Senin, 19 November 2018 | 04:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

PDIP: Jokowi sudah kantongi nama cawapres

Senin, 09 Juli 2018 - 19:18 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bertemu di Istana Batu Tulis, Kota Bogor, Minggu (8/7) malam. Sumber foto: https://bit.ly/2ueHbOT
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bertemu di Istana Batu Tulis, Kota Bogor, Minggu (8/7) malam. Sumber foto: https://bit.ly/2ueHbOT

Elshinta.com - PDI Perjuangan sudah mengerucutkan nama bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi calon presiden Joko Widodo dan nama tersebut sudah dikantongi Joko Widodo untuk diumumkan pada waktu yang tepat.

"Soal nama bakal cawapres, PDI Perjuangan sudah mengerucutkannya dan sudah dikantongi Pak Jokowi. Pengumuman dilakukan pada momentum yang tepat dan dalam cuaca yang cerah, secerah saat matahari terbit dari timur. Jadi, tunggu saja dan sabar," kata Hasto Kristiyanto kepada pers di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Senin (9/7).

Menurut Hasto, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo terus melakukan pertemuan secara intensif membicarakan persoalan kenegaraan, termasuk membicaraan soal figur bakal cawapres yang akan mendampingi Joko Widodo dan persiapan pemilu 2019.
 
Pertemuan terbaru antara Megawati dan Joko Widodo, menurut dia, berlangsung di Istana Batu Tulis, Kota Bogor, pada Minggu (8/7), mulai pukul 18.30 yang berlangsung selama satu jam 50 menit. Pada pertemuan Minggu malam kemarin, Megawati dan Joko Widodo membicarakan beberapa hal strategis antara lain, terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, persiapan Asian Games, serta persiapan pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019.

Dikutip Antara, menurut Hasto, kedua pemimpin bertemu secara periodik, baik di Istana Merdeka, Istana Bogor, maupun Istana Batu Tulis, adalah pertemuan yang sangat penting. "Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak, dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif, serta membangun suasana kebatinan yang baik untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara," katanya.

Dalam pandangan Hasto, pertemuan di Istana Batu Tulis tersebut menepis berbagai anggapan dari pengamat politik yang mencoba membuat jarak, bahkan memisahkan antara Presiden Joko Widodo dengan Megawati dan PDI Perjuangan. "Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat, sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang merakyat," katanya.

Menurut dia, kedua pemimpin bangsa tersebut dapat disebut saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh ikatan emosional dengan Bung Karno, proklamator Indonesia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - PDI Perjuangan sudah mengerucutkan nama bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi calon presiden Joko Widodo dan nama tersebut sudah dikantongi Joko Widodo untuk diumumkan pada waktu yang tepat.

"Soal nama bakal cawapres, PDI Perjuangan sudah mengerucutkannya dan sudah dikantongi Pak Jokowi. Pengumuman dilakukan pada momentum yang tepat dan dalam cuaca yang cerah, secerah saat matahari terbit dari timur. Jadi, tunggu saja dan sabar," kata Hasto Kristiyanto kepada pers di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Senin (9/7).

Menurut Hasto, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo terus melakukan pertemuan secara intensif membicarakan persoalan kenegaraan, termasuk membicaraan soal figur bakal cawapres yang akan mendampingi Joko Widodo dan persiapan pemilu 2019.
 
Pertemuan terbaru antara Megawati dan Joko Widodo, menurut dia, berlangsung di Istana Batu Tulis, Kota Bogor, pada Minggu (8/7), mulai pukul 18.30 yang berlangsung selama satu jam 50 menit. Pada pertemuan Minggu malam kemarin, Megawati dan Joko Widodo membicarakan beberapa hal strategis antara lain, terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, persiapan Asian Games, serta persiapan pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019.

Dikutip Antara, menurut Hasto, kedua pemimpin bertemu secara periodik, baik di Istana Merdeka, Istana Bogor, maupun Istana Batu Tulis, adalah pertemuan yang sangat penting. "Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak, dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif, serta membangun suasana kebatinan yang baik untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara," katanya.

Dalam pandangan Hasto, pertemuan di Istana Batu Tulis tersebut menepis berbagai anggapan dari pengamat politik yang mencoba membuat jarak, bahkan memisahkan antara Presiden Joko Widodo dengan Megawati dan PDI Perjuangan. "Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat, sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang merakyat," katanya.

Menurut dia, kedua pemimpin bangsa tersebut dapat disebut saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh ikatan emosional dengan Bung Karno, proklamator Indonesia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com