Senin, 19 November 2018 | 11:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Inilah strategi dan kebijakan pemerintah hadapi dampak ketidakpastian perekonomian global

Selasa, 10 Juli 2018 - 07:15 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Menperin, Airlangga Hartarto didampingi Kepala BKPM, Thomas Lembong dalam keterangan pers, di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (9/7). Sumber foto: https://bit.ly/2ugRO3J
Menperin, Airlangga Hartarto didampingi Kepala BKPM, Thomas Lembong dalam keterangan pers, di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (9/7). Sumber foto: https://bit.ly/2ugRO3J

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai strategi dan kebijakan menghadapi ketidakpastian perekonomian global, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Senin (9/7). 

Usai ratas, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengatakan, pokok bahasan dalam ratas adalah bagaimana memperkuat perekonomian nasional, juga memberi ketenteraman kepada industri nasional atau para pengusaha, agar iklim investasi bisa dijaga.

Menperin menyebut, beberapa catatan dari ratas adalah bagaimana meningkatkan ekspor dan juga melakukan optimalisasi terhadap impor, serta mengembangkan substitusi impor agar perekonomian semakin kuat.

“Bapak Presiden tadi sudah menyampaikan bahwa kita melakukan optimalisasi tool fiscal. Jadi itu baik berbentuk bea keluar, bea masuk, maupun harmonisasi daripada bea masuk itu sendiri, agar industri mempunyai daya saing, dan mampu melakukan ekspor,” jelas Menperin. 

Kemudian, lanjut Menperin, juga melakukan jaminan terhadap bahan baku, ketersediaan bahan baku, dan kemudian memberikan insentif-insentif agar ekspor bisa ditingkatkan.

Sementara terkait dengan investasi, pemerintah mempertimbangkan memberikan insentif untuk melakukan relokasi pabrik, misalnya dari industri yang sudah padat karya dari wilayah Jawa Barat ke wilayah lain, termasuk misalnya Jawa Tengah.

Pemerintah, papar Menperin, juga akan memberikan insentif untuk usaha-usaha kecil menengah, terutama di bidang furniture, misalnya SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) nantinya akan dibiayai atau disubsidi oleh pemerintah.

Kemudian juga peningkatan penggunaan produksi dalam negeri, terutama dalam government procurement, yaitu pemanfaatan tingkat kandungan dalam negeri, sehingga industri-industri nasional utilisasinya bisa ditingkatkan.

“Termasuk diantaranya mengkaji industri-industri nasional yang bisa utilisasinya ditingkatkan, untuk melakukan ketersediaan bahan baku di dalam negeri, termasuk korporasi-korporasi seperti Tuban yang bisa menyediakan baik itu bahan baku Petrokimia maupun BBM (Bahan Bakar Minyak),” ungkap Airlangga.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan terkait dengan biodisel, dimana penggunaan biodiesel 20 persen dan sekaligus juga dikaji penggunaan biodisel ke 30 persen.

“Jadi itu akan meningkatkan konsumsi daripada biodisel sebesar 500.000 ton per tahun. Nah, ini yang Bapak Presiden minta untuk segera dibuatkan kajiannya,” terang Airlangga.

Kemudian antisipasi lanjutnya, menurut Menperin, adalah memaksimalkan untuk pariwisata, terutama untuk di pariwisata tentunya akan ada pengembangan airport, kemudian juga untuk pengembangan low cost carrier, sehingga pariwisata ini salah satu sektor yang paling cepat dapat digenjot.  

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi resmikan pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Musibah | 19 November 2018 - 10:45 WIB

Perbaikan longsor di Jalan Kramat Tiu rampung diperbaiki

Kriminalitas | 19 November 2018 - 10:35 WIB

Polisi tangkap dalang bentrok di diskotek Bandara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:24 WIB

PMI DIY siagakan relawan jelang libur panjang

Ekonomi | 19 November 2018 - 10:15 WIB

Senin pagi, kurs rupiah melemah ke posisi Rp14.600

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:02 WIB

Dishub Bogor hentikan sementara operasi angkot modern

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai strategi dan kebijakan menghadapi ketidakpastian perekonomian global, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Senin (9/7). 

Usai ratas, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengatakan, pokok bahasan dalam ratas adalah bagaimana memperkuat perekonomian nasional, juga memberi ketenteraman kepada industri nasional atau para pengusaha, agar iklim investasi bisa dijaga.

Menperin menyebut, beberapa catatan dari ratas adalah bagaimana meningkatkan ekspor dan juga melakukan optimalisasi terhadap impor, serta mengembangkan substitusi impor agar perekonomian semakin kuat.

“Bapak Presiden tadi sudah menyampaikan bahwa kita melakukan optimalisasi tool fiscal. Jadi itu baik berbentuk bea keluar, bea masuk, maupun harmonisasi daripada bea masuk itu sendiri, agar industri mempunyai daya saing, dan mampu melakukan ekspor,” jelas Menperin. 

Kemudian, lanjut Menperin, juga melakukan jaminan terhadap bahan baku, ketersediaan bahan baku, dan kemudian memberikan insentif-insentif agar ekspor bisa ditingkatkan.

Sementara terkait dengan investasi, pemerintah mempertimbangkan memberikan insentif untuk melakukan relokasi pabrik, misalnya dari industri yang sudah padat karya dari wilayah Jawa Barat ke wilayah lain, termasuk misalnya Jawa Tengah.

Pemerintah, papar Menperin, juga akan memberikan insentif untuk usaha-usaha kecil menengah, terutama di bidang furniture, misalnya SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) nantinya akan dibiayai atau disubsidi oleh pemerintah.

Kemudian juga peningkatan penggunaan produksi dalam negeri, terutama dalam government procurement, yaitu pemanfaatan tingkat kandungan dalam negeri, sehingga industri-industri nasional utilisasinya bisa ditingkatkan.

“Termasuk diantaranya mengkaji industri-industri nasional yang bisa utilisasinya ditingkatkan, untuk melakukan ketersediaan bahan baku di dalam negeri, termasuk korporasi-korporasi seperti Tuban yang bisa menyediakan baik itu bahan baku Petrokimia maupun BBM (Bahan Bakar Minyak),” ungkap Airlangga.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan terkait dengan biodisel, dimana penggunaan biodiesel 20 persen dan sekaligus juga dikaji penggunaan biodisel ke 30 persen.

“Jadi itu akan meningkatkan konsumsi daripada biodisel sebesar 500.000 ton per tahun. Nah, ini yang Bapak Presiden minta untuk segera dibuatkan kajiannya,” terang Airlangga.

Kemudian antisipasi lanjutnya, menurut Menperin, adalah memaksimalkan untuk pariwisata, terutama untuk di pariwisata tentunya akan ada pengembangan airport, kemudian juga untuk pengembangan low cost carrier, sehingga pariwisata ini salah satu sektor yang paling cepat dapat digenjot.  

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com