Senin, 22 Oktober 2018 | 11:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Ngabalin sebut calon wakil presiden

Selasa, 10 Juli 2018 - 18:57 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyebut calon wakil presiden Jokowi untuk 2019 adalah tokoh terbaik bangsa. Sumber foto: https://bit.ly/2m41qLc
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyebut calon wakil presiden Jokowi untuk 2019 adalah tokoh terbaik bangsa. Sumber foto: https://bit.ly/2m41qLc

Elshinta.com - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, menyebut calon wakil presiden Jokowi untuk 2019 adalah tokoh terbaik bangsa.

"Yang pasti calon wakil presidennya ini adalah tokoh terbaik bangsa, yang punya visi yang sama klop dengan Jokowi," kata Ngabalin, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/7).

Ia mengatakan, dalam waktu dekat Jokowi akan mengumumkan pasangannya untuk melaju dalam Pemilu 2019. Pria kelahiran Fak-Fak, Papua, itu menyebut, Jokowi sudah memilih tokoh nasional, dengan kemampuan intelektual yang bagus, masa depan yang bagus, dan cocok dengan Jokowi sebagai cawapresnya. "Semua partai pendukung menyampaikan luar biasa," katanya, dikutip Antara.

Menurut dia, dalam berbagai kesempatan Presiden Jokowi selalu menyampaikan bahwa kader terbaik bangsa bisa berasal dari dalam partai dan luar partai. "Dan kita berharap yang pasti orang yang beliau tunjuk orang yang bagus, hebat, dan surprise bagi teman-teman," katanya.

Ngabalin yakin Jokowi tidak akan lama lagi segera mengumumkan kepada khalayak sosok yang dipilihnya untuk menjadi cawapresnya pada 2019. Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu menekankan bahwa perbedaan politik merupakan hal yang biasa dalam dinamika politik di Tanah Air. Presiden menegaskan jangan karena perbedaan pilihan politik politik kemudian harus saling bermusuhan karena hal ini memberikan "legacy" yang negatif dalam pendidikan politik di Indonesia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Ribuan siswa peringati Hari Santri di Alun-alun Kebumen

Hukum | 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

Peluang | 22 Oktober 2018 - 10:43 WIB

Peluang usaha menjanjikan bagi para pecinta hewan peliharaan

Elshinta.com - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, menyebut calon wakil presiden Jokowi untuk 2019 adalah tokoh terbaik bangsa.

"Yang pasti calon wakil presidennya ini adalah tokoh terbaik bangsa, yang punya visi yang sama klop dengan Jokowi," kata Ngabalin, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/7).

Ia mengatakan, dalam waktu dekat Jokowi akan mengumumkan pasangannya untuk melaju dalam Pemilu 2019. Pria kelahiran Fak-Fak, Papua, itu menyebut, Jokowi sudah memilih tokoh nasional, dengan kemampuan intelektual yang bagus, masa depan yang bagus, dan cocok dengan Jokowi sebagai cawapresnya. "Semua partai pendukung menyampaikan luar biasa," katanya, dikutip Antara.

Menurut dia, dalam berbagai kesempatan Presiden Jokowi selalu menyampaikan bahwa kader terbaik bangsa bisa berasal dari dalam partai dan luar partai. "Dan kita berharap yang pasti orang yang beliau tunjuk orang yang bagus, hebat, dan surprise bagi teman-teman," katanya.

Ngabalin yakin Jokowi tidak akan lama lagi segera mengumumkan kepada khalayak sosok yang dipilihnya untuk menjadi cawapresnya pada 2019. Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu menekankan bahwa perbedaan politik merupakan hal yang biasa dalam dinamika politik di Tanah Air. Presiden menegaskan jangan karena perbedaan pilihan politik politik kemudian harus saling bermusuhan karena hal ini memberikan "legacy" yang negatif dalam pendidikan politik di Indonesia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com