Senin, 19 November 2018 | 13:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aplikasi

KPAI minta Tik Tok lebih ramah anak

Senin, 09 Juli 2018 - 19:22 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Aplikasi Tik Tok di Apple App Store. Sumber foto: https://bit.ly/2KXMlZM
Aplikasi Tik Tok di Apple App Store. Sumber foto: https://bit.ly/2KXMlZM

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada aplikasi video pendek Tik Tok agar lebih ramah anak setelah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika karena mengandung konten negatif.

"KPAI menyayangkan adanya muatan negatif pada aplikasi Tik Tok, hingga Kominfo melakukan pemblokiran. Hal ini harus menjadi pembelajaran untuk perbaikan sistem Tik Tok yang ramah anak," ujar Ketua KPAI Susanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/7).

Susanto menuturkan KPAI menyampaikan permintaan agar Tik Tok memperbaiki sistem dalam pertemuan langsung dengan perwakilan Tik Tok yang berlangsung selama satu jam di Kantor KPAI. Pengawasan terhadap konten dalam platform Tik Tok untuk perbaikan dan inovasi sistem dengan menerapkan prinsip-prinsip perlindungan anak juga akan dilakukan KPAI.

Melalui pertemuan tersebut, Tik Tok pun memberikan penjelasan dan upaya yang akan dilakukan untuk perbaikan ke depan sesuai dengan regulasi yang ada di Indonesia. "Kami berharap manajemen Tik Tok berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan maksimal terkait dengan perlindungan anak dari konten negatif termasuk pornografi, sadisme, SARA, perundungan dan radikalisme," ucap Susanto, seperti dikutip dari Antara.

Selain berkomitmen untuk mengikuti seluruh regulasi yang ada di Indonesia, Tik Tok akan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada anak dan seluruh masyarakat Indonesia tentang perlindungan anak dari konten negatif. Kominfo memblokir Tik Tok pekan lalu karena ditemukan banyak konten negatif yang tidak sesuai untuk anak-anak. Pendekatan oleh Kominfo sama seperti yang dilakukan kepada Bigo yang diminta untuk membersihkan dan menjaga konten sehingga Bigo akhirnya dibuka kembali setelah konten negatif dibersihkan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 12:55 WIB

DPRD dorong optimalisasi pelaksanaan regulasi Pilkades

Musibah | 19 November 2018 - 12:42 WIB

Regu penyelamat cari penumpang jatuh di laut

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 12:18 WIB

50 tandon air dibagikan DMI pada 50 masjid di Kota Malang

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 11:51 WIB

Polda Metro gelar pra-rekonstruksi pembunuhan satu keluarga

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada aplikasi video pendek Tik Tok agar lebih ramah anak setelah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika karena mengandung konten negatif.

"KPAI menyayangkan adanya muatan negatif pada aplikasi Tik Tok, hingga Kominfo melakukan pemblokiran. Hal ini harus menjadi pembelajaran untuk perbaikan sistem Tik Tok yang ramah anak," ujar Ketua KPAI Susanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/7).

Susanto menuturkan KPAI menyampaikan permintaan agar Tik Tok memperbaiki sistem dalam pertemuan langsung dengan perwakilan Tik Tok yang berlangsung selama satu jam di Kantor KPAI. Pengawasan terhadap konten dalam platform Tik Tok untuk perbaikan dan inovasi sistem dengan menerapkan prinsip-prinsip perlindungan anak juga akan dilakukan KPAI.

Melalui pertemuan tersebut, Tik Tok pun memberikan penjelasan dan upaya yang akan dilakukan untuk perbaikan ke depan sesuai dengan regulasi yang ada di Indonesia. "Kami berharap manajemen Tik Tok berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan maksimal terkait dengan perlindungan anak dari konten negatif termasuk pornografi, sadisme, SARA, perundungan dan radikalisme," ucap Susanto, seperti dikutip dari Antara.

Selain berkomitmen untuk mengikuti seluruh regulasi yang ada di Indonesia, Tik Tok akan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada anak dan seluruh masyarakat Indonesia tentang perlindungan anak dari konten negatif. Kominfo memblokir Tik Tok pekan lalu karena ditemukan banyak konten negatif yang tidak sesuai untuk anak-anak. Pendekatan oleh Kominfo sama seperti yang dilakukan kepada Bigo yang diminta untuk membersihkan dan menjaga konten sehingga Bigo akhirnya dibuka kembali setelah konten negatif dibersihkan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 17:16 WIB

Firefox Monitor tersedia dalam bahasa Indonesia

Minggu, 18 November 2018 - 16:41 WIB

AS demam Tik Tok karena Jimmy Fallon

Sabtu, 17 November 2018 - 13:27 WIB

WhatsApp sediakan fitur tambah kontak dengan kode QR

Jumat, 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Kamis, 15 November 2018 - 13:42 WIB

Google Maps miliki fitur kirim pesan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com