Selasa, 11 Desember 2018 | 10:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Panitia seleksi hakim MK minta masukan dari KPK

Senin, 09 Juli 2018 - 15:14 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2zm3MyH
Sumber foto: https://bit.ly/2zm3MyH

Elshinta.com - Panitia seleksi calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menemui pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta masukan dan data mengenai rekam jejak sembilan calon hakim yang telah lolos tes tertulis.

"Beliau-Beliau ingin memastikan bahwa semua calon hakim konstitusi itu bersih dari KKN. Oleh karena itu. maka meminta tolong kepada KPK untuk melakukan semacam background check terhadap para calon yang telah ada di media," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jakarta, Senin (9/7), mengenai tujuan kedatangan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Harjono, Sekretaris Pansel Cecep Sutiawan serta anggota Pansel Mas Ahmad Sentosa dan Zainal Arifin Muchtar.

Seleksi calon hakim konstitusi dilakukan untuk memilih pengganti Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati, yang masa jabatannya akan berakhir pada 13 Agustus.

"Kami diberi tugas oleh Presiden untuk melakukan seleksi calon hakim konstitusi yang akan menggantikan Prof Maria karena tanggal 13 Agustus Prof Maria mengakhiri masa jabatan yang keduanya sehingga harus ada ganti," kata Harjono.

Ia menyatakan bahwa Pansel menemui pemimpin KPK untuk memastikan hakim konstitusi yang terpilih kompeten dan berintegritas.

"Dalam proses seleksi terakhir, kami sudah loloskan sembilan calon dan kami berharap supaya nanti kalau ada calon yang terpilih ditunjuk Presiden menjadi hakim, benar-benar calon tersebut bisa dipertanggungjawabkan tidak saja dari keilmuan tetapi juga integritasnya," ucap Harjono.

Dalam rangka mendapatkan calon yang mempunyai integritas tinggi, kata dia, Pansel telah meminta masukan dari beberapa sumber.

"Salah satu di antaranya adalah KPK untuk bisa melakukan penelitian terhadap sembilan calon itu. Di samping kami juga mengharapkan dari instansi lain ada beberapa instansi KY, PPATK, BIN, Kejaksaan untuk bisa memberikan masukan itu," kata Harjono.

"Semuanya diusahakan agar supaya memang calon hakim MK yang dari Presiden ini benar-benar terjamin integritasnya karena hakim itu dua mahkotanya, integritas yang pertama dan kedua adalah kemampuan di dalam profesinya," ia menambahkan, dikutip dari Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com - Panitia seleksi calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menemui pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta masukan dan data mengenai rekam jejak sembilan calon hakim yang telah lolos tes tertulis.

"Beliau-Beliau ingin memastikan bahwa semua calon hakim konstitusi itu bersih dari KKN. Oleh karena itu. maka meminta tolong kepada KPK untuk melakukan semacam background check terhadap para calon yang telah ada di media," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jakarta, Senin (9/7), mengenai tujuan kedatangan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Harjono, Sekretaris Pansel Cecep Sutiawan serta anggota Pansel Mas Ahmad Sentosa dan Zainal Arifin Muchtar.

Seleksi calon hakim konstitusi dilakukan untuk memilih pengganti Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati, yang masa jabatannya akan berakhir pada 13 Agustus.

"Kami diberi tugas oleh Presiden untuk melakukan seleksi calon hakim konstitusi yang akan menggantikan Prof Maria karena tanggal 13 Agustus Prof Maria mengakhiri masa jabatan yang keduanya sehingga harus ada ganti," kata Harjono.

Ia menyatakan bahwa Pansel menemui pemimpin KPK untuk memastikan hakim konstitusi yang terpilih kompeten dan berintegritas.

"Dalam proses seleksi terakhir, kami sudah loloskan sembilan calon dan kami berharap supaya nanti kalau ada calon yang terpilih ditunjuk Presiden menjadi hakim, benar-benar calon tersebut bisa dipertanggungjawabkan tidak saja dari keilmuan tetapi juga integritasnya," ucap Harjono.

Dalam rangka mendapatkan calon yang mempunyai integritas tinggi, kata dia, Pansel telah meminta masukan dari beberapa sumber.

"Salah satu di antaranya adalah KPK untuk bisa melakukan penelitian terhadap sembilan calon itu. Di samping kami juga mengharapkan dari instansi lain ada beberapa instansi KY, PPATK, BIN, Kejaksaan untuk bisa memberikan masukan itu," kata Harjono.

"Semuanya diusahakan agar supaya memang calon hakim MK yang dari Presiden ini benar-benar terjamin integritasnya karena hakim itu dua mahkotanya, integritas yang pertama dan kedua adalah kemampuan di dalam profesinya," ia menambahkan, dikutip dari Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:56 WIB

ITJI hormati proses hukum oknum wartawan TV

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:38 WIB

Polri bantah adanya operasi militer di Nduga Papua

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:27 WIB

Ada empat kasus terkait KTP-el yang tengah ditangani

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com