Selasa, 11 Desember 2018 | 10:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Asian Games 2018

Timnas karate selesaikan program latihan di Mesir

Selasa, 10 Juli 2018 - 12:29 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber Foto:  https://bit.ly/2L2HseZ
Sumber Foto: https://bit.ly/2L2HseZ

Elshinta.com - Sedikitnya 10 karateka nomor kumite menyelesaikan program latihan yang berlangsung 28 Juni sampai 10 Juli di Kairo, Mesir, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2018 pada Agustus. 

Siaran pers kedutaan, Selasa (10/7), menyebutkan atlet yang ikut serta dalam program itu antara lain peraih medali emas SEA Games 2017 Srunita Sari Sukatendel (kelas kumite di bawah 50kg), Cok Istri Agung Sanistya Rani (kelas kumite di bawah 61kg), peraih medali perunggu SEA Games 2017 Dessyinta Rakawuni Banurea (kelas kumite di bawah 68kg), dan peraih medali emas dalam kejuaraan dunia Karate Junior 2015 untuk kelas 59kg, Ceyco Georgia Zefanya.

Mengutip dari Antara, selama program latihan itu para karateka Indonesia menjajal kemampuan dengan mengadakan adu dengan atlet-atlet nasional Mesir.

Robert Karly, salah satu pelatih timnas, mengatakan olahraga karate saat ini tidak lagi didominasi atlet dari kawasan Asia Timur. Banyak karateka dari benua Afrika termasuk Mesir yang memenangi kejuaraan di tingkat internasional. "Di kawasan Afrika, untuk cabang olahraga karate Mesir sangat dominan. Mereka juga tahun lalu meraih juara dunia, sehingga ini merupakan kesempatan yang baik bagi para atlet timnas untuk berlatih di sini," kata Robert.

Sementara Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzy berharap dukungan pemerintah Mesir untuk pengembangan prestasi olahraga bisa dipelajari untuk kemudian diterapkan di Indonesia. "Fasilitas olahraga di Mesir ini melimpah sekali, dan antusiasme dan partisipasi masyarakat sangat tinggi. Saya berharap hal ini bisa dipelajari dan ditularkan di Indonesia," katanya.

Di samping persiapan Asian Games 2018, program latihan timnas karate di Mesir juga ditujukan sebagai pemanasan sebelum mengikuti kompetisi Asian Karate Federation yang akan berlangsung di Yordania. Anggota timnas dijadwalkan bertolak ke Yordania pada 10 Juli. Usai kejuaraan di sana, Timnas Karate akan melanjutkan perjalanan ke Ukraina untuk mengikuti program pelatihan terakhir sebelum Asian Games.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com - Sedikitnya 10 karateka nomor kumite menyelesaikan program latihan yang berlangsung 28 Juni sampai 10 Juli di Kairo, Mesir, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2018 pada Agustus. 

Siaran pers kedutaan, Selasa (10/7), menyebutkan atlet yang ikut serta dalam program itu antara lain peraih medali emas SEA Games 2017 Srunita Sari Sukatendel (kelas kumite di bawah 50kg), Cok Istri Agung Sanistya Rani (kelas kumite di bawah 61kg), peraih medali perunggu SEA Games 2017 Dessyinta Rakawuni Banurea (kelas kumite di bawah 68kg), dan peraih medali emas dalam kejuaraan dunia Karate Junior 2015 untuk kelas 59kg, Ceyco Georgia Zefanya.

Mengutip dari Antara, selama program latihan itu para karateka Indonesia menjajal kemampuan dengan mengadakan adu dengan atlet-atlet nasional Mesir.

Robert Karly, salah satu pelatih timnas, mengatakan olahraga karate saat ini tidak lagi didominasi atlet dari kawasan Asia Timur. Banyak karateka dari benua Afrika termasuk Mesir yang memenangi kejuaraan di tingkat internasional. "Di kawasan Afrika, untuk cabang olahraga karate Mesir sangat dominan. Mereka juga tahun lalu meraih juara dunia, sehingga ini merupakan kesempatan yang baik bagi para atlet timnas untuk berlatih di sini," kata Robert.

Sementara Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzy berharap dukungan pemerintah Mesir untuk pengembangan prestasi olahraga bisa dipelajari untuk kemudian diterapkan di Indonesia. "Fasilitas olahraga di Mesir ini melimpah sekali, dan antusiasme dan partisipasi masyarakat sangat tinggi. Saya berharap hal ini bisa dipelajari dan ditularkan di Indonesia," katanya.

Di samping persiapan Asian Games 2018, program latihan timnas karate di Mesir juga ditujukan sebagai pemanasan sebelum mengikuti kompetisi Asian Karate Federation yang akan berlangsung di Yordania. Anggota timnas dijadwalkan bertolak ke Yordania pada 10 Juli. Usai kejuaraan di sana, Timnas Karate akan melanjutkan perjalanan ke Ukraina untuk mengikuti program pelatihan terakhir sebelum Asian Games.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 16:49 WIB

Cari bibit atlet berbakat, Lumajang perlu perhatian

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:12 WIB

Inasgoc menghemat Rp2,8 triliun

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:29 WIB

Bulls pecat pelatih kepala Fred Hoiberg

Minggu, 02 Desember 2018 - 20:46 WIB

Azzahra pecahkan rekor nasional di IOAC 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com