Senin, 19 November 2018 | 04:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

Iran protes pengusiran diplomatnya oleh Belanda

Senin, 09 Juli 2018 - 16:56 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Bendera Iran. Sumber foto: https://bit.ly/2BLJQVU
Bendera Iran. Sumber foto: https://bit.ly/2BLJQVU

Elshinta.com - Iran memprotes pengusiran dua diplomatnya oleh Belanda dan mengancam akan membalas "tindakan tidak menyenangkan dan destruktif" tersebut.

"Seperti yang diumumkan sebelumnya kepada duta besar Belanda, Republik Islam berhak membalas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi dalam satu pernyataan.

Juru bicara badan intelijen Belanda AIVD mengatakan kepada AFP pada Jumat bahwa dua pegawai kedutaan besar Iran diusir pada 7 Juni, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut. Duta besar Belanda untuk Teheran kemudian dipanggil untuk menyatakan "protes keras" Teheran terhadap langkah tersebut.

Pengusiran itu "tidak masuk akal dan ilegal" dan Qassemi meminta "pejabat Belanda tidak melontarkan tuduhan yang tidak berdasar dan absurd." Qassemi juga meminta pemerintah Belanda menjelaskan "tindakannya untuk melindungi anggota kriminal dan teroris" dari kelompok oposisi Iran, Mujahidin Rakyat.

Teheran melarang Mujahidin Rakyat pada 1981 dan Uni Eropa memasukkan kelompok tersebut dalam daftar hitam teror dari 2002 sampai 2009 menurut siaran kantor berita AFP yang dikutip Antara. Dua diplomat Iran itu diusir jauh sebelum otoritas Prancis, Belgia dan Jerman mengumumkan pada Senin lalu penangkapan enam orang-- termasuk seorang diplomat Iran yang ditempatkan di Wina-- karena mencurigai mereka terlibat dalam rencana untuk menyerang pertemuan Mujahidin di pinggiran kota Paris pada 30 Juni.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Iran memprotes pengusiran dua diplomatnya oleh Belanda dan mengancam akan membalas "tindakan tidak menyenangkan dan destruktif" tersebut.

"Seperti yang diumumkan sebelumnya kepada duta besar Belanda, Republik Islam berhak membalas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi dalam satu pernyataan.

Juru bicara badan intelijen Belanda AIVD mengatakan kepada AFP pada Jumat bahwa dua pegawai kedutaan besar Iran diusir pada 7 Juni, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut. Duta besar Belanda untuk Teheran kemudian dipanggil untuk menyatakan "protes keras" Teheran terhadap langkah tersebut.

Pengusiran itu "tidak masuk akal dan ilegal" dan Qassemi meminta "pejabat Belanda tidak melontarkan tuduhan yang tidak berdasar dan absurd." Qassemi juga meminta pemerintah Belanda menjelaskan "tindakannya untuk melindungi anggota kriminal dan teroris" dari kelompok oposisi Iran, Mujahidin Rakyat.

Teheran melarang Mujahidin Rakyat pada 1981 dan Uni Eropa memasukkan kelompok tersebut dalam daftar hitam teror dari 2002 sampai 2009 menurut siaran kantor berita AFP yang dikutip Antara. Dua diplomat Iran itu diusir jauh sebelum otoritas Prancis, Belgia dan Jerman mengumumkan pada Senin lalu penangkapan enam orang-- termasuk seorang diplomat Iran yang ditempatkan di Wina-- karena mencurigai mereka terlibat dalam rencana untuk menyerang pertemuan Mujahidin di pinggiran kota Paris pada 30 Juni.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com