Rabu, 26 September 2018 | 14:50 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Politik

KPU ikuti SK MenkumHAM terkait kepengurusan Hanura

Senin, 09 Juli 2018 - 15:58 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, pihaknya mengikuti surat keputusan (SK) Menkum HAM yang mengakui kepengurusan Hanura kembali di bawah Oesman Sapta Odang (OSO) selaku ketum dan Sarifuddin Sudding selaku sekjen.

"Kami ikuti Kumham. Yang terakhir yang dikirim ke KPU adalah OSO-Sudding," katanya di KPU, Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (9/7).

Diketahui, sejak kisruh di internal Hanura, OSO mencopot Sudding dan menunjuk Harry L Siregar sebagai sekjen.

Dikatakannya, KPU selalu berkoordinasi dengan Kemenkum HAM jika ada perubahan kepengurusan parpol. Putusan terakhir menyatakan Hanura kembali ke kepengurusan lama.

"Kan sudah diatur mekanismenya di PKPU, 30 hari sebelum pendaftaran KPU bertanya ke Kumham, siapa pengurus terakhir? ada perubahan?," jelasnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

Hanura menuding KPU tidak independen dengan terjadinya perubahan data sipol milik Hanura. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 14:42 WIB

Penarik bentor siap wujudkan Pemilu damai

Kriminalitas | 26 September 2018 - 14:34 WIB

Tahun 2018, kasus narkoba di Kudus meningkat

Pemilihan Presiden 2019 | 26 September 2018 - 14:25 WIB

Sandiaga tegaskan fokus pada isu ekonomi

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 14:03 WIB

Presiden ingatkan Pemilu tidak jadi alasan perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 13:54 WIB

Mendagri temui Ombudsman klarifikasi persoalan Ibu Kota Maybrat

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com