Senin, 17 Desember 2018 | 15:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Sains

DKI Jakarta kembali raih juara umum OSN 2018

Sabtu, 07 Juli 2018 - 18:22 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Suasana pembukaan acara Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 di Padang. Sumber foto: https://bit.ly/2u0veg7
Suasana pembukaan acara Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 di Padang. Sumber foto: https://bit.ly/2u0veg7

Elshinta.com - Provinsi DKI Jakarta kembali meraih juara umum pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat, 1-7 Juli.

Siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (7/7), menyebutkan DKI Jakarta meraih sebanyak 19 medali emas, 24 medali perak, dan 29 medali perunggu. Sementara untuk juara kedua OSN 2018 diraih oleh Provinsi Jawa Timur dengan perolehan 13 medali emas, 18 medali perak, dan 26 medali perunggu. Provinsi Banten berada di peringkat ketiga dengan perolehan 11 medali emas, 14 medali perak, dan 11 medali perunggu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang medali dan juara umum dalam OSN 2018. Mendikbud berharap agar para peserta OSN ini melanjutkan studinya tetap di bidang sains pada jenjang pendidikan berikutnya serta ke depan menjadikan sains sebagai pilihan hidupnya.

"Kelak 30 tahun atau 40 tahun yang akan datang akan muncul ilmuwan-ilmuwan yang berasal dari OSN ini," kata dia.

OSN ke-17 kali ini diikuti oleh 1.433 siswa terbaik yang mewakili provinsinya masing-masing, mulai dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Mereka berlomba di 11 bidang yang meliputi matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, infomatika/komputer, kimia, biologi, kebumian, geografi, astronomi, dan ekonomi.

Mendikbud mengungkapkan, pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, lapangan terbang, dan lainnya. Infrastruktur itu tak akan ada manfaatnya jika tidak disiapkan dengan sungguh-sungguh sumber daya manusia yang mengoperasikan infrastruktur tersebut. "Kita butuh menyiapkan teknokrat-teknokrat yang akan mengisi teknostruktur dan kita butuh orang-orang yang menguasai teknologi itu sekaligus kreatif," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:14 WIB

Tito: Polri harus beradaptasi dengan perkembangan zaman

Hankam | 17 Desember 2018 - 15:06 WIB

Polri kerahkan 84 ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

Aktual SDGs | 17 Desember 2018 - 14:57 WIB

Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai

Bencana Alam | 17 Desember 2018 - 14:45 WIB

Kementerian ESDM laporkan capaian tim siaga bencana Sulteng

Elshinta.com - Provinsi DKI Jakarta kembali meraih juara umum pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat, 1-7 Juli.

Siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (7/7), menyebutkan DKI Jakarta meraih sebanyak 19 medali emas, 24 medali perak, dan 29 medali perunggu. Sementara untuk juara kedua OSN 2018 diraih oleh Provinsi Jawa Timur dengan perolehan 13 medali emas, 18 medali perak, dan 26 medali perunggu. Provinsi Banten berada di peringkat ketiga dengan perolehan 11 medali emas, 14 medali perak, dan 11 medali perunggu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang medali dan juara umum dalam OSN 2018. Mendikbud berharap agar para peserta OSN ini melanjutkan studinya tetap di bidang sains pada jenjang pendidikan berikutnya serta ke depan menjadikan sains sebagai pilihan hidupnya.

"Kelak 30 tahun atau 40 tahun yang akan datang akan muncul ilmuwan-ilmuwan yang berasal dari OSN ini," kata dia.

OSN ke-17 kali ini diikuti oleh 1.433 siswa terbaik yang mewakili provinsinya masing-masing, mulai dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Mereka berlomba di 11 bidang yang meliputi matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, infomatika/komputer, kimia, biologi, kebumian, geografi, astronomi, dan ekonomi.

Mendikbud mengungkapkan, pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, lapangan terbang, dan lainnya. Infrastruktur itu tak akan ada manfaatnya jika tidak disiapkan dengan sungguh-sungguh sumber daya manusia yang mengoperasikan infrastruktur tersebut. "Kita butuh menyiapkan teknokrat-teknokrat yang akan mengisi teknostruktur dan kita butuh orang-orang yang menguasai teknologi itu sekaligus kreatif," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Senin, 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 17:44 WIB

Kominfo dorong SDM Indonesia kuasai bidang robotik

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com