Jumat, 20 Juli 2018 | 22:53 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Gaya Hidup / Kesehatan

Berciuman berisiko tularkan radang gusi hingga herpes

Senin, 09 Juli 2018 - 09:26 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto:  https://bit.ly/2m80zJP
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2m80zJP

Elshinta.com - Infeksi bisa menyerang kapan saja, termasuk usai dua orang saling bercumbu, meskipun kemungkinannya relatif lebih rendah.
 
Berikut adalah empat jenis infeksi yang dapat ditularkan melalui kontak mulut ke mulut dengan orang yang terinfeksi, seperti dilansir Antara dari Medical Daily: 
 

  • Herpes

Oral herpes, sering disebut sebagai luka dingin, disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Menurut para ahli, infeksi ini paling umum menyebar melalui ciuman dan para perempuan lebih rentan terkena masalah ini ketimbang laki-laki. 
 
Risiko penularan juga lebih tinggi jika ada luka di mulut atau di bibir. Para ahli kesehatan menyarankan Anda segera melihat area mulut sebelum mencium seseorang karena lepuh dan luka yang terkait herpes cukup terlihat.
 

  • Gingivitis

Gingivitis, peradangan pada gusi, adalah bentuk ringan penyakit gusi. Bakteri yang bertanggung jawab menyebabkan radang berpotensi berpindah melalui kontak dengan air liur orang yang terinfeksi.
 
"Mencium seseorang yang memiliki penyakit gusi dapat menyebabkan orang lain yang sebelumnya memiliki konsentrasi rendah bakteri 'jahat' mengalami masalah gigi," kata dokter gigi asal California, Mark Burhenne.
 
Dia menambahkan,  menjaga kebersihan mulut  (menyikat dua kali sehari, flossing, dll.) adalah cara terbaik untuk melindungi diri Anda dari jenis bakteri ini.
 

  • Mononukleosis

Mononukleosis menular, kadang-kadang dikenal sebagai "penyakit berciuman", disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Selain berciuman, penyakit ini bisa ditularkan melalui batuk, bersin, berbagi sikat gigi atau kacamata dan lainnya. 
 
Setelah terinfeksi, seseorang dapat mengalami gejala seperti kelelahan ekstrim, sakit tenggorokan, demam, kehilangan nafsu makan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. 
 
Penyakit ini kemungkinan besar mempengaruhi orang-orang muda berusia 15-30 tahun.
 
Menurut Mayo Clinic, EBV dapat tetap berada di ludah seseorang selama berbulan-bulan setelah infeksi. Oleh karenanya, Anda dianjurkan untuk menghindari mencium orang dan berbagi makanan atau minuman sampai beberapa hari setelah demam mereda.
 

  • Sifilis

Risiko terkena sifilis bisa muncul setelah mencium seseorang. 
"Sifilis adalah kondisi yang sangat menular, dan salah satu keunggulannya adalah perkembangan luka di mulut," kata OB-GYN Antonio Pizarro yang berbasis di Louisiana.
 
Luka akibat sifilis biasanya bulat dan terbuka sehingga dapat membantu bakteri (Treponema pallidum) menyebar melalui kontak dekat. "Setiap kali ada sakit terbuka dan / atau darah, secara teoritis, infeksi dapat ditularkan secara oral," tambah Pizarro.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com