Senin, 19 November 2018 | 13:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

Delapan anggota tim sepak bola Thailand berhasil diselamatkan

Selasa, 10 Juli 2018 - 11:37 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2J8zhvQ
Sumber foto: https://bit.ly/2J8zhvQ

Elshinta.com - Delapan anak anggota tim sepak bola Wild Boars Thailand berhasil dikeluarkan dari gua Tham Luang di Utara Thailand, tempat mereka terjebak bersama empat anak lain dan seorang pelatih, di hari kedua penyelamatan penuh keberanian.

Empat anak yang tersisa dan pelatih mereka yang bernama Ekaphol Chantawong terjebak selama 17 malam di dalam gua. Hingga kini belum jelas apakah mereka akan dibebaskan Selasa (10/7). "Kita senang sudah bisa menyelamatkan empat anak lagi," kata Narongsak Osatanakorn kepala pusat komando gabungan yang mengoordinasikan operasi penyelamatan, Senin petang.

Empat anak itu diterbangkan ke rumah sakit di kota terdekat, Chiang Rai. "Sekarang mereka sudah baik," katanya.

Satu tim elit yang terdiri atas 18 penyelam Thailand dan internasional didukung oleh setidaknya 80 pekerja penyelamat lainnya memasuki gua sekitar pukul 11 pagi waktu setempat pada hari Senin, berhasil mengirim empat anak laki-laki ke rumah sakit pada jam 8 malam, dua jam lebih cepat daripada operasi pada hari Minggu yang membebaskan empat anak pertama. "Kami memiliki tim operasi yang lebih besar dan kami lebih terampil," kata Osatanakorn.

Operasi berikutnya dijadwalkan akan diluncurkan pada pukul 16.00 sore waktu setempat pada hari Selasa tetapi kepala penyelamat mengatakan dia tidak dapat menjamin lima yang terakhir akan dibebaskan pada akhir hari ini juga. "Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini sekarang," katanya. “Ini tergantung pada kondisi cuaca dan rencana kami. Kami telah menetapkan rencana untuk menyelamatkan empat tetapi jika kami ingin menyelamatkan lima, mereka yang bertanggung jawab harus menyesuaikan rencana. Kami tidak dapat mengesampingkan tim selam karena ini melibatkan keselamatan."

Para saksi di situs gua mengatakan bocah laki-laki pertama itu diantar keluar melalui pintu masuk sekitar pukul 16.30 pada hari Senin.

Dua jam berikutnya, tiga bocah lelaki lainnya dibebaskan satu demi satu, masing-masing ditandu keluar dari gua, dirawat di rumah sakit lapangan di lokasi kemudian diterbangkan ke rumah sakit Chiang Rai sekitar 50 mil (80km) jauhnya.

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, mengunjungi situs itu beberapa saat kemudian untuk menemui keluarga para anak yang terjebak. Anak-anak yang dibebaskan belum dapat secara resmi disebutkan namanya karena "kerahasiaan dokter-pasien", katanya.

Anak-anak itu tidak perlu mengikuti ujian yang dijadwalkan minggu depan, tambahnya. "Mereka tidak harus mengikuti jadwal normal."

Kittichok Kankeaw, rekan satu tim Nattawut Takamsai, salah satu bocah yang terperangkap, mengatakan dia akan mencoba membantu temannya untuk mengejar ketinggalan di sekolah. "Saya bisa membantunya mengerjakan pekerjaan rumahnya," katanya.

Osatanakorn mengatakan empat anak laki-laki pertama yang dibebaskan telah terbangun dalam kondisi baik dan meminta untuk disajikan khao pad krapow (ayam basil dengan nasi), demikian dikutip Antara dari The Guardian.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 19 November 2018 - 13:07 WIB

Kapolri beri jurus hadapi tantangan polisi era modern di sidang interpol

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 12:55 WIB

DPRD dorong optimalisasi pelaksanaan regulasi Pilkades

Musibah | 19 November 2018 - 12:42 WIB

Regu penyelamat cari penumpang jatuh di laut

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 12:18 WIB

50 tandon air dibagikan DMI pada 50 masjid di Kota Malang

Elshinta.com - Delapan anak anggota tim sepak bola Wild Boars Thailand berhasil dikeluarkan dari gua Tham Luang di Utara Thailand, tempat mereka terjebak bersama empat anak lain dan seorang pelatih, di hari kedua penyelamatan penuh keberanian.

Empat anak yang tersisa dan pelatih mereka yang bernama Ekaphol Chantawong terjebak selama 17 malam di dalam gua. Hingga kini belum jelas apakah mereka akan dibebaskan Selasa (10/7). "Kita senang sudah bisa menyelamatkan empat anak lagi," kata Narongsak Osatanakorn kepala pusat komando gabungan yang mengoordinasikan operasi penyelamatan, Senin petang.

Empat anak itu diterbangkan ke rumah sakit di kota terdekat, Chiang Rai. "Sekarang mereka sudah baik," katanya.

Satu tim elit yang terdiri atas 18 penyelam Thailand dan internasional didukung oleh setidaknya 80 pekerja penyelamat lainnya memasuki gua sekitar pukul 11 pagi waktu setempat pada hari Senin, berhasil mengirim empat anak laki-laki ke rumah sakit pada jam 8 malam, dua jam lebih cepat daripada operasi pada hari Minggu yang membebaskan empat anak pertama. "Kami memiliki tim operasi yang lebih besar dan kami lebih terampil," kata Osatanakorn.

Operasi berikutnya dijadwalkan akan diluncurkan pada pukul 16.00 sore waktu setempat pada hari Selasa tetapi kepala penyelamat mengatakan dia tidak dapat menjamin lima yang terakhir akan dibebaskan pada akhir hari ini juga. "Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini sekarang," katanya. “Ini tergantung pada kondisi cuaca dan rencana kami. Kami telah menetapkan rencana untuk menyelamatkan empat tetapi jika kami ingin menyelamatkan lima, mereka yang bertanggung jawab harus menyesuaikan rencana. Kami tidak dapat mengesampingkan tim selam karena ini melibatkan keselamatan."

Para saksi di situs gua mengatakan bocah laki-laki pertama itu diantar keluar melalui pintu masuk sekitar pukul 16.30 pada hari Senin.

Dua jam berikutnya, tiga bocah lelaki lainnya dibebaskan satu demi satu, masing-masing ditandu keluar dari gua, dirawat di rumah sakit lapangan di lokasi kemudian diterbangkan ke rumah sakit Chiang Rai sekitar 50 mil (80km) jauhnya.

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, mengunjungi situs itu beberapa saat kemudian untuk menemui keluarga para anak yang terjebak. Anak-anak yang dibebaskan belum dapat secara resmi disebutkan namanya karena "kerahasiaan dokter-pasien", katanya.

Anak-anak itu tidak perlu mengikuti ujian yang dijadwalkan minggu depan, tambahnya. "Mereka tidak harus mengikuti jadwal normal."

Kittichok Kankeaw, rekan satu tim Nattawut Takamsai, salah satu bocah yang terperangkap, mengatakan dia akan mencoba membantu temannya untuk mengejar ketinggalan di sekolah. "Saya bisa membantunya mengerjakan pekerjaan rumahnya," katanya.

Osatanakorn mengatakan empat anak laki-laki pertama yang dibebaskan telah terbangun dalam kondisi baik dan meminta untuk disajikan khao pad krapow (ayam basil dengan nasi), demikian dikutip Antara dari The Guardian.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com