Senin, 19 November 2018 | 11:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kendalikan harga, TPID Kediri sidak pasar tradisional

Selasa, 10 Juli 2018 - 16:09 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kota Kediri sidak di sejumlah pasar tradisional. Sumber foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta
Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kota Kediri sidak di sejumlah pasar tradisional. Sumber foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Harga telur terus melambung, Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kota Kediri sidak di sejumlah pasar tradisional. Sidak kali ini dilakukan di dua pasar tradisonal, diantaranya Pasar Setono Betek dan Pasar Pahing Kota Kediri, Selasa (10/7).
  
Harga telur yang dijual oleh pedagang bervariatif, antara Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilo. Sebagaimana semestinya, tim langsung turun dan menyapa pedagang untuk menanyakan harga komoditi sayuran dan telur yang sejak pasca Lebaran lalu mengalami perubahan harga cenderung naik. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Jawa Timur, Yety Sisworini kepada Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana mengatakan, sidak ini dilaksanakan karena adanya informasi dari masyarakat jika harga telur mengalami kenaikan.

Menurutnya, pemicu kenaikan harga telur disebabkan beberapa faktor diantaranya, harga pakan ternak naik, tingginya permintaan telur dari luar Pulau Jawa, dan pengaruh cuaca. "Kalau telur memang ada cenderung kenaikan, dari hasil pantuan yang kita dapatkan tadi, mulai minggu kemarin harga telur ada kenaikan, sekarang ini Rp26 ribu, dari harga kemarin Rp21 ribu, Rp22 ribu, dan Rp24 ribu," pungkasnya. 

Meskipun harga telur mahal, namun untuk ketersediaan telur masih mencukupi. TPID Kota Kediri sendiri tidak bisa berbuat banyak terkait tingginya harga telur saat ini selain harus menunggu dan melakukan pemantauan di pasar. "Bukan dibiarkan, tapi kita terus memantau. Nanti kita koordinasikan bisa mengunjungi peternaknya," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 19 November 2018 - 11:07 WIB

KPK akan dalami kasus suap bupati Pakpak Bharat

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi resmikan pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Musibah | 19 November 2018 - 10:45 WIB

Perbaikan longsor di Jalan Kramat Tiu rampung diperbaiki

Kriminalitas | 19 November 2018 - 10:35 WIB

Polisi tangkap dalang bentrok di diskotek Bandara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:24 WIB

PMI DIY siagakan relawan jelang libur panjang

Ekonomi | 19 November 2018 - 10:15 WIB

Senin pagi, kurs rupiah melemah ke posisi Rp14.600

Elshinta.com - Harga telur terus melambung, Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kota Kediri sidak di sejumlah pasar tradisional. Sidak kali ini dilakukan di dua pasar tradisonal, diantaranya Pasar Setono Betek dan Pasar Pahing Kota Kediri, Selasa (10/7).
  
Harga telur yang dijual oleh pedagang bervariatif, antara Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilo. Sebagaimana semestinya, tim langsung turun dan menyapa pedagang untuk menanyakan harga komoditi sayuran dan telur yang sejak pasca Lebaran lalu mengalami perubahan harga cenderung naik. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Jawa Timur, Yety Sisworini kepada Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana mengatakan, sidak ini dilaksanakan karena adanya informasi dari masyarakat jika harga telur mengalami kenaikan.

Menurutnya, pemicu kenaikan harga telur disebabkan beberapa faktor diantaranya, harga pakan ternak naik, tingginya permintaan telur dari luar Pulau Jawa, dan pengaruh cuaca. "Kalau telur memang ada cenderung kenaikan, dari hasil pantuan yang kita dapatkan tadi, mulai minggu kemarin harga telur ada kenaikan, sekarang ini Rp26 ribu, dari harga kemarin Rp21 ribu, Rp22 ribu, dan Rp24 ribu," pungkasnya. 

Meskipun harga telur mahal, namun untuk ketersediaan telur masih mencukupi. TPID Kota Kediri sendiri tidak bisa berbuat banyak terkait tingginya harga telur saat ini selain harus menunggu dan melakukan pemantauan di pasar. "Bukan dibiarkan, tapi kita terus memantau. Nanti kita koordinasikan bisa mengunjungi peternaknya," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com