Senin, 19 November 2018 | 04:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK periksa wakil bupati bengkulu selatan

Senin, 09 Juli 2018 - 11:53 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi sebagai saksi kasus suap proyek infrastruktur di Pemkab Bengkulu Selatan, terkait tersangka Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi terkait DIM (Dirwan Mahmud)," ungkapnya di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/7), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Sebelumnya, KPK menetapkan Dirwan sebagai tersangka bersama istrinya, Hendrati serta keponakannya, Nursilawati, kepala seksi di Dinkes Bengkulu Selatan. Mereka diduga menerima suap dari kontraktor bernama Juhari.

Pemberian suap itu berkaitan dengan lima proyek infrastruktur berupa jalan dan jembatan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Dari proyek dengan nilai total Rp750 juta itu, Dirwan mendapatkan commitment fee sebesar 15 persen atau Rp112.500.000. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi sebagai saksi kasus suap proyek infrastruktur di Pemkab Bengkulu Selatan, terkait tersangka Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi terkait DIM (Dirwan Mahmud)," ungkapnya di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/7), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Sebelumnya, KPK menetapkan Dirwan sebagai tersangka bersama istrinya, Hendrati serta keponakannya, Nursilawati, kepala seksi di Dinkes Bengkulu Selatan. Mereka diduga menerima suap dari kontraktor bernama Juhari.

Pemberian suap itu berkaitan dengan lima proyek infrastruktur berupa jalan dan jembatan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Dari proyek dengan nilai total Rp750 juta itu, Dirwan mendapatkan commitment fee sebesar 15 persen atau Rp112.500.000. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com