Selasa, 11 Desember 2018 | 17:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BNNP: 72 persen pengguna narkoba di Riau adalah laki-laki

Selasa, 10 Juli 2018 - 14:57 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2NE4ri7
Sumber foto: https://bit.ly/2NE4ri7

Elshinta.com - Kepala Bagian Umum Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Iwan Kurniawan Hasyim, menyatakan, berdasarkan data terakhir pada 2018 tercatat 72% pengguna narkoba di daerah ini adalah lelaki.

"Sebab banyak lelaki yang mengalami depresi dan menyalahgunakan narkoba sebagai obatnya," kata Iwan, di Pekanbaru, Selasa (10/7).

Ia mengungkapkan itu saat memberikan pengarahan pada 40-an pemuda Hindu se-Provinsi Riau dengn tema "bersama dan bersatu membangun Indonesia".

Menurut dia, narkotika merupakan zat yang mampu mengurangi rasa nyeri dan membuat seseorang merasa senang saat mengonsumsinya. Namun, pada akhirnya dapat merusak sistem saraf dan tubuh manusia yang menimbulkan efek ketergantungan itu.

Dikutip dari laman Antara, Iwan menyebutkan, ada beberapa jenis narkoba diantaranya yang disebut dengan Opium, Kokain, ganja serta sabu yang sekarang sudah ada dalam kemasan cair, Benzodiazepin dan Alkohol.

"Dampak penggunaan narkoba yang sangat berpotensi merusak diri dan mental manusia," katanya.

Pertama Depresi biasanya orang-orang yang mempunyai segudang masalah (depresi) yang menjadi umpan dari narkoba ini," katanya.

Kedua menimbulkan efek berhalusinasi yang berarti setelah mengonsumsi akan menimbulkan efek senang dengan menganggap semua masalah yang dihadapi seolah-olah sudah selesai.

Ketiga stimulan/memberikan rangsangan dan keempat menyebabkan kecanduan (adiktif) yang ingin terus mencoba barang haram itu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 17:08 WIB

Oknum Rutan Cipinang bantu pelarian napi diminta dihukum berat

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:54 WIB

Pemerintah apresiasi pemda siapkan data untuk kebijakan satu peta

Hukum | 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Pembangunan | 11 Desember 2018 - 16:36 WIB

Presiden sebut proyek infrastruktur antre untuk diresmikan

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

Startup | 11 Desember 2018 - 16:06 WIB

Manfaat kompetisi bagi perkembangan startup

Elshinta.com - Kepala Bagian Umum Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Iwan Kurniawan Hasyim, menyatakan, berdasarkan data terakhir pada 2018 tercatat 72% pengguna narkoba di daerah ini adalah lelaki.

"Sebab banyak lelaki yang mengalami depresi dan menyalahgunakan narkoba sebagai obatnya," kata Iwan, di Pekanbaru, Selasa (10/7).

Ia mengungkapkan itu saat memberikan pengarahan pada 40-an pemuda Hindu se-Provinsi Riau dengn tema "bersama dan bersatu membangun Indonesia".

Menurut dia, narkotika merupakan zat yang mampu mengurangi rasa nyeri dan membuat seseorang merasa senang saat mengonsumsinya. Namun, pada akhirnya dapat merusak sistem saraf dan tubuh manusia yang menimbulkan efek ketergantungan itu.

Dikutip dari laman Antara, Iwan menyebutkan, ada beberapa jenis narkoba diantaranya yang disebut dengan Opium, Kokain, ganja serta sabu yang sekarang sudah ada dalam kemasan cair, Benzodiazepin dan Alkohol.

"Dampak penggunaan narkoba yang sangat berpotensi merusak diri dan mental manusia," katanya.

Pertama Depresi biasanya orang-orang yang mempunyai segudang masalah (depresi) yang menjadi umpan dari narkoba ini," katanya.

Kedua menimbulkan efek berhalusinasi yang berarti setelah mengonsumsi akan menimbulkan efek senang dengan menganggap semua masalah yang dihadapi seolah-olah sudah selesai.

Ketiga stimulan/memberikan rangsangan dan keempat menyebabkan kecanduan (adiktif) yang ingin terus mencoba barang haram itu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 16:45 WIB

KPK panggil tiga saksi kasus DPRD Kalteng

Selasa, 11 Desember 2018 - 16:25 WIB

Polisi telusuri pemegang KTP-el terakhir

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com