Senin, 19 November 2018 | 13:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

BPOM: Kental manis bukan pengganti ASI

Senin, 09 Juli 2018 - 20:08 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ubWfxB
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ubWfxB

Elshinta.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan susu kental manis (SKM) bukan merupakan pengganti air susu ibu atau ASI bagi bayi.

"SKM bukan produk susu yang digunakan sebagai pemenuh asupan kebutuhan gizi terutama untuk bayi, apalagi untuk ASI," kata Penny di Jakarta, Senin (9/7).

Dia mengatakan SKM sekadar sebagai produk yang mengandung susu untuk pelengkap sajian. Menurut dia, dalam beberapa kasus terdapat kesalahan pemahaman terkait susu kental manis itu di tengah masyarakat yaitu SKM juga dianggap produk untuk kebutuhan asupan susu.

Kendati demikian seperti dikutip dari Antara, Penny mengatakan SKM bukan merupakan produk yang berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat. Hanya saja SKM seharusnya sekadar dijadikan sebagai produk untuk pelengkap sajian makanan bukan untuk pemenuh kebutuhan nutrisi. "SKM tidak berbahaya tapi `post market` BPOM ditemukan ada beberapa iklan dan label SKM yang justru memberi persepsi berbeda soal susu kental manis," kata dia.

Penny mengakatan ada iklan dan label yang mengabarkan bahwa produk SKM mengandung susu yang cukup untuk kebutuhan angka kecukupan gizi. "Ada persepsi salah yang ditunjukkan oleh beberapa pelaku usaha."

"Aturan visualisasi BPOM dilanggar maka kami merasa perlu lakukan revisi aturan untuk lebih melengkapi aturan sehingga hal seperti itu tidak perlu ada," kata dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 19 November 2018 - 13:07 WIB

Kapolri beri jurus hadapi tantangan polisi era modern di sidang interpol

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 12:55 WIB

DPRD dorong optimalisasi pelaksanaan regulasi Pilkades

Musibah | 19 November 2018 - 12:42 WIB

Regu penyelamat cari penumpang jatuh di laut

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 12:18 WIB

50 tandon air dibagikan DMI pada 50 masjid di Kota Malang

Elshinta.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan susu kental manis (SKM) bukan merupakan pengganti air susu ibu atau ASI bagi bayi.

"SKM bukan produk susu yang digunakan sebagai pemenuh asupan kebutuhan gizi terutama untuk bayi, apalagi untuk ASI," kata Penny di Jakarta, Senin (9/7).

Dia mengatakan SKM sekadar sebagai produk yang mengandung susu untuk pelengkap sajian. Menurut dia, dalam beberapa kasus terdapat kesalahan pemahaman terkait susu kental manis itu di tengah masyarakat yaitu SKM juga dianggap produk untuk kebutuhan asupan susu.

Kendati demikian seperti dikutip dari Antara, Penny mengatakan SKM bukan merupakan produk yang berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat. Hanya saja SKM seharusnya sekadar dijadikan sebagai produk untuk pelengkap sajian makanan bukan untuk pemenuh kebutuhan nutrisi. "SKM tidak berbahaya tapi `post market` BPOM ditemukan ada beberapa iklan dan label SKM yang justru memberi persepsi berbeda soal susu kental manis," kata dia.

Penny mengakatan ada iklan dan label yang mengabarkan bahwa produk SKM mengandung susu yang cukup untuk kebutuhan angka kecukupan gizi. "Ada persepsi salah yang ditunjukkan oleh beberapa pelaku usaha."

"Aturan visualisasi BPOM dilanggar maka kami merasa perlu lakukan revisi aturan untuk lebih melengkapi aturan sehingga hal seperti itu tidak perlu ada," kata dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 11:32 WIB

Raja Ampat utamakan keamanan sebagai daerah wisata

Minggu, 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Sabtu, 17 November 2018 - 14:36 WIB

Diet pangan nabati bantu cegah gagal jantung

Kamis, 15 November 2018 - 09:59 WIB

Ini cara atasi kecanduan gadget pada anak

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com