Senin, 19 November 2018 | 04:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BMKG: Puncak kemarau di Yogyakarta diperkirakan pada Agustus 2018

Senin, 09 Juli 2018 - 18:16 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2ug7bJt
Sumber foto: https://bit.ly/2ug7bJt

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta memperkirakan puncak musim kemarau di daerah itu akan berlangsung pada Agustus 2018.

"Puncak musim kemarau akan berlangsung di bulan Agustus 2018 dengan curah hujan bulanan berkisar 0-20 mm per bulan," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono di Yogyakarta, Senin (9/7).

Dia menjelaskan memasuki Juli telah tercatat adanya penguatan musim kemarau. Potensi terjadinya curah hujan pada awal Juli ini diperkirakan kecil.

Jumlah curah hujan dalam sebulan tercatat berkisar 0-50 milimter per bulan dengan kategori rendah, sedangkan kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya cerah berawan dengan suhu pada siang hari mencapai 32-34 derajat Celcius. Suhu pada malam hari, katanya, mencapai 20-22 derajat Celcius.

Ia mengatakan berdasarkan hasil monitoring curah hujan pada akhir bulan ini, di Yogyakarta bagian selatan sebagian besar wilayahnya sudah tidak ada hujan dalam 1-2 bulan yang lalu.

"Ini berpotensi terjadinya kekeringan dari segi meteorologis, terutama di bagian selatan Yogyakarta. Kondisi ini diprediksi masih akan berlanjut hingga bulan Agustus," kata dia.

Untuk mengantisipasi masuknya puncak musim kemarau, menurut dia, diharapkan kepada masyarakat untuk mulai menghemat air, bagi petani untuk menyesuaikan pola tanaman yang cocok dengan musim kemarau, dikutip dari laman Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta memperkirakan puncak musim kemarau di daerah itu akan berlangsung pada Agustus 2018.

"Puncak musim kemarau akan berlangsung di bulan Agustus 2018 dengan curah hujan bulanan berkisar 0-20 mm per bulan," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono di Yogyakarta, Senin (9/7).

Dia menjelaskan memasuki Juli telah tercatat adanya penguatan musim kemarau. Potensi terjadinya curah hujan pada awal Juli ini diperkirakan kecil.

Jumlah curah hujan dalam sebulan tercatat berkisar 0-50 milimter per bulan dengan kategori rendah, sedangkan kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya cerah berawan dengan suhu pada siang hari mencapai 32-34 derajat Celcius. Suhu pada malam hari, katanya, mencapai 20-22 derajat Celcius.

Ia mengatakan berdasarkan hasil monitoring curah hujan pada akhir bulan ini, di Yogyakarta bagian selatan sebagian besar wilayahnya sudah tidak ada hujan dalam 1-2 bulan yang lalu.

"Ini berpotensi terjadinya kekeringan dari segi meteorologis, terutama di bagian selatan Yogyakarta. Kondisi ini diprediksi masih akan berlanjut hingga bulan Agustus," kata dia.

Untuk mengantisipasi masuknya puncak musim kemarau, menurut dia, diharapkan kepada masyarakat untuk mulai menghemat air, bagi petani untuk menyesuaikan pola tanaman yang cocok dengan musim kemarau, dikutip dari laman Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com