Panitia seleksi hakim MK minta masukan dari KPK
Senin, 09 Juli 2018 - 15:14 WIB | Penulis : Devi Novitasari | Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2zm3MyH

Elshinta.com - Panitia seleksi calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menemui pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta masukan dan data mengenai rekam jejak sembilan calon hakim yang telah lolos tes tertulis.

"Beliau-Beliau ingin memastikan bahwa semua calon hakim konstitusi itu bersih dari KKN. Oleh karena itu. maka meminta tolong kepada KPK untuk melakukan semacam background check terhadap para calon yang telah ada di media," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jakarta, Senin (9/7), mengenai tujuan kedatangan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Harjono, Sekretaris Pansel Cecep Sutiawan serta anggota Pansel Mas Ahmad Sentosa dan Zainal Arifin Muchtar.

Seleksi calon hakim konstitusi dilakukan untuk memilih pengganti Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati, yang masa jabatannya akan berakhir pada 13 Agustus.

"Kami diberi tugas oleh Presiden untuk melakukan seleksi calon hakim konstitusi yang akan menggantikan Prof Maria karena tanggal 13 Agustus Prof Maria mengakhiri masa jabatan yang keduanya sehingga harus ada ganti," kata Harjono.

Ia menyatakan bahwa Pansel menemui pemimpin KPK untuk memastikan hakim konstitusi yang terpilih kompeten dan berintegritas.

"Dalam proses seleksi terakhir, kami sudah loloskan sembilan calon dan kami berharap supaya nanti kalau ada calon yang terpilih ditunjuk Presiden menjadi hakim, benar-benar calon tersebut bisa dipertanggungjawabkan tidak saja dari keilmuan tetapi juga integritasnya," ucap Harjono.

Dalam rangka mendapatkan calon yang mempunyai integritas tinggi, kata dia, Pansel telah meminta masukan dari beberapa sumber.

"Salah satu di antaranya adalah KPK untuk bisa melakukan penelitian terhadap sembilan calon itu. Di samping kami juga mengharapkan dari instansi lain ada beberapa instansi KY, PPATK, BIN, Kejaksaan untuk bisa memberikan masukan itu," kata Harjono.

"Semuanya diusahakan agar supaya memang calon hakim MK yang dari Presiden ini benar-benar terjamin integritasnya karena hakim itu dua mahkotanya, integritas yang pertama dan kedua adalah kemampuan di dalam profesinya," ia menambahkan, dikutip dari Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 19:39 WIB
Elshinta.com - Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) pendukung pasangan Jokowi-Ma`ruf A...
Sabtu, 20 April 2019 - 14:21 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Bogor periode 2019-2024, Bima Arya Sugiarto, menegaskan hubungan ...
Sabtu, 20 April 2019 - 13:54 WIB
Elshinta.com - Jajaran pengurus DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tidak hadir di acara pela...
Rabu, 10 April 2019 - 10:50 WIB
Elshinta.com - Anggota DPR RI dari fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso telah ditetapkan seb...
Senin, 08 April 2019 - 20:07 WIB
Elshinta.com - Survei yang dilakukan oleh Indodata menunjukkan pemilih muslim lebih condong unt...
Senin, 01 April 2019 - 12:06 WIB
Elshinta.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, KPK p...
Senin, 01 April 2019 - 07:12 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menyatakan prihatin dengan praktik politik yang tidak ...
Kamis, 28 Maret 2019 - 14:07 WIB
Elshinta.com - Memasuki putaran akhir musim kampanye pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019,...
Kamis, 28 Maret 2019 - 13:56 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara  mengatakan terdap...
Kamis, 28 Maret 2019 - 11:19 WIB
Elshinta.com - Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan, Partai Golkar tidak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)