Selasa, 11 Desember 2018 | 10:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Menko Polhukam: Jaga perdamaian jelang Pemilu 2019

Selasa, 10 Juli 2018 - 12:02 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) Wiranto. Sumber foto: https://bit.ly/2E8aoQ7
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) Wiranto. Sumber foto: https://bit.ly/2E8aoQ7

Elshinta.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Jenderal (Purn) Wiranto mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga perdamaian menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 dan event internasional lainnya seperti Asian Games 2018.

"Perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya karena dalam waktu dekat kita akan akan menghadapi banyak 'event-event' internasional Asian Games 2018, pertemuan IMF di Bali serta melaksanakan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019, yang membutuhkan kesatuan kita sebagai bangsa," kata Wiranto.

Menk Polhukam menyatakan itu usai membuka Sarasehan Nasional "Merawat Perdamaian: Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku dan Maluku Utara untuk Indonesia yang bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur", yang digelar Setjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), di Jakarta, Selasa.

Wiranto yang mewakili Presiden Joko Widodo untuk membuka Sarasehan Nasional itu mengharapkan agar bangsa Indonesia bisa merawat perdamaian merujuk dari resolusi konflik di Maluku, sehingga dapat tercipta suatu masyarakat yang bersatu berdaulat adil dan makmur.

"Jadi saya atas nama presiden sudah memberikan satu masukan-masukan agar sarasehan nasional ini bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran cerdas agar perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Para pakar yang berbicara di sarasehan yang digelar oleh Wantannas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif agar bangsa ini yang mendapatkan satu warisan dari para pendahulu bangsa, berupa negara yang sudah bebas dari konflik dengan penjajah.

Serasehan nasional tersebut berlangsung selama dua hari. Berbagai tokoh nasional direncanakan akan menjadi pembicara, antara lain: Wapres Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Mensos Idrus Marham, Menristek Dikri M Nasir serta Menko Maritim Luhut Pandjaitan, dikutip dari laman Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:41 WIB

Banjir di Kampar Riau tewaskan seorang bocah

Elshinta.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Jenderal (Purn) Wiranto mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga perdamaian menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 dan event internasional lainnya seperti Asian Games 2018.

"Perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya karena dalam waktu dekat kita akan akan menghadapi banyak 'event-event' internasional Asian Games 2018, pertemuan IMF di Bali serta melaksanakan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019, yang membutuhkan kesatuan kita sebagai bangsa," kata Wiranto.

Menk Polhukam menyatakan itu usai membuka Sarasehan Nasional "Merawat Perdamaian: Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku dan Maluku Utara untuk Indonesia yang bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur", yang digelar Setjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), di Jakarta, Selasa.

Wiranto yang mewakili Presiden Joko Widodo untuk membuka Sarasehan Nasional itu mengharapkan agar bangsa Indonesia bisa merawat perdamaian merujuk dari resolusi konflik di Maluku, sehingga dapat tercipta suatu masyarakat yang bersatu berdaulat adil dan makmur.

"Jadi saya atas nama presiden sudah memberikan satu masukan-masukan agar sarasehan nasional ini bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran cerdas agar perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Para pakar yang berbicara di sarasehan yang digelar oleh Wantannas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif agar bangsa ini yang mendapatkan satu warisan dari para pendahulu bangsa, berupa negara yang sudah bebas dari konflik dengan penjajah.

Serasehan nasional tersebut berlangsung selama dua hari. Berbagai tokoh nasional direncanakan akan menjadi pembicara, antara lain: Wapres Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Mensos Idrus Marham, Menristek Dikri M Nasir serta Menko Maritim Luhut Pandjaitan, dikutip dari laman Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Senin, 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Senin, 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Senin, 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas Pemilu harus independen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com