Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

Polisi periksa 13 ABK diduga penyebab kebakaran kapal di Pelabuhan Benoa

Senin, 09 Juli 2018 - 16:24 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2zliHZQ
Sumber foto: https://bit.ly/2zliHZQ

Elshinta.com - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Mohammad Iqbal menyatakan telah memeriksa sebanyak 13 kapten dan ABK terkait dengan 39 kapal ikan terbakar di di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Senin (9/7).

Tentang kapal di Benoa, kepolisian daerah setempat sudah memeriksa 13 kapten dan ABK kapal yang diduga penyebab terjadinya kebakaran itu, katanya di Jakarta, Senin (9/7).

Ia mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan akan meluaskan pemeriksaan kepada saksi lainnya, termasuk pengelola kapal dan pelabuhan.

Terkait dengan kebakaran tersebut, kepolisian setempat sudah melakukan langkah-langkah, antisipatif serta berusaha dengan pihak terkait untuk memadamkan nyala api. "Sampai sekarang memang belum padam tetapi sudah hampir, katakanlah 50 s.d. 60 persen," katanya.

Bahkan, kata dia, water canon milik polisi juga dikerahkan untuk melakukan penambahan kekuatan agar nyala api cepat padam. "Ada 40 lebih kurang kapal yang terbakar, sebanyak 15 kapal sudah terindentifikasi, 25 kapal belum katena kondisinya hangus," katanya.

Mohammad Iqbal mengatakan bahwa tim sedang bekerja, situasi aman, dan pihaknya belum tahu ada korban jiwa luka-luka dan lain-lain. Ia memprediksikan pemadaman nyala api itu akan berlangsung sampai Senin sore atau malam, dikutip dari laman Antara.

Menyinggung penyebab kebakaran itu sendiri, dia mengatakan bahwa belum mengetahuinya. "Polisi memastikan bahwa ini (pengungkapan) berjalan dengan baik dan mencari penyebab kebakaran itu. Labfor sudah turun," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Hukum | 14 Desember 2018 - 20:58 WIB

Belum berizin, Mapolres Kudus baru digugat ke pengadilan

Elshinta.com - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Mohammad Iqbal menyatakan telah memeriksa sebanyak 13 kapten dan ABK terkait dengan 39 kapal ikan terbakar di di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Senin (9/7).

Tentang kapal di Benoa, kepolisian daerah setempat sudah memeriksa 13 kapten dan ABK kapal yang diduga penyebab terjadinya kebakaran itu, katanya di Jakarta, Senin (9/7).

Ia mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan akan meluaskan pemeriksaan kepada saksi lainnya, termasuk pengelola kapal dan pelabuhan.

Terkait dengan kebakaran tersebut, kepolisian setempat sudah melakukan langkah-langkah, antisipatif serta berusaha dengan pihak terkait untuk memadamkan nyala api. "Sampai sekarang memang belum padam tetapi sudah hampir, katakanlah 50 s.d. 60 persen," katanya.

Bahkan, kata dia, water canon milik polisi juga dikerahkan untuk melakukan penambahan kekuatan agar nyala api cepat padam. "Ada 40 lebih kurang kapal yang terbakar, sebanyak 15 kapal sudah terindentifikasi, 25 kapal belum katena kondisinya hangus," katanya.

Mohammad Iqbal mengatakan bahwa tim sedang bekerja, situasi aman, dan pihaknya belum tahu ada korban jiwa luka-luka dan lain-lain. Ia memprediksikan pemadaman nyala api itu akan berlangsung sampai Senin sore atau malam, dikutip dari laman Antara.

Menyinggung penyebab kebakaran itu sendiri, dia mengatakan bahwa belum mengetahuinya. "Polisi memastikan bahwa ini (pengungkapan) berjalan dengan baik dan mencari penyebab kebakaran itu. Labfor sudah turun," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com