Selasa, 11 Desember 2018 | 10:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Badminton

Tontowi/Liliyana: Menang Asian Games mimpi yang belum tercapai

Senin, 09 Juli 2018 - 06:13 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Pasangan ganda campuran pemenang Indonesia Terbuka 2018 Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad (kanan). Sumber Foto: https://bit.ly/2zkR4QR
Pasangan ganda campuran pemenang Indonesia Terbuka 2018 Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad (kanan). Sumber Foto: https://bit.ly/2zkR4QR

Elshinta.com -  Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengatakan salah satu mimpi besarnya yang belum tercapai adalah menjuarai Asian Games dan pada 2018 ini, duet campuran terbaik Indonesia saat ini tersebut akan berusaha mengejarnya.

"Mimpi yang belum tercapai, Asian Games ya, dan di Asian Games Indonesia 2018 ini, kami harap bisa mewujudkannya," kata Liliyana di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7), usai menjuarai Indonesia Terbuka 2018, seperti dikutip dari Antara.

Kendati menjuarai turnamen akbar Indonesia Terbuka 2018 usai mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), dengan skor 21-17, 21-8, pasangan ini menyebut persaingannya tidak akan mudah karena semua pesaing akan fokus ke perhelatan empat tahunan tersebut. "Jadi dari kami sendiri, bagaimana mempersiapkan diri dengan baik, kondisi baik dan fokus agar bisa mendapatkan hasil maksimal," ujar Liliyana.

Kemenangan Indonesia Terbuka 2018 ini sendiri, sekaligus membuat Tontowi/Liliyana berhasil mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun 2017 saat turnamen dilangsungkan di JCC Senayan dan merupakan pertama kalinya menjuarai turnamen tersebut selama dihelat di Istora dalam tujuh kali percobaannya. "Akhirnya setelah sekian lama di Istora kami bisa juara. Pertamanya saya tegang karena banyak penonton, tapi dalam hati saya ada keyakinan untuk menang, karena kami bisa menerapkan pola permainan kami," kata Tontowi.

Bagi Liliyana yang tahun 2018 ini memutuskan pensiun, hasil turnamen ini membuatnya senang karena menghapus kutukan, namun juga sedih karena kemungkinan tahun 2018 ini merupakan yang terakhir kali dia tanding di Indonesia Terbuka. "Maknanya besar buat kami terutama buat saya walaupun tidak mau memikirkan, tapi tetap bertanya kok nggak bisa menang di Istora. Ini pengalaman luar biasa karena saya psati akan merindukan momen ini, triakan-triakan penggemar semuanya akan saya rindukan," kata Liliyana.

Liliyana mengungkapkan walaupun mereka unggul 9-1 dalam rekor pertemuan, namun mereka tak mau lengah dan tetap mempersiapkan diri dengan pelajari video permainan lawan. "Mereka pasti terganggu dengan ramainya supporter, apalagi saya baca statement Goh tentang melawan satu stadion, mungkin dia juga bergetar menghadapi supporter sebanyak itu," ucap Liliyana.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com -  Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengatakan salah satu mimpi besarnya yang belum tercapai adalah menjuarai Asian Games dan pada 2018 ini, duet campuran terbaik Indonesia saat ini tersebut akan berusaha mengejarnya.

"Mimpi yang belum tercapai, Asian Games ya, dan di Asian Games Indonesia 2018 ini, kami harap bisa mewujudkannya," kata Liliyana di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7), usai menjuarai Indonesia Terbuka 2018, seperti dikutip dari Antara.

Kendati menjuarai turnamen akbar Indonesia Terbuka 2018 usai mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), dengan skor 21-17, 21-8, pasangan ini menyebut persaingannya tidak akan mudah karena semua pesaing akan fokus ke perhelatan empat tahunan tersebut. "Jadi dari kami sendiri, bagaimana mempersiapkan diri dengan baik, kondisi baik dan fokus agar bisa mendapatkan hasil maksimal," ujar Liliyana.

Kemenangan Indonesia Terbuka 2018 ini sendiri, sekaligus membuat Tontowi/Liliyana berhasil mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun 2017 saat turnamen dilangsungkan di JCC Senayan dan merupakan pertama kalinya menjuarai turnamen tersebut selama dihelat di Istora dalam tujuh kali percobaannya. "Akhirnya setelah sekian lama di Istora kami bisa juara. Pertamanya saya tegang karena banyak penonton, tapi dalam hati saya ada keyakinan untuk menang, karena kami bisa menerapkan pola permainan kami," kata Tontowi.

Bagi Liliyana yang tahun 2018 ini memutuskan pensiun, hasil turnamen ini membuatnya senang karena menghapus kutukan, namun juga sedih karena kemungkinan tahun 2018 ini merupakan yang terakhir kali dia tanding di Indonesia Terbuka. "Maknanya besar buat kami terutama buat saya walaupun tidak mau memikirkan, tapi tetap bertanya kok nggak bisa menang di Istora. Ini pengalaman luar biasa karena saya psati akan merindukan momen ini, triakan-triakan penggemar semuanya akan saya rindukan," kata Liliyana.

Liliyana mengungkapkan walaupun mereka unggul 9-1 dalam rekor pertemuan, namun mereka tak mau lengah dan tetap mempersiapkan diri dengan pelajari video permainan lawan. "Mereka pasti terganggu dengan ramainya supporter, apalagi saya baca statement Goh tentang melawan satu stadion, mungkin dia juga bergetar menghadapi supporter sebanyak itu," ucap Liliyana.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 16:49 WIB

Cari bibit atlet berbakat, Lumajang perlu perhatian

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:12 WIB

Inasgoc menghemat Rp2,8 triliun

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:29 WIB

Bulls pecat pelatih kepala Fred Hoiberg

Minggu, 02 Desember 2018 - 20:46 WIB

Azzahra pecahkan rekor nasional di IOAC 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com