Jumat, 16 November 2018 | 15:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Darmin harapkan sistem OSS tingkatkan peluang investasi

Senin, 09 Juli 2018 - 19:57 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Sumber foto: https://bit.ly/2IRyMqv
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Sumber foto: https://bit.ly/2IRyMqv

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik (OSS) bisa memberikan peluang peningkatan investasi di Indonesia.

"Mudah-mudahan ini membawa kebaikan dan menjadi 'blessing in disguise'," kata Darmin dalam acara peresmian sistem OSS yang dihadiri oleh pimpinan Kementerian Lembaga terkait di Jakarta, Senin (9/7).

Darmin mengatakan Indonesia harus mencari peluang dalam kondisi global yang saat ini dilanda ketidakpastian akibat potensi terjadinya kenaikan suku bunga The Fed maupun perang dagang antara AS dengan China. Salah satu antisipasi tersebut adalah dengan memperkuat struktur investasi maupun ekspor dengan memperbaiki iklim kemudahan berusaha agar pondasi perekonomian Indonesia tidak goyah oleh tekanan global.

Perbaikan iklim berusaha ini sudah dilakukan pemerintah, melalui peluncuran sistem OSS secara resmi, yang terintegrasi mulai dari tingkat Kementerian Lembaga terkait hingga pemerintah daerah, untuk meningkatkan daya saing. "Peluncuran ini sudah muncul pada saat yang tepat," kata Darmin.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Apindo Bidang Hubungan Internasional dan Investasi Shinta Widjaja Kamdani ikut menyambut baik peluncuran sistem pelayanan terpadu secara elektronik yang telah digagas sejak Oktober 2017 ini. Meski demikian, ia mengharapkan adanya implementasi dari sistem OSS ini, yang lebih baik dari eksekusi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yang selama ini masih banyak dikeluhkan oleh para pelaku usaha. "Kita melihat yang sekarang ini saja dengan PTSP ini masih banyak masalahnya. Jadi dari kami, ini suatu yang bagus, tapi kemudian nanti bagaimana pelaksanaannya, karena masih banyak keraguan dari eksekusi," ujarnya.

Menurut dia, perbaikan sistem perizinan ini bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kinerja investasi maupun ekspor, terutama dalam situasi global yang penuh ketidakpastian. "Kalau kita mau menarik investasi dalam keadaan perang dagang dan perlemahan rupiah, kuncinya dua, meningkatkan ekspor dan menarik investasi. Kalau menarik investasi, perlu perizinan yang baik," kata Shinta, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 15:15 WIB

Komnas HAM beri masukan ke Presiden soal KSAD baru

Lingkungan | 16 November 2018 - 15:06 WIB

Banyak program restorasi gambut gagal, ini penyebabnya

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik (OSS) bisa memberikan peluang peningkatan investasi di Indonesia.

"Mudah-mudahan ini membawa kebaikan dan menjadi 'blessing in disguise'," kata Darmin dalam acara peresmian sistem OSS yang dihadiri oleh pimpinan Kementerian Lembaga terkait di Jakarta, Senin (9/7).

Darmin mengatakan Indonesia harus mencari peluang dalam kondisi global yang saat ini dilanda ketidakpastian akibat potensi terjadinya kenaikan suku bunga The Fed maupun perang dagang antara AS dengan China. Salah satu antisipasi tersebut adalah dengan memperkuat struktur investasi maupun ekspor dengan memperbaiki iklim kemudahan berusaha agar pondasi perekonomian Indonesia tidak goyah oleh tekanan global.

Perbaikan iklim berusaha ini sudah dilakukan pemerintah, melalui peluncuran sistem OSS secara resmi, yang terintegrasi mulai dari tingkat Kementerian Lembaga terkait hingga pemerintah daerah, untuk meningkatkan daya saing. "Peluncuran ini sudah muncul pada saat yang tepat," kata Darmin.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Apindo Bidang Hubungan Internasional dan Investasi Shinta Widjaja Kamdani ikut menyambut baik peluncuran sistem pelayanan terpadu secara elektronik yang telah digagas sejak Oktober 2017 ini. Meski demikian, ia mengharapkan adanya implementasi dari sistem OSS ini, yang lebih baik dari eksekusi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yang selama ini masih banyak dikeluhkan oleh para pelaku usaha. "Kita melihat yang sekarang ini saja dengan PTSP ini masih banyak masalahnya. Jadi dari kami, ini suatu yang bagus, tapi kemudian nanti bagaimana pelaksanaannya, karena masih banyak keraguan dari eksekusi," ujarnya.

Menurut dia, perbaikan sistem perizinan ini bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kinerja investasi maupun ekspor, terutama dalam situasi global yang penuh ketidakpastian. "Kalau kita mau menarik investasi dalam keadaan perang dagang dan perlemahan rupiah, kuncinya dua, meningkatkan ekspor dan menarik investasi. Kalau menarik investasi, perlu perizinan yang baik," kata Shinta, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com