Senin, 23 Juli 2018 | 05:12 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Olahraga / Badminton

Tontowi/Liliyana: Menang Asian Games mimpi yang belum tercapai

Senin, 09 Juli 2018 - 06:13 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Pasangan ganda campuran pemenang Indonesia Terbuka 2018 Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad (kanan). Sumber Foto: https://bit.ly/2zkR4QR
Pasangan ganda campuran pemenang Indonesia Terbuka 2018 Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad (kanan). Sumber Foto: https://bit.ly/2zkR4QR

Elshinta.com -  Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengatakan salah satu mimpi besarnya yang belum tercapai adalah menjuarai Asian Games dan pada 2018 ini, duet campuran terbaik Indonesia saat ini tersebut akan berusaha mengejarnya.

"Mimpi yang belum tercapai, Asian Games ya, dan di Asian Games Indonesia 2018 ini, kami harap bisa mewujudkannya," kata Liliyana di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7), usai menjuarai Indonesia Terbuka 2018, seperti dikutip dari Antara.

Kendati menjuarai turnamen akbar Indonesia Terbuka 2018 usai mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), dengan skor 21-17, 21-8, pasangan ini menyebut persaingannya tidak akan mudah karena semua pesaing akan fokus ke perhelatan empat tahunan tersebut. "Jadi dari kami sendiri, bagaimana mempersiapkan diri dengan baik, kondisi baik dan fokus agar bisa mendapatkan hasil maksimal," ujar Liliyana.

Kemenangan Indonesia Terbuka 2018 ini sendiri, sekaligus membuat Tontowi/Liliyana berhasil mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun 2017 saat turnamen dilangsungkan di JCC Senayan dan merupakan pertama kalinya menjuarai turnamen tersebut selama dihelat di Istora dalam tujuh kali percobaannya. "Akhirnya setelah sekian lama di Istora kami bisa juara. Pertamanya saya tegang karena banyak penonton, tapi dalam hati saya ada keyakinan untuk menang, karena kami bisa menerapkan pola permainan kami," kata Tontowi.

Bagi Liliyana yang tahun 2018 ini memutuskan pensiun, hasil turnamen ini membuatnya senang karena menghapus kutukan, namun juga sedih karena kemungkinan tahun 2018 ini merupakan yang terakhir kali dia tanding di Indonesia Terbuka. "Maknanya besar buat kami terutama buat saya walaupun tidak mau memikirkan, tapi tetap bertanya kok nggak bisa menang di Istora. Ini pengalaman luar biasa karena saya psati akan merindukan momen ini, triakan-triakan penggemar semuanya akan saya rindukan," kata Liliyana.

Liliyana mengungkapkan walaupun mereka unggul 9-1 dalam rekor pertemuan, namun mereka tak mau lengah dan tetap mempersiapkan diri dengan pelajari video permainan lawan. "Mereka pasti terganggu dengan ramainya supporter, apalagi saya baca statement Goh tentang melawan satu stadion, mungkin dia juga bergetar menghadapi supporter sebanyak itu," ucap Liliyana.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:50 WIB

388 jamaah kloter 1 Embarkasi Medan diberangkatkan

Arestasi | 22 Juli 2018 - 21:27 WIB

Polsek Metro Tanah Abang ungkap kasus penculikan anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:14 WIB

Pemerintah serius perluas penggunaan Biodiesel 20

Hukum | 22 Juli 2018 - 21:05 WIB

Perindo ajukan uji materi UU Pemilu

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com