Senin, 17 Desember 2018 | 15:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Harga telur di Aceh Timur naik 50 persen

Selasa, 10 Juli 2018 - 12:45 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2KN34Qg
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2KN34Qg

Elshinta.com - Harga telur ayam ras di pasaran di Kabupaten Aceh Timur, melonjak hingga 50 persen, yakni dari Rp1.000 menjadi Rp1.500 per butir, karena permintaan meningkat, sementara pasokan terbatas.

Mustafa, pedagang di Kota Idi, Ibukota Aceh Timur, Selasa (10/7) menyatakan, harga jual telur tersebut sebelum Idul Fitri Rp1.000 per butir, tapi sekarang naik menjadi Rp1.500 per butir.

Ia mengatakan, meskipun harga telur ayam selama Ramadhan 1438 Hijriyah sempat mengalami kenaikan harga mencapai 30 persen atau Rp1.300 per butir, tetapi menjelang Idul Fitri harga telur ayam turun Rp1.000 per butir atau setara Rp30.000 per papan (isi 30 butir). "Tapi setelah Idul Fitri hingga saat ini kenaikan telur ayam terus melonjak hingga mencapai Rp1.500 per butir atau setara Rp45.000 per papan," terang Mustafa.

Ia mengatakan, kenaikan harga telur ayam di pasaran terjadi menyusul tingginya harga tawar dari distributor.

Meskipun harga meningkat tajam di pasaran, Mustafa mengakui menghabiskan 20 hingga 30 papan telur ayam tiap hari, baik dijual untuk sejumlah rumah makan atau pedagang eceran di kios-kios. "Rata-rata telur ayam yang dipasok ke sejumlah titik di Aceh Timur adalah telur ayam dari luar Aceh, karena jika berpatokan stok telur ayam lokal sama sekali tidak cukup," urai Mustafa, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, beberapa ibu rumah tangga mengeluh dengan harga ayam yang terus mengalami kenaikan. Namun, meskipun mahal, para konsumen tetap membeli, karena sudah menjadi kebutuhan, kata Nisak, warga Idi.

Pemerintah diharap dapat mengontrol harga berbagai jenis pangan di pasaran, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan harga tawar yang dinilai tidak logis. "Tidak mungkin dalam jangka waktu 25 hari kenaikan harga telur mencapai 50 persen dari harga sebelumnya. Kita minta pemerintah turun tangan," kata Muzakir, warga Peureulak, Aceh Timur.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Aceh Timur, Iskandar melalui Kabid Perdagangan, Nazarina yang dihubungi wartawan mengakui bahwa telur ayam mengalami kenaikan harga di pasaran. "Kita belum cek harga jual telur ayam di pasaran hari ini, tapi hukum pasar biasanya ketika terjadi kenaikan harga distributor maka otomatis akan berpengaruh kepada harga jual di pasaran," ujar Nazarina.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:14 WIB

Tito: Polri harus beradaptasi dengan perkembangan zaman

Hankam | 17 Desember 2018 - 15:06 WIB

Polri kerahkan 84 ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

Aktual SDGs | 17 Desember 2018 - 14:57 WIB

Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai

Bencana Alam | 17 Desember 2018 - 14:45 WIB

Kementerian ESDM laporkan capaian tim siaga bencana Sulteng

Elshinta.com - Harga telur ayam ras di pasaran di Kabupaten Aceh Timur, melonjak hingga 50 persen, yakni dari Rp1.000 menjadi Rp1.500 per butir, karena permintaan meningkat, sementara pasokan terbatas.

Mustafa, pedagang di Kota Idi, Ibukota Aceh Timur, Selasa (10/7) menyatakan, harga jual telur tersebut sebelum Idul Fitri Rp1.000 per butir, tapi sekarang naik menjadi Rp1.500 per butir.

Ia mengatakan, meskipun harga telur ayam selama Ramadhan 1438 Hijriyah sempat mengalami kenaikan harga mencapai 30 persen atau Rp1.300 per butir, tetapi menjelang Idul Fitri harga telur ayam turun Rp1.000 per butir atau setara Rp30.000 per papan (isi 30 butir). "Tapi setelah Idul Fitri hingga saat ini kenaikan telur ayam terus melonjak hingga mencapai Rp1.500 per butir atau setara Rp45.000 per papan," terang Mustafa.

Ia mengatakan, kenaikan harga telur ayam di pasaran terjadi menyusul tingginya harga tawar dari distributor.

Meskipun harga meningkat tajam di pasaran, Mustafa mengakui menghabiskan 20 hingga 30 papan telur ayam tiap hari, baik dijual untuk sejumlah rumah makan atau pedagang eceran di kios-kios. "Rata-rata telur ayam yang dipasok ke sejumlah titik di Aceh Timur adalah telur ayam dari luar Aceh, karena jika berpatokan stok telur ayam lokal sama sekali tidak cukup," urai Mustafa, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, beberapa ibu rumah tangga mengeluh dengan harga ayam yang terus mengalami kenaikan. Namun, meskipun mahal, para konsumen tetap membeli, karena sudah menjadi kebutuhan, kata Nisak, warga Idi.

Pemerintah diharap dapat mengontrol harga berbagai jenis pangan di pasaran, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan harga tawar yang dinilai tidak logis. "Tidak mungkin dalam jangka waktu 25 hari kenaikan harga telur mencapai 50 persen dari harga sebelumnya. Kita minta pemerintah turun tangan," kata Muzakir, warga Peureulak, Aceh Timur.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Aceh Timur, Iskandar melalui Kabid Perdagangan, Nazarina yang dihubungi wartawan mengakui bahwa telur ayam mengalami kenaikan harga di pasaran. "Kita belum cek harga jual telur ayam di pasaran hari ini, tapi hukum pasar biasanya ketika terjadi kenaikan harga distributor maka otomatis akan berpengaruh kepada harga jual di pasaran," ujar Nazarina.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com