Jumat, 21 September 2018 | 21:56 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BPOM klarifikasi soal susu kental manis

Senin, 09 Juli 2018 - 21:09 WIB    |    Penulis : Fransiskus Yuno    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2L2VP2P
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2L2VP2P

Elshinta.com Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar keterangan Pers guna meluruskan regulasi terbentuk surat edaran terkait Susu Kental Manis (SKM) yang belakangan telah beredar di masyarakat.

Demikian dilaporkan Reporter elshinta, Fajar Muktian, Kepala BPOM, Penny Astuti Lukito mengatakan bahwa susu kental manis merupakan produk yang diperuntukkan sebagai pelengkap sajian dan bukan produk susu sebagai penyatuan asupan kebutuhan gizi terutama untuk bayi.

Karena walaupun SKM memiliki kandungan susu namun dari kemanisan produk SKM tersebut tidak baik bagi anak di bawah usia 5 tahun, terlebih saat dijadikan sebagai susu pengganti ASI yang mana pada usia 1 tahun pertama, ASI merupakan asupan pertama dan eksklusif bagi bayi yang baru lahir.

“Susu Kental Manis merupakan produk yang mengandung susu adalah untuk sebagai pelengkap sajian, karena ada peraturan kesehatan tentunya Kementerian Kesehatan tentang Program-program, program ASI, ASI Eksklusif, kemudian juga ada kandungan Nutrisi untuk 5 tahun pertama,” paparnya.

Untuk SKM tidak berbahaya, Penny melanjutkan, namun harus diluruskan kembali. “Karena dalam perjalanan pos market yang dilakukan Badan POM, ditemukan berbagai iklan, jadi label, iklan, itu adalah bentuk edukasi, bentuk pengontrol kita untuk mengedukasi dan pengawasan kita,” imbuhnya.

 

Penulis: Yuno.
Editor: Sigit K. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 21 September 2018 - 21:33 WIB

Polisi amankan 12 pelaku curanmor di Bojonegoro

Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 21:25 WIB

Tolak kekerasan di Bengkulu, HMI geruduk DPRD Malang

Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 21:01 WIB

Jokowi-Ma`ruf nomor 1, Prabowo-Sandi nomor 2

Kriminalitas | 21 September 2018 - 20:57 WIB

Coba rebut senpi petugas, satu dari tujuh pelaku pencurian dilumpuhkan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com