Senin, 19 November 2018 | 04:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

NU: Hormati perbedaan adalah kunci perdamaian jelang Pileg-Pilpres 2019

Senin, 09 Juli 2018 - 16:45 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2MUMQkA
Sumber foto: https://bit.ly/2MUMQkA

Elshinta.com - Rois Syuriah Nahdlatul Ulama Sulawesi Tengah Prof Dr H Zainal Abidin menyatakan menghormati perbedaan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan perdamaian menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

"Ada momentum demokrasi yang sangat penting akan dihadapi oleh masyarakat, yaitu Pileg dan Pilpres. Untuk mewujudkan suasana yang kondusif, tentram aman dan damai, maka salah satu kuncinya ialah hormati dan hargai perbedaan," ucap Prof Dr H Zainal Abidin di Ampana, Senin (9/7).

Ulama yang juga Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar Alkhairaat itu mengemukakan untuk menghormati dan menghargai perbedaan, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang memadai.

Kata dia, hanya dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan baik, bisa memahami perbedaan yang terjadi.

"Menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di sekitar kita, maka dibutuhkan SDM yg berkualitas. Hanya dengan SDM yang baik bisa mengerti dan memahami mengapa ada perbedaan di lingkungan kita," kata rektor pertama IAIN Palu itu.

Guru Besar Pemikiran Islam Modern ini menguraikan dengan sumber daya manusia yang baik, keharmonisan, kerukunan dan toleransi antarsesama manusia dan antarsesama agama dapat terwujud.

"Perbedaan suku, agama, RAS dan antargolongan dapat dipahami, dihormati bila memiliki sumber daya manusia yang baik," ujar Zainal Abidin.

Ia menjelaskan perbedaan sebagai ketentuan Tuhan Maha Esa, kemungkinan tidak dapat dipahami secara menyeluruh dalam kehidupan dunia. Namun, perbedaan itu akan dapat diketahui secara jelas dan pasti saat semuanya kembali dan bertemu Sang Pencipta, dikutip dari laman Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Rois Syuriah Nahdlatul Ulama Sulawesi Tengah Prof Dr H Zainal Abidin menyatakan menghormati perbedaan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan perdamaian menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

"Ada momentum demokrasi yang sangat penting akan dihadapi oleh masyarakat, yaitu Pileg dan Pilpres. Untuk mewujudkan suasana yang kondusif, tentram aman dan damai, maka salah satu kuncinya ialah hormati dan hargai perbedaan," ucap Prof Dr H Zainal Abidin di Ampana, Senin (9/7).

Ulama yang juga Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar Alkhairaat itu mengemukakan untuk menghormati dan menghargai perbedaan, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang memadai.

Kata dia, hanya dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan baik, bisa memahami perbedaan yang terjadi.

"Menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di sekitar kita, maka dibutuhkan SDM yg berkualitas. Hanya dengan SDM yang baik bisa mengerti dan memahami mengapa ada perbedaan di lingkungan kita," kata rektor pertama IAIN Palu itu.

Guru Besar Pemikiran Islam Modern ini menguraikan dengan sumber daya manusia yang baik, keharmonisan, kerukunan dan toleransi antarsesama manusia dan antarsesama agama dapat terwujud.

"Perbedaan suku, agama, RAS dan antargolongan dapat dipahami, dihormati bila memiliki sumber daya manusia yang baik," ujar Zainal Abidin.

Ia menjelaskan perbedaan sebagai ketentuan Tuhan Maha Esa, kemungkinan tidak dapat dipahami secara menyeluruh dalam kehidupan dunia. Namun, perbedaan itu akan dapat diketahui secara jelas dan pasti saat semuanya kembali dan bertemu Sang Pencipta, dikutip dari laman Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com