Rabu, 21 November 2018 | 01:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Waketum Gerindra sebut hoax di medsos perlu diwaspadai

Senin, 09 Juli 2018 - 13:07 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Waketum Gerindra. Foto: Dody H./Elshinta.
Waketum Gerindra. Foto: Dody H./Elshinta.

Elshinta.com - Waketum Gerindra  Fadli Zon mengatakan penyebaran fitnah dan hoax di media sosial seharusnya menjadi hal yang patut diwaspadai.

"Sebenarnya intinya adalah bagaimana menghentikan segala macam fitnah-hoax di media sosial itu lebih penting daripada ungkapan-ungkapan seperti cebong dan kampret," ujarnya di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/7) seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko. 

Ditambahkannya,"Kalau kita berdebat di media sosial itu orangnya jelas, bertanggung jawab, dan tidak menyebarkan fitnah, black campaign, dan sebagainya. Orang boleh berbeda pendapat dan kritis, boleh menegasikan, tapi jangan fitnah," ucapnya.

Ia sepakat istilah  “kecebong dan kampret” yang berkaitan dengan dukungan politik dihilangkan. "Ya, yang memulai siapa? Saya nggak tahu juga. Itu kan bahasa-bahasa yang berkembang di media sosial. Saya kira bagus-bagus saja nggak usah ada penyebutan yang kayak gitu," ucapnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
| 20 November 2018 - 21:31 WIB

157 CPNS Situbondo lulus SKD

Aktual Dalam Negeri | 20 November 2018 - 21:09 WIB

Serikat petani nilai serapan beras Bulog belum maksimal

Aktual Dalam Negeri | 20 November 2018 - 20:48 WIB

Besok, pihak UNPRI dipanggil Polrestabes Medan

Elshinta.com - Waketum Gerindra  Fadli Zon mengatakan penyebaran fitnah dan hoax di media sosial seharusnya menjadi hal yang patut diwaspadai.

"Sebenarnya intinya adalah bagaimana menghentikan segala macam fitnah-hoax di media sosial itu lebih penting daripada ungkapan-ungkapan seperti cebong dan kampret," ujarnya di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/7) seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko. 

Ditambahkannya,"Kalau kita berdebat di media sosial itu orangnya jelas, bertanggung jawab, dan tidak menyebarkan fitnah, black campaign, dan sebagainya. Orang boleh berbeda pendapat dan kritis, boleh menegasikan, tapi jangan fitnah," ucapnya.

Ia sepakat istilah  “kecebong dan kampret” yang berkaitan dengan dukungan politik dihilangkan. "Ya, yang memulai siapa? Saya nggak tahu juga. Itu kan bahasa-bahasa yang berkembang di media sosial. Saya kira bagus-bagus saja nggak usah ada penyebutan yang kayak gitu," ucapnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com