Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Kemenhub dukung integrasi Tol JORR perlancar arus barang

Minggu, 08 Juli 2018 - 18:36 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Tol JORR. Sumber foto: https://bit.ly/2ub84mI
Tol JORR. Sumber foto: https://bit.ly/2ub84mI

Elshinta.com - Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mendukung rencana integrasi Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) guna melancarkan arus logistik keluar dan masuk kendaraan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub R Agus H Purnomo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (8/7), menjelaskan Tol JORR dimaksudkan dapat mendukung efektivitas kelancaran arus barang menuju dan keluar pelabuhan Tanjung Priok terutama bila dilihat dari kawasan industri di Timur Jakarta (Bekasi, Karawang, Cikarang, dan sekitarnya) melalui Tol Cikampek dan menyambung ke Tol JORR menuju Pelabuhan Tg. Priok, sehingga tidak masuk lagi ke dalam Tol Dalam Kota.

"Peningkatan 'ship call' di Terminal New Port Container Terminal (NPCT) 1 dan letak gerbang yang berdekatan dengan jalan mengakibatkan peningkatan volume kendaraan sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas yang tentunya keberadaan Tol JORR ini sangat membantu dan efektif untuk kelancaran arus barang menuju dan keluar Pelabuhan Tanjung Priok," katanya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan terindikasi bahwa supir truk menghindari masuk tol yang menuju dari dan/ke Pelabuhan Tanjung Priok (Tol Akses Priok) terutama di sekitar Bogasari/Airin.

Hal ini disebabkan oleh mahalnya tarif tol yang berlaku (Tol Ruas Kebon Bawang-Rorotan di mana tarif untuk truk golongan V sebesar Rp45.000, untuk jarak kurang lebih 15 kilometer) sehingga truk memilih tidak masuk tol melainkan melalui jalan arteri.

Keberadaan Tol JORR dapat mendukung arus logistik barang dan jasa di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kementerian Perhubungan telah mengirimkan surat kepada Kementerian PUPR meminta agar dapat meninjau kembali pemberlakuan besaran tarif tol ruas Kebon Bawang-Rorotan yang dikelola oleh PT Hutama Karya sehingga akan mendorong truk barang untuk menggunakan layanan Tol JORR untuk kelancaran arus barang masuk dan keluar pelabuhan Tanjung Priok, dikutip dari Antara.

"Diharapkan solusi ini juga dapat mengurangi kemacetan di jalan arteri sehingga dapat menambah kelancaran lalu lintas barang dan jasa," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 22:24 WIB

Program pembangunan infrastruktur pemerintah harus terus didukung

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Elshinta.com - Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mendukung rencana integrasi Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) guna melancarkan arus logistik keluar dan masuk kendaraan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub R Agus H Purnomo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (8/7), menjelaskan Tol JORR dimaksudkan dapat mendukung efektivitas kelancaran arus barang menuju dan keluar pelabuhan Tanjung Priok terutama bila dilihat dari kawasan industri di Timur Jakarta (Bekasi, Karawang, Cikarang, dan sekitarnya) melalui Tol Cikampek dan menyambung ke Tol JORR menuju Pelabuhan Tg. Priok, sehingga tidak masuk lagi ke dalam Tol Dalam Kota.

"Peningkatan 'ship call' di Terminal New Port Container Terminal (NPCT) 1 dan letak gerbang yang berdekatan dengan jalan mengakibatkan peningkatan volume kendaraan sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas yang tentunya keberadaan Tol JORR ini sangat membantu dan efektif untuk kelancaran arus barang menuju dan keluar Pelabuhan Tanjung Priok," katanya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan terindikasi bahwa supir truk menghindari masuk tol yang menuju dari dan/ke Pelabuhan Tanjung Priok (Tol Akses Priok) terutama di sekitar Bogasari/Airin.

Hal ini disebabkan oleh mahalnya tarif tol yang berlaku (Tol Ruas Kebon Bawang-Rorotan di mana tarif untuk truk golongan V sebesar Rp45.000, untuk jarak kurang lebih 15 kilometer) sehingga truk memilih tidak masuk tol melainkan melalui jalan arteri.

Keberadaan Tol JORR dapat mendukung arus logistik barang dan jasa di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kementerian Perhubungan telah mengirimkan surat kepada Kementerian PUPR meminta agar dapat meninjau kembali pemberlakuan besaran tarif tol ruas Kebon Bawang-Rorotan yang dikelola oleh PT Hutama Karya sehingga akan mendorong truk barang untuk menggunakan layanan Tol JORR untuk kelancaran arus barang masuk dan keluar pelabuhan Tanjung Priok, dikutip dari Antara.

"Diharapkan solusi ini juga dapat mengurangi kemacetan di jalan arteri sehingga dapat menambah kelancaran lalu lintas barang dan jasa," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com