Selasa, 11 Desember 2018 | 10:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Dampak perang dagang AS-China menurut Wapres

Selasa, 10 Juli 2018 - 17:56 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pernyataan pers di Hotel JS Luwansa Jakarta, Selasa. Sumber foto: https://bit.ly/2N3o6XD
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pernyataan pers di Hotel JS Luwansa Jakarta, Selasa. Sumber foto: https://bit.ly/2N3o6XD

Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China memiliki dampak langsung dan tidak langsung untuk perekonomian Indonesia.

"Ini yang perang dagang kan Amerika dengan China, tapi tentu ada dampaknya ke kita; ada dampak langsung dan ada dampak tidak langsung," kata Wapres Jusuf Kalla usai menghadiri Sarasehan Nasional "Merawat Perdamaian: Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku untuk Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur" di Hotel JS Luwansa Jakarta, Selasa (10/7).

Dampak langsung ketegangan perdagangan kedua negara itu ke Indonesia antara lain dengan evaluasi produk-produk ekspor asal Indonesia oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui sistem evaluasi GSP (generalized system of preferences). "Dampak langsungnya, Amerika sekarang mempertimbangkan untuk mengevaluasi GSP, yang memberikan keutamaan kepada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia," kata Wapres Kalla.

Saat ini, Pemerintah Amerika Serikat sedang mengevaluasi sekitar 124 produk eskpor Indonesia, antara lain tekstil, kapas dan produk perikanan seperti udang dan kepiting. Kebijakan evaluasi impor AS tersebut dilakukan untuk menentukan jenis produk yang masih layak masuk ke negara itu.

Sementara itu, dampak tidak langsung dari perang dagang tersebut adalah nilai ekspor bahan baku Indonesia ke China menurun karena lemahnya produksi industri negeri tirai bambu tersebut. "Oleh karena itu, upaya kita adalah bagaimana menstabilkan ekonomi dalam negeri sehingga bukan hanya ekspor, tapi konsumen dalam negeri kita bisa tumbuh menjadi pasar yang baru," ujarnya, dikutip Antara.

Kebijakan evaluasi impor AS tersebut merupakan kebijakan perdagangan sepihak (unilateral) yang umumnya dimiliki negara maju untuk membantu perekonomian negara berkembang, tetapi tidak bersifat mengikat bagi negara pemberi maupun penerima.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China memiliki dampak langsung dan tidak langsung untuk perekonomian Indonesia.

"Ini yang perang dagang kan Amerika dengan China, tapi tentu ada dampaknya ke kita; ada dampak langsung dan ada dampak tidak langsung," kata Wapres Jusuf Kalla usai menghadiri Sarasehan Nasional "Merawat Perdamaian: Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku untuk Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur" di Hotel JS Luwansa Jakarta, Selasa (10/7).

Dampak langsung ketegangan perdagangan kedua negara itu ke Indonesia antara lain dengan evaluasi produk-produk ekspor asal Indonesia oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui sistem evaluasi GSP (generalized system of preferences). "Dampak langsungnya, Amerika sekarang mempertimbangkan untuk mengevaluasi GSP, yang memberikan keutamaan kepada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia," kata Wapres Kalla.

Saat ini, Pemerintah Amerika Serikat sedang mengevaluasi sekitar 124 produk eskpor Indonesia, antara lain tekstil, kapas dan produk perikanan seperti udang dan kepiting. Kebijakan evaluasi impor AS tersebut dilakukan untuk menentukan jenis produk yang masih layak masuk ke negara itu.

Sementara itu, dampak tidak langsung dari perang dagang tersebut adalah nilai ekspor bahan baku Indonesia ke China menurun karena lemahnya produksi industri negeri tirai bambu tersebut. "Oleh karena itu, upaya kita adalah bagaimana menstabilkan ekonomi dalam negeri sehingga bukan hanya ekspor, tapi konsumen dalam negeri kita bisa tumbuh menjadi pasar yang baru," ujarnya, dikutip Antara.

Kebijakan evaluasi impor AS tersebut merupakan kebijakan perdagangan sepihak (unilateral) yang umumnya dimiliki negara maju untuk membantu perekonomian negara berkembang, tetapi tidak bersifat mengikat bagi negara pemberi maupun penerima.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:56 WIB

ITJI hormati proses hukum oknum wartawan TV

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:38 WIB

Polri bantah adanya operasi militer di Nduga Papua

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:27 WIB

Ada empat kasus terkait KTP-el yang tengah ditangani

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com