Sabtu, 21 Juli 2018 | 07:12 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Mendagri serahkan surat tugas Plt Gubernur Aceh

Senin, 09 Juli 2018 - 12:41 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sumber Foto: https://bit.ly/2MX3tMC
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sumber Foto: https://bit.ly/2MX3tMC

Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerahkan surat penugasan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh kepada Wakil Gubernur Nova Iriansyah di Kantor Kemendagri Jakarta, Senin (9/7).

Mendagri mengingatkan terhadap pengelolaan dana Otonomi Khusus di Aceh harus dapat dilihat secara jernih bahwa dana tersebut dimaksudkan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh. "Kita jangan menyandera atau menyudutkan seolah-olah kebijakan dana otsus itu salah, mudah diselewengkan. Permasalahan di Aceh itu lebih kepada faktor pengendalian internal dalam perencanaan anggaran yang ada di Aceh," kata Mendagri dalam sambutannya di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Mendagri juga mengingatkan kepada kedua pelaksana tugas Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah untuk terus meningkatkan kesadaran akan area rawan korupsi, sehingga tidak terulang lagi kejadian memprihatinkan seperti dialami Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Di waktu yang bersamaan, Mendagri juga menyerahkan SK pelaksana tugas Bupati Bener Meriah kepada Wakil Bupati Syarkawi. Keputusan tersebut didasarkan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terkait jabatan plt oleh wagub dan wabup apabila gubernur dan bupati berhalangan sementara.

Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa malam (3/7) di Aceh. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi dan suap terhadap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Daerah Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018.

Selain Irwandi dan Ahmadi, KPK juga menetapkan tersangka dua orang dari pihak swasta, yakni Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal. Mereka ditangkap dengan barang bukti uang tunai senilai Rp500 juta dan bukti transfer ke sejumlah nomor rekening Bank Mandiri dan BCA senilai Rp50 juta, Rp190 juta dan Rp173 juta. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Juli 2018 - 07:12 WIB

Daker Makkah siap sambut jamaah Indonesia

Aktual Olahraga | 21 Juli 2018 - 06:49 WIB

Peter Sagan juara etape ke-13 Tour de France

Aktual Dalam Negeri | 21 Juli 2018 - 06:38 WIB

Ketua DPR: Cegah rencana penjualan aset Pertamina

Musibah | 21 Juli 2018 - 06:26 WIB

Damkar Jakarta Utara evakuasi korban keracunan gas

Aktual Sepakbola | 21 Juli 2018 - 06:15 WIB

Mane ganti nomor punggung 10 di Liverpool

Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com