Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polrestabes Surabaya jaring 487 preman

Senin, 09 Juli 2018 - 20:35 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KHHWuX
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KHHWuX

Elshinta.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menjaring 487 pelaku premanisme dalam operasi cipta kondisi sebagai upaya mendukung keamanan dan ketertiban jelang perhelatan Asian Games 2018.

"Asian Games 2018 memang berlangsung di Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus - 2 September mendatang. Namun Bapak Kapolri menginstruksikan jajarannya di daerah untuk melaksanakan operasi imbangan," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan kepada wartawan di Surabaya, Senin (9/7).

Menurut dia, mengutip instruksi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, operasi cipta kondisi yang dilakukan di tiap daerah akan berdampak pada kota-kota yang menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games 2018. Rudi menandaskan, operasi cipta kondisi di Surabaya dalam rangka mendukung keamanan Asian Games 2018, selain menjaring ratusan pelaku premanisme, juga berhasil mengungkap sebanyak 40 kasus kejahatan.

Di antaranya adalah 6 kasus pencurian sepeda motor, 20 kasus pencurian dengan kekerasan dan 14 kasus pencurian dengan pemberatan. "Dari total 40 kasus kejahatan tersebut, kami telah menetapkan 65 orang tersangka," katanya.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan itu mengakui aksi kejahatan jalanan masih meresahkan warga Kota Surabaya. Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan keamanan dirinya sendiri ketika berjalan pada waktu-waktu tertentu seperti di malam hari. "Perhatikan juga barang-barang bawaan ketika masyarakat semisal berjalan di malam hari. Antara lain dengan tidak memakai barang barang berharga yang mencolok seperti perhiasan. Itu sebagai upaya preventif untuk melindungi diri dari incaran pelaku kejahatan," tuturnya, dikutip Antara.

Kepolisian, lanjut dia, memang membutuhkan partisipasi dan kerjasama dari masyarakat untuk mengantisipasi kejahatan jalanan di Kota Surabaya. "Kami bekerjasama dengan `stakholder` yang lain, seperti Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat, Karangtaruna dan sebagainya untuk membantu tindakan preventif dalam mengantisipasi kejahatan jalanan," ucapnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Hukum | 14 Desember 2018 - 20:58 WIB

Belum berizin, Mapolres Kudus baru digugat ke pengadilan

Elshinta.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menjaring 487 pelaku premanisme dalam operasi cipta kondisi sebagai upaya mendukung keamanan dan ketertiban jelang perhelatan Asian Games 2018.

"Asian Games 2018 memang berlangsung di Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus - 2 September mendatang. Namun Bapak Kapolri menginstruksikan jajarannya di daerah untuk melaksanakan operasi imbangan," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan kepada wartawan di Surabaya, Senin (9/7).

Menurut dia, mengutip instruksi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, operasi cipta kondisi yang dilakukan di tiap daerah akan berdampak pada kota-kota yang menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games 2018. Rudi menandaskan, operasi cipta kondisi di Surabaya dalam rangka mendukung keamanan Asian Games 2018, selain menjaring ratusan pelaku premanisme, juga berhasil mengungkap sebanyak 40 kasus kejahatan.

Di antaranya adalah 6 kasus pencurian sepeda motor, 20 kasus pencurian dengan kekerasan dan 14 kasus pencurian dengan pemberatan. "Dari total 40 kasus kejahatan tersebut, kami telah menetapkan 65 orang tersangka," katanya.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan itu mengakui aksi kejahatan jalanan masih meresahkan warga Kota Surabaya. Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan keamanan dirinya sendiri ketika berjalan pada waktu-waktu tertentu seperti di malam hari. "Perhatikan juga barang-barang bawaan ketika masyarakat semisal berjalan di malam hari. Antara lain dengan tidak memakai barang barang berharga yang mencolok seperti perhiasan. Itu sebagai upaya preventif untuk melindungi diri dari incaran pelaku kejahatan," tuturnya, dikutip Antara.

Kepolisian, lanjut dia, memang membutuhkan partisipasi dan kerjasama dari masyarakat untuk mengantisipasi kejahatan jalanan di Kota Surabaya. "Kami bekerjasama dengan `stakholder` yang lain, seperti Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat, Karangtaruna dan sebagainya untuk membantu tindakan preventif dalam mengantisipasi kejahatan jalanan," ucapnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com