkan kelemahan alat ini tidak bisa bekerja jika pemakai helm menggunakan jilbab atau kerudung karena alat sensor yang terpasang di bagian tali helm tidak bersentuhan langsung dengan kulit yang terhalang hijab.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 14 April 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian terhadap bata yang ada di S...
Kamis, 11 April 2019 - 08:51 WIB
Elshinta.com - Pihak Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Ditjen Kebudayaan Kem...
Senin, 08 April 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Situs batu berbentuk benteng keraton ditemukan di Kampung Ciputat, Desa Kutamana...
Minggu, 07 April 2019 - 15:33 WIB
Elshinta.com -National Science Foundation dari Amerika Serikat menjadwalkan konferensi pers di ...
Selasa, 02 April 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com -Sekelompok ilmuwan dari Universitas Kansas dan Universitas Manchester, menemukan ...
Kamis, 28 Maret 2019 - 17:24 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasi...
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk t...
Selasa, 19 Februari 2019 - 18:19 WIB
Elshinta.com -Ada sekitar 457 jenis nyamuk di Indonesia namun hanya sebagian kecil yang mengang...
Sabtu, 16 Februari 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com -Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau, meluncurkan wisata Gerhana Matahari Cin...
Rabu, 13 Februari 2019 - 07:14 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menyebut...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)