Senin, 17 Desember 2018 | 15:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Menkeu: Defisit pada semester I APBN 2018 terendah 4 tahun terakhir

Selasa, 10 Juli 2018 - 08:04 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Menkeu Sri Mulyani dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (9/7). Sumber foto: https://bit.ly/2L6fW0d
Menkeu Sri Mulyani dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (9/7). Sumber foto: https://bit.ly/2L6fW0d

Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, defisit berjalan pada pelaksanaan semester I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 hanya sebesar Rp110 triliun, atau yang terendah dalam empat tahun terakhir. Lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang posisinya Rp175 triliun.

“Ini sekali lagi menggambarkan bahwa pemerintah terus berusaha membuat APBN kita menjadi sehat, menjadi kredibel, dan terutama dikaitkan dengan banyak sekali pendapat mengenai masalah hutang dan pengelolaan utang,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7). 

Seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Menkeu menjelaskan, hasil semester I ini mengkonfirmasikan sekali lagi bahwa pemerintah sangat berhati-hati dan sangat prudent di dalam menjaga APBN tahun 2018.

Dengan postur APBN kita yang relatif terjaga, lanjut Menkeu, telah diputuskan oleh Presiden, pada tahun 2018 ini pemerintah akan tetap menjaga APBN dengan defisit lebih rendah dari yang direncanakan.

“Tadinya 2018 adalah direncanakan 2,19% dari PDB, namun dari sisi outlook sekarang ini kami memperkirakan APBN 2018 akan defisitnya menjadi hanya 2,12 atau 2,12% dari PDB atau dalam hal ini Rp314 triliun, lebih kecil dari yang tadinya diperkirakan Rp325 triliun,” terang Sri Mulyani.

Karena postur APBN cukup baik dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara dan defisitnya lebih kecil dari direncanakan, maka menurut Menkeu, Presiden menyampaikan bahwa untuk APBN 2018 ini yang tidak melakukan APBN perubahan.

“Laporan ini nanti akan kami sampaikan kepada dewan untuk dibahas pada minggu depan dengan Dewan Perwakilan Rakyat,” ujar Menkeu. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:14 WIB

Tito: Polri harus beradaptasi dengan perkembangan zaman

Hankam | 17 Desember 2018 - 15:06 WIB

Polri kerahkan 84 ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

Aktual SDGs | 17 Desember 2018 - 14:57 WIB

Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai

Bencana Alam | 17 Desember 2018 - 14:45 WIB

Kementerian ESDM laporkan capaian tim siaga bencana Sulteng

Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, defisit berjalan pada pelaksanaan semester I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 hanya sebesar Rp110 triliun, atau yang terendah dalam empat tahun terakhir. Lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang posisinya Rp175 triliun.

“Ini sekali lagi menggambarkan bahwa pemerintah terus berusaha membuat APBN kita menjadi sehat, menjadi kredibel, dan terutama dikaitkan dengan banyak sekali pendapat mengenai masalah hutang dan pengelolaan utang,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7). 

Seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Menkeu menjelaskan, hasil semester I ini mengkonfirmasikan sekali lagi bahwa pemerintah sangat berhati-hati dan sangat prudent di dalam menjaga APBN tahun 2018.

Dengan postur APBN kita yang relatif terjaga, lanjut Menkeu, telah diputuskan oleh Presiden, pada tahun 2018 ini pemerintah akan tetap menjaga APBN dengan defisit lebih rendah dari yang direncanakan.

“Tadinya 2018 adalah direncanakan 2,19% dari PDB, namun dari sisi outlook sekarang ini kami memperkirakan APBN 2018 akan defisitnya menjadi hanya 2,12 atau 2,12% dari PDB atau dalam hal ini Rp314 triliun, lebih kecil dari yang tadinya diperkirakan Rp325 triliun,” terang Sri Mulyani.

Karena postur APBN cukup baik dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara dan defisitnya lebih kecil dari direncanakan, maka menurut Menkeu, Presiden menyampaikan bahwa untuk APBN 2018 ini yang tidak melakukan APBN perubahan.

“Laporan ini nanti akan kami sampaikan kepada dewan untuk dibahas pada minggu depan dengan Dewan Perwakilan Rakyat,” ujar Menkeu. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com