Minggu, 22 Juli 2018 | 21:39 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Pendidikan

Mendikbud: Penggunaan SKTM palsu merusak karakter anak

Selasa, 10 Juli 2018 - 15:17 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy. Sumber foto: https://bit.ly/2L7iCdF
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy. Sumber foto: https://bit.ly/2L7iCdF

Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan penggunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merusak karakter anak.

"Orang tua yang menggunakan SKTM palsu disamping telah berbohong, juga merusak karakter anaknya sendiri dengan memberi contoh perilaku tidak jujur," katanya, di Jakarta, Selasa (10/7).

Mendikbud mengatakan penggunaan SKTM tidak mutlak penggunaannya karena SKTM untuk keluarga tidak mampu di zona masing-masing dan sudah otomatis akan diterima di zona masing-masing serta mendapatkan prioritas.

Ia mengakui memang ada masalah dalam penyalahgunaan SKTM, terutama keluarga tidak mampu yang berasal dari luar zona di satu sekolah, kemudian ada juga siswa yang berasal dari keluarga mampu tetapi memaksakan diri masuk ke sekolah itu dengan menggunakan SKTM palsu.

"Saya belum mengetahui persis berapa jumlahnya, tetapi kemungkinan tidak banyak. Hanya memang ada yang merasa lebih mempunyai hak dibanding yang bersangkutan inilah yang menjadi sangat besar."ujar Mendikbud.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menambahkan sekolah harus melakukan verifikasi penggunaan SKTM dan melakukan pengecekan di lapangan.

"Kalau memang tidak mampu, supaya disadarkan untuk ditarik." PPDB dengan menggunakan zonasi bertujuan untuk pemerataan kualitas dan mencegah serta menghilangkan praktik yang kurang baik pada sistem penerimaan sebelumnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 22 Juli 2018 - 21:27 WIB

Polsek Metro Tanah Abang ungkap kasus penculikan anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:14 WIB

Pemerintah serius perluas penggunaan Biodiesel 20

Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 20:37 WIB

Tips bagi jamaah Haji yang tersesat dan pingsan

Pemilihan Presiden 2019 | 22 Juli 2018 - 20:28 WIB

KPU Langkat skors rapat pleno DPSHP Pemilu 2019 selama sembilan jam

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com