Senin, 17 Desember 2018 | 15:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kemenag: Seluruh Satker harus miliki SOP

Senin, 09 Juli 2018 - 13:50 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2m4gglb
Sumber foto: https://bit.ly/2m4gglb

Elshinta.com - Kementerian Agama menyatakan seluruh satuan kerja (Satker) harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam penyelenggaraan administrasi, akademik, pembangunan dan pelayanan.

"Di setiap unit kerja, disemua satker dan dibawah naungan Kementerian Agama harus menyusun SOP," ucap Ahmad Zainal Karihim, Tenaga Administrasi Bidang Akademik Pusdiklat Kementerian Agama, di Palu, Senin (9/7).

Zainal Karihim yang juga panitia Diklat di Wilayah Kerja (DDWK) SOP mengemukakan, standar operasional prosedur untuk mendongkrak ketertinggalan dalam penyelenggaraan administrasi.

Karena itu, sebut dia, agar seluruh unit dan sakter dilingkungan Kementerian Agama dapat menyusun dan memiliki SOP, maka diawali dengan pendidikan dan latihan dasar tentang SOP.

"Peningkatan kapasitas itu dilakukan lewat Diklat di Wilayah Kerja (DDWK) yang bertujuan untuk mendorong setiap unit kerja dilingkungan Kemenag untuk menyusun SOP, baik dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," sebut Zainal.

Sasaran DDWK, urai dia, yaitu terlatihnya 30 pejabat/pegawai yang berkompetensi dan profesional dalam memberikan informasi mengenai pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh aparatur pemerintah secara proporsional, dikutip dari laman Antara.

Karena itu, sebut dia, Pusdiklat Kementerian Agama dalam DDWK untuk peningkatan kapasitas penyusunan SOP melibatkan fasilitator/pengajar/widyaiswara, tenaga administrasi, pejabat pada Pusdiklat Kemenag.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:14 WIB

Tito: Polri harus beradaptasi dengan perkembangan zaman

Hankam | 17 Desember 2018 - 15:06 WIB

Polri kerahkan 84 ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

Aktual SDGs | 17 Desember 2018 - 14:57 WIB

Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai

Bencana Alam | 17 Desember 2018 - 14:45 WIB

Kementerian ESDM laporkan capaian tim siaga bencana Sulteng

Elshinta.com - Kementerian Agama menyatakan seluruh satuan kerja (Satker) harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam penyelenggaraan administrasi, akademik, pembangunan dan pelayanan.

"Di setiap unit kerja, disemua satker dan dibawah naungan Kementerian Agama harus menyusun SOP," ucap Ahmad Zainal Karihim, Tenaga Administrasi Bidang Akademik Pusdiklat Kementerian Agama, di Palu, Senin (9/7).

Zainal Karihim yang juga panitia Diklat di Wilayah Kerja (DDWK) SOP mengemukakan, standar operasional prosedur untuk mendongkrak ketertinggalan dalam penyelenggaraan administrasi.

Karena itu, sebut dia, agar seluruh unit dan sakter dilingkungan Kementerian Agama dapat menyusun dan memiliki SOP, maka diawali dengan pendidikan dan latihan dasar tentang SOP.

"Peningkatan kapasitas itu dilakukan lewat Diklat di Wilayah Kerja (DDWK) yang bertujuan untuk mendorong setiap unit kerja dilingkungan Kemenag untuk menyusun SOP, baik dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," sebut Zainal.

Sasaran DDWK, urai dia, yaitu terlatihnya 30 pejabat/pegawai yang berkompetensi dan profesional dalam memberikan informasi mengenai pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh aparatur pemerintah secara proporsional, dikutip dari laman Antara.

Karena itu, sebut dia, Pusdiklat Kementerian Agama dalam DDWK untuk peningkatan kapasitas penyusunan SOP melibatkan fasilitator/pengajar/widyaiswara, tenaga administrasi, pejabat pada Pusdiklat Kemenag.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com