Jumat, 16 November 2018 | 15:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Otomotif

Tim Sapuangin dari ITS Team 2 Surabaya juara DWC di London

Senin, 09 Juli 2018 - 08:17 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Mobil cons urban karya mahasiswa ITS 10 November Surabaya, Sapuangin, berjaya di Shell Eco-Marathon Drivers World Championship 2018, di London, Minggu kemarin. Sumber Foto:  https://bit.ly/2KWNkq4
Mobil cons urban karya mahasiswa ITS 10 November Surabaya, Sapuangin, berjaya di Shell Eco-Marathon Drivers World Championship 2018, di London, Minggu kemarin. Sumber Foto: https://bit.ly/2KWNkq4

Elshinta.com - Tim mobil hemat energi, Sapuangin, dari tim ITS Team 2, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil keluar sebagai juara di babak final utama Shell Eco-Marathon Drivers World Championship 2018 yang berlangsung di Queen Elizabeth Olympic Park, Stratford, London, Minggu (8/7).

Pada waktu kejuaraan berlangsung dengan hasil itu, cuaca London cerah dan temperatur udara 31 derajad Celcius.

Kendaraan Tim ITS Team 2 yang dikendarai Moch Hafis Habibi, pada saat latihan pagi sebelumnya sempat mengalami kerusakan teknis stang mobil patah akhirnya menjadi juara ajang kompetisi adu cepat antara mobil-mobil hemat energi katagori UrbanConcept terbaik dari seluruh dunia untuk mencari pengemudi terhandal yang paling efisien dalam memakai energi.

Manajer Tim ITS Team 2, Rafi Rasyad, kepada Antara di London, Minggu (9/7), mengakui kemenangan tim Sapuangin juga merupakan kemenangan bagi dua tim Indonesia lainnya yang ikut dalam lomba Shell Eco-Marathon Drivers World Championship 2018 (DWC).

Ketiga tim Indonesia itu berhasil menempati posisi tiga tercepat dalam kompetisi balap DWC Asia yang dihelat usai kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2018, di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Panitia pelaksana sempat memberi pengumuman keliru bahwa pemenang di kategori itu adalah Kanada. Namun hal itu kemudian dikoreksi mereka, bahwa Sapuangin dari Indonesia-lah yang menjadi pemenang. Setelah Sapuangin, diikuti sembilan tim lain, di antaranya Prancis, Amerika Serikat, Kanada, dan Italia serta tiga tim dari Indonesia mewakili Asia.

Global Technical Director Shell Eco-Marathon, Shanna Simmons, mengakui ia merasa bangga tim ITS Team 2 bisa menjuarai DWC tahun ini. "Saya menyaksikan sendiri bagaimana tim berhasil menyelesaikan 10 putaran dan secara resmi menyatakan tim ITS Surabaya sebagai pemenangnya. Kami akan rancang acara khusus buat mereka untuk merayakan kemenangannya ini," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 15:15 WIB

Komnas HAM beri masukan ke Presiden soal KSAD baru

Lingkungan | 16 November 2018 - 15:06 WIB

Banyak program restorasi gambut gagal, ini penyebabnya

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Elshinta.com - Tim mobil hemat energi, Sapuangin, dari tim ITS Team 2, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil keluar sebagai juara di babak final utama Shell Eco-Marathon Drivers World Championship 2018 yang berlangsung di Queen Elizabeth Olympic Park, Stratford, London, Minggu (8/7).

Pada waktu kejuaraan berlangsung dengan hasil itu, cuaca London cerah dan temperatur udara 31 derajad Celcius.

Kendaraan Tim ITS Team 2 yang dikendarai Moch Hafis Habibi, pada saat latihan pagi sebelumnya sempat mengalami kerusakan teknis stang mobil patah akhirnya menjadi juara ajang kompetisi adu cepat antara mobil-mobil hemat energi katagori UrbanConcept terbaik dari seluruh dunia untuk mencari pengemudi terhandal yang paling efisien dalam memakai energi.

Manajer Tim ITS Team 2, Rafi Rasyad, kepada Antara di London, Minggu (9/7), mengakui kemenangan tim Sapuangin juga merupakan kemenangan bagi dua tim Indonesia lainnya yang ikut dalam lomba Shell Eco-Marathon Drivers World Championship 2018 (DWC).

Ketiga tim Indonesia itu berhasil menempati posisi tiga tercepat dalam kompetisi balap DWC Asia yang dihelat usai kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2018, di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Panitia pelaksana sempat memberi pengumuman keliru bahwa pemenang di kategori itu adalah Kanada. Namun hal itu kemudian dikoreksi mereka, bahwa Sapuangin dari Indonesia-lah yang menjadi pemenang. Setelah Sapuangin, diikuti sembilan tim lain, di antaranya Prancis, Amerika Serikat, Kanada, dan Italia serta tiga tim dari Indonesia mewakili Asia.

Global Technical Director Shell Eco-Marathon, Shanna Simmons, mengakui ia merasa bangga tim ITS Team 2 bisa menjuarai DWC tahun ini. "Saya menyaksikan sendiri bagaimana tim berhasil menyelesaikan 10 putaran dan secara resmi menyatakan tim ITS Surabaya sebagai pemenangnya. Kami akan rancang acara khusus buat mereka untuk merayakan kemenangannya ini," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 13:42 WIB

Google Maps miliki fitur kirim pesan

Kamis, 15 November 2018 - 13:37 WIB

Instagram siapkan fitur pelacak waktu bermedia sosial

Minggu, 11 November 2018 - 18:36 WIB

Samsung perkenalkan ponsel lipat W2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com