Senin, 10 Desember 2018 | 19:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

SBY: Cawapres Jokowi-Prabowo merupakan `game changer`

Selasa, 10 Juli 2018 - 19:55 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sumber foto: https://bit.ly/2ujH1Ws
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sumber foto: https://bit.ly/2ujH1Ws

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menilai calon wakil presiden pendamping Jokowi dan Prabowo Subianto merupakan faktor "game changer" atau pengubah keadaan. 
       
"Penglihatan saya sebagai veteran, saya kan veteran capres, memang yang mengubah keadaan itu ketika pak Jokowi, pak Prabowo, mengumumkan cawapres. Itu akan menjadi 'game changer'," kata SBY kepada wartawan seusai melakukan pertemuan sosialisasi pengawasan Pemilu dengan Bawaslu RI di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (10/7). 
         
SBY memperkirakan pengumuman cawapres kedua tokoh itu akan dilakukan pada saat-saat terakhir batas waktu pendaftaran Capres-Cawapres oleh KPU RI. "Mungkin 9-10 Agustus puncaknya. Bisa beliau baru umumkan saat 9 Agustus yang berarti 24 jam kali dua (sebelum pendaftaran ditutup)," kata SBY. 
       
Meskipun demikian, kata SBY, Demokrat akan siap dan akan bisa menetapkan pilihan yang dianggap Demokrat tepat sebelum masa pendaftaran ditutup KPU. "Tapi Demokrat siap, segenting apapun, se-chaos apapun nanti pada tanggal 9-10 Agustus, insyaAllah Demokrat akan bisa menetapkan pilihan yang kami anggap paling tepat," ujar dia. 
       
Dikutip Antara, SBY juga mengutarakan bahwa sampai saat ini sikap politik Demokrat masih terbuka lebar. Menurut dia, Demokrat masih berpeluang mendukung Jokowi, Prabowo maupun calon lain. Semua opsi tengah dimatangkan Majelis Tinggi Partai Demokrat, dengan turut menjaring aspirasi seluruh kader di daerah, serta masyarakat.
       
Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan untuk menyerap aspirasi kader daerah, Selasa hari ini, SBY mengundang seluruh pimpinan DPD Demokrat se-Indonesia ke kediamannya. Hinca mengatakan, SBY meminta seluruh pimpinan DPD menggelar rakorda pada 23 Juli 2018 dengan mengundang seluruh DPC untuk menanyakan pandangan serta sikap kader daerah soal capres dan cawapres. "Poinnya adalah bahwa proses di Demokrat terstruktur sampai bawah," jelas Hinca.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menilai calon wakil presiden pendamping Jokowi dan Prabowo Subianto merupakan faktor "game changer" atau pengubah keadaan. 
       
"Penglihatan saya sebagai veteran, saya kan veteran capres, memang yang mengubah keadaan itu ketika pak Jokowi, pak Prabowo, mengumumkan cawapres. Itu akan menjadi 'game changer'," kata SBY kepada wartawan seusai melakukan pertemuan sosialisasi pengawasan Pemilu dengan Bawaslu RI di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (10/7). 
         
SBY memperkirakan pengumuman cawapres kedua tokoh itu akan dilakukan pada saat-saat terakhir batas waktu pendaftaran Capres-Cawapres oleh KPU RI. "Mungkin 9-10 Agustus puncaknya. Bisa beliau baru umumkan saat 9 Agustus yang berarti 24 jam kali dua (sebelum pendaftaran ditutup)," kata SBY. 
       
Meskipun demikian, kata SBY, Demokrat akan siap dan akan bisa menetapkan pilihan yang dianggap Demokrat tepat sebelum masa pendaftaran ditutup KPU. "Tapi Demokrat siap, segenting apapun, se-chaos apapun nanti pada tanggal 9-10 Agustus, insyaAllah Demokrat akan bisa menetapkan pilihan yang kami anggap paling tepat," ujar dia. 
       
Dikutip Antara, SBY juga mengutarakan bahwa sampai saat ini sikap politik Demokrat masih terbuka lebar. Menurut dia, Demokrat masih berpeluang mendukung Jokowi, Prabowo maupun calon lain. Semua opsi tengah dimatangkan Majelis Tinggi Partai Demokrat, dengan turut menjaring aspirasi seluruh kader di daerah, serta masyarakat.
       
Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan untuk menyerap aspirasi kader daerah, Selasa hari ini, SBY mengundang seluruh pimpinan DPD Demokrat se-Indonesia ke kediamannya. Hinca mengatakan, SBY meminta seluruh pimpinan DPD menggelar rakorda pada 23 Juli 2018 dengan mengundang seluruh DPC untuk menanyakan pandangan serta sikap kader daerah soal capres dan cawapres. "Poinnya adalah bahwa proses di Demokrat terstruktur sampai bawah," jelas Hinca.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Senin, 10 Desember 2018 - 14:24 WIB

Ketua DPR usulkan Pemilu gunakan e-Voting

Senin, 10 Desember 2018 - 12:02 WIB

Bawaslu gelar Rakornas perkuat pengawasan Pemilu 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com