Senin, 17 Desember 2018 | 15:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Sains

Kurangi risiko lakalantas, mahasiswa Unej temuan alat deteksi kelelahan

Jumat, 06 Juli 2018 - 14:16 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Penemuan alat deteksi kelelahan oleh Mahasiswa fakultas Teknik Elektronik universitas Jember (Unej) yang dapat mengurangi angka kecelakaan berlalulintas. Alat yang diberi nama Hepinar tersebut terhubung antara kerja otak, denyut nadi ke mesin motor bagian kabulator kendaraan yang sudah diberi alat fibrasi sebagai penangkap akhir dalam kinerja alat deteksi kelelahan.

Kepada Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Jumat (5/7), mahasiwa jurusan Teknik Elektronik Unej Malikul Fanani mengatakan, alat itu dikemas dalam helm standar tersambung kabel ke rangakaian alat yang terpandang di sepeda motor dan kerjanya bisa aktif manakala gelombang teta mengirim pesan. 

"Denyut nadi orang lelah rata-rata di bawah 80 kali per menit menjadi penunjang aktifnya radio frekuensi yang akan mengaktifkan kerja alat untuk memperlambat laju kendaraan dan menyalakan lampu sen bagian kiri kendaraan, dengan laju yang terus turun dan lampu sen kiri menyala maka kendaraan yang di belakang untuk mendahului," kata Malikul Fanani yang didampingi teman se trik yaitu Kukuh Priambodo dan Iklil Sulaiman.

Dalam kesempatan yang sama Iklil Sulaiman Mahasiswa asal kabupaten Probolinggo menjelaskan keunggulan lain rakitan alat yang dilakukan tiga mahasiswa Unej itu dapat mengirim pesan kepada keluarganya atau aparat kepolisian bilamana pengguna kendaraan memerlukan bantuan emergency melalui tombol yang harus ditekan. Sedangkan kelemahan alat ini tidak bisa bekerja jika pemakai helm menggunakan jilbab atau kerudung karena alat sensor yang terpasang di bagian tali helm tidak bersentuhan langsung dengan kulit yang terhalang hijab.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:14 WIB

Tito: Polri harus beradaptasi dengan perkembangan zaman

Hankam | 17 Desember 2018 - 15:06 WIB

Polri kerahkan 84 ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

Aktual SDGs | 17 Desember 2018 - 14:57 WIB

Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai

Bencana Alam | 17 Desember 2018 - 14:45 WIB

Kementerian ESDM laporkan capaian tim siaga bencana Sulteng

Elshinta.com - Penemuan alat deteksi kelelahan oleh Mahasiswa fakultas Teknik Elektronik universitas Jember (Unej) yang dapat mengurangi angka kecelakaan berlalulintas. Alat yang diberi nama Hepinar tersebut terhubung antara kerja otak, denyut nadi ke mesin motor bagian kabulator kendaraan yang sudah diberi alat fibrasi sebagai penangkap akhir dalam kinerja alat deteksi kelelahan.

Kepada Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Jumat (5/7), mahasiwa jurusan Teknik Elektronik Unej Malikul Fanani mengatakan, alat itu dikemas dalam helm standar tersambung kabel ke rangakaian alat yang terpandang di sepeda motor dan kerjanya bisa aktif manakala gelombang teta mengirim pesan. 

"Denyut nadi orang lelah rata-rata di bawah 80 kali per menit menjadi penunjang aktifnya radio frekuensi yang akan mengaktifkan kerja alat untuk memperlambat laju kendaraan dan menyalakan lampu sen bagian kiri kendaraan, dengan laju yang terus turun dan lampu sen kiri menyala maka kendaraan yang di belakang untuk mendahului," kata Malikul Fanani yang didampingi teman se trik yaitu Kukuh Priambodo dan Iklil Sulaiman.

Dalam kesempatan yang sama Iklil Sulaiman Mahasiswa asal kabupaten Probolinggo menjelaskan keunggulan lain rakitan alat yang dilakukan tiga mahasiswa Unej itu dapat mengirim pesan kepada keluarganya atau aparat kepolisian bilamana pengguna kendaraan memerlukan bantuan emergency melalui tombol yang harus ditekan. Sedangkan kelemahan alat ini tidak bisa bekerja jika pemakai helm menggunakan jilbab atau kerudung karena alat sensor yang terpasang di bagian tali helm tidak bersentuhan langsung dengan kulit yang terhalang hijab.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Senin, 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 17:44 WIB

Kominfo dorong SDM Indonesia kuasai bidang robotik

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com