Jumat, 20 Juli 2018 | 15:41 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Disperindag Biak imbau distributor tarik peredaran SKM

Selasa, 10 Juli 2018 - 09:28 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto:  https://bit.ly/2NDIbVx
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2NDIbVx

Elshinta.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Biak Numfor, Papua, mengimbau distributor dan pengecer susu kental manis (SKM) menarik peredaran produk tersebut dari pasar.

Kepala Disperindag Biak Yubelius Usior di Biak, Selasa (10/7), mengatakan imbauan itu dikeluarkan menyusul surat larangan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang ditandatangani pada 22 Mei 2018. "Disperindag akan melakukan penertiban terhadap peredaran penjualan produksi SKM di pasar, kios-kios dan toko modern, ya saat ini kami masih menunggu koordinasi dengan BPOM, Dinas Kesehatan, dan Satgas Pangan untuk melakukan tindakan persuasif," kata, seperti dikutip Antara.

Surat edaran yang menyoal label dan iklan produk susu kental dan analognya seakan membuat publik kembali terlempar ke masa lalu saat kontroversi susu kental manis juga muncul.

Ia mengakui dalam informasi di media massa surat pelarangan peredaran SKM itu intinya melarang iklan produk susu kental manis menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun. "Iklan juga dilarang muncul pada jam tayang acara anak-anak," cuplikan salinan petikan surat edaran BPOM tersebut," katanya.

Kadisperindag Yubelius Usior mengakui perlu ada penanganan lebih lanjut terhadap pelarangan peredaran SKM di wilayah Kabupaten Biak Numfor karena produk susu ini sudah menjadi bahan konsumsi bagi masyarakat lokal dalam keseharian.

Yubelius mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo yang mengatakan, secara medis, produk susu kental manis memang tidak dianjurkan diberikan kepada anak-anak, terutama balita karena susu ini tidak cocok. "Kandungan gula dalam jenis produk susu kental manis lebih tinggi daripada kandungan proteinnya," ujarnya.

Hingga Rabu, penjualan Susu kental manis (SKM) di berbagai kios dan toko pasar Biak masih marak karena minimnya informasi yang diterima penjual bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat lokal Biak.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 20 Juli 2018 - 15:34 WIB

2.000 petugas bersihkan Sunter sambut Asian Games

Aktual Sepakbola | 20 Juli 2018 - 15:13 WIB

Neymar bantah rumor pindah ke Real Madrid

Musibah | 20 Juli 2018 - 14:55 WIB

Korban KM Joko Berek dua orang belum ditemukan

Kriminalitas | 20 Juli 2018 - 14:48 WIB

Wanita tanpa identitas ditemukan meninggal di Sungai Cigalugur

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com