Jumat, 16 November 2018 | 15:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Wiranto sarankan Hanura selesaikan masalah melalui musyawarah

Selasa, 10 Juli 2018 - 15:26 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ketua Dewan Pembina Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto. Sumber foto: https://bit.ly/2rivjNr
Ketua Dewan Pembina Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto. Sumber foto: https://bit.ly/2rivjNr

Elshinta.com - Ketua Dewan Pembina Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto menganjurkan pihak-pihak yang berkonflik di partainya untuk menyelesaikan masalah mereka melalui musyawarah.

"Saya selaku ketua dewan pembina selalu menganjurkan dilakukan dengan musyawarah. Partai Hati Nurani itu kan namanya hati nurani, ya kita kelola dengan damai, dengan hati yang terbuka dan saling mengasihi," ujar Wiranto di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (10/7).

Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 26 Juni 2018, telah memutuskan untuk membatalkan SK Menkumham No. M.MH-01.AH.11.0, yang berarti mengembalikan kepengurusan Partai Hanura pada masa bakti 2015-2020, yakni Ketua Umum Partai Hanura dijabat Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sekretaris Jenderal Partai Hanura oleh Sarifuddin Sudding, dikutip dari laman Antara.

Namun, baik kubu OSO maupun kubu Sudding saat ini tetap mengklaim pihak masing-masing yang berhak menjalankan Partai Hanura.

Sikap saling mengklaim dan tidak ada yang mau mengalah antara kubu OSO dan kubu Sudding itu, menurut Wiranto, menjadi salah satu penyebab sulitnya meredam konflik Partai Hanura.

"Suatu hal yang dilakukan saat kita sedang tidak cocok dengan yang lain, maka kita harus berusaha masuk dalam satu konsep resolusi untuk bersatu. Dengan persatuan itulah kita dapat mencapai hasil baik. Tidak mungkin kita namanya punya cita-cita tapi mengupayakan dengan cara-cara tidak damai. Cara-cara dendam dan benci, saya kira tidak akan menghasilkan yang baik," ujarnya.

Terkait dengan itu, Wiranto menyarankan kedua kubu untuk segera duduk bersama dan membahas penyelesaian konflik partai tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 15:15 WIB

Komnas HAM beri masukan ke Presiden soal KSAD baru

Lingkungan | 16 November 2018 - 15:06 WIB

Banyak program restorasi gambut gagal, ini penyebabnya

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Elshinta.com - Ketua Dewan Pembina Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto menganjurkan pihak-pihak yang berkonflik di partainya untuk menyelesaikan masalah mereka melalui musyawarah.

"Saya selaku ketua dewan pembina selalu menganjurkan dilakukan dengan musyawarah. Partai Hati Nurani itu kan namanya hati nurani, ya kita kelola dengan damai, dengan hati yang terbuka dan saling mengasihi," ujar Wiranto di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (10/7).

Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 26 Juni 2018, telah memutuskan untuk membatalkan SK Menkumham No. M.MH-01.AH.11.0, yang berarti mengembalikan kepengurusan Partai Hanura pada masa bakti 2015-2020, yakni Ketua Umum Partai Hanura dijabat Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sekretaris Jenderal Partai Hanura oleh Sarifuddin Sudding, dikutip dari laman Antara.

Namun, baik kubu OSO maupun kubu Sudding saat ini tetap mengklaim pihak masing-masing yang berhak menjalankan Partai Hanura.

Sikap saling mengklaim dan tidak ada yang mau mengalah antara kubu OSO dan kubu Sudding itu, menurut Wiranto, menjadi salah satu penyebab sulitnya meredam konflik Partai Hanura.

"Suatu hal yang dilakukan saat kita sedang tidak cocok dengan yang lain, maka kita harus berusaha masuk dalam satu konsep resolusi untuk bersatu. Dengan persatuan itulah kita dapat mencapai hasil baik. Tidak mungkin kita namanya punya cita-cita tapi mengupayakan dengan cara-cara tidak damai. Cara-cara dendam dan benci, saya kira tidak akan menghasilkan yang baik," ujarnya.

Terkait dengan itu, Wiranto menyarankan kedua kubu untuk segera duduk bersama dan membahas penyelesaian konflik partai tersebut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com